Kamis, 27 September 2018

,

cara kb alami, cara kb alami tanpa obat dan suntik, cara kb alami untuk mencegah kehamilan, kb alami agar tidak hamil, metode kb alami, kb alami setelah melahirkan, kb alami dengan ovutest, ovutest untuk mencegah kehamilan, cara pakai ovutest, cara pakai ovutest strip, cara pakai ovutest scope, harga ovutest strip, harga ovutest scope, kb alami untuk menyusui, menyusui sebagai kb alami, cara kb alami tanpa kontrasepsi

Hm.. nggak nyangka bakal nulis tentang KB alami. Hehehe. Sebelumnya, apa sih KB alami itu? KB alami adalah salah satu metode yang bisa dipilih oleh pasangan suami istri, khususnya bagi sang istri, yang tidak mau tubuhnya dimasuki benda asing, tidak cocok memakai alat kontrasepsi, atau takut dengan efek sampingnya.

Di Indonesia, kita mengenal ada beberapa metode KB menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB, KB suntik, dan KB Spiral atau IUD. Ada juga yang memakai KB susuk atau implan.

Banyak banget desas-desus yang aku dengar setelah melahirkan mengenai berbagai alat kontrasepsi ini, terutama mengenai efek sampingnya.

Kalau yang pil KB, banyak yang bilang, “aduh, jangan deh, bil! Nanti kayak aku lho, wajahku jadi makin hitam. Badanku juga makin gendut! Pengaruh ke hormon juga!”

KB Suntik? Gak kalah heboh, “duh, gara-gara KB suntik bil, badanku jadi mekar kayak gini!”

Kalau KB spiral atau IUD? Bulekku memberi testimoni seperti ini, “Sakit sih, Bil awalnya. Nanti suamimu juga ngerasa sakit, tapi ya di awal-awal aja.”

Biar nggak salah paham dan parno duluan, aku memutuskan untuk diskusi sama suami dan orang tua. Jujur saja, kalau aku nggak sreg KB dengan ketiga alat kontrasepsi di atas. Pertama, khawatir pengaruh ke hormon. Kedua, membayangkan ada benda asing (khususnya yang IUD) masuk ke tubuh aja udah bikin aku begidik. Di cek pembukaan ama suster aja aku udah girap-girap weheheh.

Meskipun aku tau efek samping alat kontrasepsi itu dong-dongan, artinya dampak yang terlihat di satu perempuan belum tentu dialami ama yang lain. Misalnya saja, ada kok yang pakai pil KB dan tidak gendut, wajahnya tetep berseri. KB IUD yang katanya juga paling aman dan efektif menunda kehamilan, di ibuku, memberi efek di kesuburannya. Kata dokter kandungan ibuku beberapa tahun lalu, ada kemungkinan penyebab ibu susah hamil anak kedua karena terlalu lama menggunakan IUD.
cara kb alami, cara kb alami tanpa obat dan suntik, cara kb alami untuk mencegah kehamilan, kb alami agar tidak hamil, metode kb alami, kb alami setelah melahirkan, kb alami dengan ovutest, ovutest untuk mencegah kehamilan, cara pakai ovutest, cara pakai ovutest strip, cara pakai ovutest scope, harga ovutest strip, harga ovutest scope, kb alami untuk menyusui, menyusui sebagai kb alami, cara kb alami tanpa kontrasepsi

Aku pribadi lebih mengkhawatirkan resiko menggunakan KB kontrasepsi ketimbang resiko hamil lagi. Pertimbanganku ini, mungkin berbeda dengan para bunda sekalian yang memilih KB karena berbagai alasan.

Berikut aku beri beberapa link wawasan dari alodokter.com yang menurutku memberi info yang cukup baik sebagai permulaan untuk memilih KB dengan alat kontrasepsi. Untuk memutuskan, perlu lihat kondisi diri dan konsultasi ama dokter juga ya.



KB Alami Tanpa Kontrasepsi   

Kalau sudah ngomongin KB alami, bakal banyak yang pesimis. Resiko gagal besar, nggak sanggup disiplin, dan lain sebagainya. Memang, menurutku yang paling penting dari KB alami adalah disiplin pasangan.

Disiplin dalam hal apa nih? Hahaha, mari kita bahas.

Metode KB Alami yang umum digunakan oleh para pasangan adalah pertama, dengan metode kalender yakni dengan menghitung masa subur dengan kalender. Aku jelas gak cocok dengan metode ini karena aku males! Hahaha. Nggak juga ding, aku selalu gagal mengecek masa subur dengan kalender. Terbukti saat promil anak pertama, metode kalender bolak balik gagal. Aku susah paham masa suburku hiks.

Kedua, metode ejakulasi di luar vagina yang bertujuan untuk mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Ketiga, metode kondom lelaki yang juga banyak dilirik lantaran mudah, ampuh, banyak pilihan (merk maksudnya haha), dan lain-lain. Kelemahannya? Konon katanya mengurangi “kenikmatan” dan malu kalo pas beli.

Selain ketiga KB itu, sebetulnya ada 2 metode KB alami yang menurutku cukup ampuh. Terbukti di aku sih, sampai pada akhirnya kebobolan anak kedua karena aku salah baca data.

Hah, data apa? Terus scroll ke bawah deh, nanti ketemu jawabannya.



Metode KB Alami dengan Menyusui   

Sekitar 2 atau 3 bulan setelah SC, dokter SpOG menyatakan bahwa rahimku sudah kembali ke ukuran normal, semuanya baik dan tidak ada kendala apapun mengenai kondisi kesehatan, dan akupun ditawari kapan mau pasang KB IUD.

Aku menolak halus. Setelah diskusi dengan suami dan ortu, kami memutuskan bahwa KB alami saja. Aku dan suami nggak mau ambil resiko efek samping alat kontrasepsi yang mungkin bisa diluar kendali, mengingat aku punya beberapa kondisi khusus dan takut ngefek ke hormon. Sebetulnya sempat sih suami saranin untuk pakai IUD. Tapi setelah nonton Deadpool 2, saat Vanessa nunjukin IUD nya ke Wade Wilson, suamiku sempet berbisik,

“Itu apa, Be?”
“Yo iku IUD! Kamu bisa bayangin ta alat kayak gitu masuk *****ku?? Kamu tega ta??”
Wajah suamiku jadi tegang dan dia akhirnya jawab, “hehe iyo ojok wes.”

Akupun mendiskusikan opsi KB alami dengan dokterku. Alhamdulillah, dokter SpOG ku memberi wawasan yang baik mengenai metode KB alami dengan menyusui. Ada beberapa catatan dokter yang aku pegang agar KB alami dengan menyusui ini berhasil, yakni:

1. Menyusui dengan baik dan benar. Perlu memerhatikan pelekatan, posisi menyusui, dan lain-lain.
2. Tidak menggunakan botol dot. Sebab, memang botol dot beresiko bikin bingung puting dan mengacaukan posisi pelekatan bayi ke payudara ibu.
3. Menyusui secara eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun.

Dokter bilang, metode ini bisa menunda haid dan berfungsi pula sebagai KB alami kurang lebih 6 bulanan gitu. Kebetulan, aku nifasnya pas 40 hari dan setelah nifas aku nggak kunjung haid, bahkan ketika Mahira sudah selesai ASIX di usia 6 bulan, aku juga masih nggak haid juga. Aku baru haid ketika Mahira usia 9 bulanan gitu.


Nah, tapi jangan terkecoh dengan haid juga ya. Ada juga sih, yang ngerasa belum haid beberapa bulan setelah melahirkan eh tau-tau udah hamil lagi!

Kalau aku, metode KB alami dengan menyusui ini aku kombinasikan dengan yang nomor 2 di bawah ini.


Metode KB Alami dengan Ovutest   

Udah pernah denger Ovutest? Eh, sepertinya perlu aku tulis dulu disini bahwa tulisan ini bukan sponsored post ataupun untuk lomba ya. Ini murni pengalamanku dalam menggunakan produk.

Awalnya aku denger Ovutest dari temenku yang sudah nikah dan hamil lebih dulu daripada aku. Aku sempat main ke kosannya dan buka-buka testpacknya. Nah, kebetulan dia pakai testpack Sensitif dan di dalamnya, ada pengenalan beberapa produk selain test pack, salah satunya adalah Ovutest yang berbentuk Scope dan Strip (kayak testpack gitu).

cara kb alami, cara kb alami tanpa obat dan suntik, cara kb alami untuk mencegah kehamilan, kb alami agar tidak hamil, metode kb alami, kb alami setelah melahirkan, kb alami dengan ovutest, ovutest untuk mencegah kehamilan, cara pakai ovutest, cara pakai ovutest strip, cara pakai ovutest scope, harga ovutest strip, harga ovutest scope, kb alami untuk menyusui, menyusui sebagai kb alami, cara kb alami tanpa kontrasepsi
Ovutest Scope


cara kb alami, cara kb alami tanpa obat dan suntik, cara kb alami untuk mencegah kehamilan, kb alami agar tidak hamil, metode kb alami, kb alami setelah melahirkan, kb alami dengan ovutest, ovutest untuk mencegah kehamilan, cara pakai ovutest, cara pakai ovutest strip, cara pakai ovutest scope, harga ovutest strip, harga ovutest scope, kb alami untuk menyusui, menyusui sebagai kb alami, cara kb alami tanpa kontrasepsi
Ovutest strip

Aku menggunakan Ovutest perdana ini untuk hamil anak pertama. Harga Ovitest strip sekitar 20-25 ribuan dan biasanya ada di apotek Kimia Farma, K-24, dan Guardian. Karena sepertinya tahun 2015 dulu produk ini belum banyak yang pakai, di Jogja masih jarang aku temui ada apotek yang jual Ovutest strip. Kebanyakan gak jual atau habis stoknya.

Tadi di atas aku sempet bilang kalau aku nggak cocok pakai metode kalender. Ini terbukti saat aku menggunakan Ovutest. Menurut kalender dan perhitungan (diajarin dokter) sudah masa subur, tapi di Ovutest masih negatif. Samar aja kagak. Saat itu aku sempet mengeluh, “duh, di testpack kehamilan negatif. Masa di tes kesuburan juga negatif melulu…”

Hingga akhirnya aku dapet momen positif itu di Ovutest. Kalau pakai strip, bisa terlihat dengan adanya 2 garis, persis kalau kita lagi pakai test pack.

Dan akhirnya… bulan depannya aku positif hamil anak pertama. Wow, lumayan akurat juga kinerja Ovutest ini.

Setelah melahirkan, aku pikir Ovutest juga bisa digunakan untuk mencegah kehamilan. Kuncinya ada di mengetahui masa subur. Nah, kelemahannya memang bakalan ribet karena harus ngecek dulu sebelum berhubungan, ini lagi masa subur atau enggak. Tapi biar gak ribet, metode ini bisa dikombinasikan ama kalender ya, misalnya kita sudah yakin ada beberapa hari yang sudah pasti gak subur trus bisa dikroscek lagi dengan Ovutest.

Saat aku konsultasikan dengan dokter SpOG, beliau juga mengiyakan bahwa alat tes kesuburan ini bisa menjadi salah satu metode KB alami tanpa kontrasepsi.

Keberhasilannya gimana?

Ya asal disiplin dan bisa baca data, aku yakin berhasil. Disiplin artinya ya baik suami maupun istri harus bisa sama-sama mengendalikan diri gitu dan komitmen, kalau masa subur hindari dulu berhubungan. Yah, gak lama juga kan?

Baca data disini maksudnya bisa membaca tanda yang keluar di Ovutest baik yang strip maupun yang Scope.

Aku kebetulan punya keduanya dan pernah pakai keduanya. Kalau di Ovutest Scope, ada panduannya mana yang masa subur dan tidak subur.

Oh iya, Ovutest Scope ini punya beberapa keunggulan diantaranya bisa dipakai selamanya, kalau baterai habis tinggal beli aja di toko, dan mudah digunakan karena mengecek kesuburan dengan menggunakan air liur. Kekurangannya adalah pricey, harganya sekitar 200 ribuan. Tapi ya worthy sih kalau dipakai seumur hidup ataupun untuk promil. Kemudian agak ribet di baca datanya, karena harus mendekatkan mata ke alatnya gitu, macam kalau lihat di mikroskop. Menurutku, alat Ovutest Scope ini udah kayak mikroskop mini hehehe.

cara kb alami, cara kb alami tanpa obat dan suntik, cara kb alami untuk mencegah kehamilan, kb alami agar tidak hamil, metode kb alami, kb alami setelah melahirkan, kb alami dengan ovutest, ovutest untuk mencegah kehamilan, cara pakai ovutest, cara pakai ovutest strip, cara pakai ovutest scope, harga ovutest strip, harga ovutest scope, kb alami untuk menyusui, menyusui sebagai kb alami, cara kb alami tanpa kontrasepsi


Nah, kalau data di strip, harus sabar ngelihatnya, mungkin sekitar 3-5 menit ya. Karena, kadang positif atau garis yang menunjukkan kalau lagi masa subur itu bisa muncul belakangan dan samar.

Ini yang terjadi di aku.

Saat aku tes, aku pikir ya negatif karena cuma 1 garis saja. Entah saat itu mataku yang memang lagi siwer, Ovutestnya yang lagi bercanda dan pengen main petak umpet, atau memang kehendak Allah, pas aku cek besoknya kok ada 2 garis yaaa… Pas itu aku mulai feeling kalau ada potensi hamil di bulan depannya. Dan bener aja, hamil lagi anak kedua! Hehehe.

Meski demikian, buatku KB alami ini tidak gagal. Sebab, dari awal memang aku dan suami sudah niat menggunakan KB alami dan dengan tetap berpasrah kepada Allah. Kami bisalah berusaha dan berencana, tapi kami juga nggak kepengen mengingkari kehendakNya kalau memang Allah berkenan untuk nitipin amanah lagi ke aku dan suami.

Selain itu, saat aku hamil, anak pertamaku sudah berusia 20 bulan. Memang agak di luar rencana, sebab aku inginnya jarak antara anak pertama dan kedua ini sekitar 3 tahun dan di anak kedua ini bisa VBAC. Menurut dokter sih jarah 20 bulan sudah cukup, asal ketebalan rahimnya nanti juga bagus. Kemudian, dengan terpaksa aku menyapih Mahira lebih awal karena kondisiku di awal kehamilan.

Pada dasarnya memang kita bolehlah ya bikin proposal, berencana dan berusaha, tapi pelaksanaannya tergantung Allah yang meng-acc.

Nah, dari pengalaman KB alamiku ini, bisa disimpulkan sendiri ya.. efektifitas, kecocokan, dan trik agar KB alaminya berhasil.

Menurutku, KB alami ini akan berhasil dan cukup efektif dengan menggabungkan beberapa metode. Misalnya, metode menyusui, kondom, kalender dan Ovutest. Jadi bakal saling melengkapin kelebihan dan kekurangan. Beda dengan KB kontrasepsi yang kita hanya bisa pilih 1 metode saja.

Balik lagi seperti yang aku katakan di atas, kuncinya disiplin pasangan. Tinggal pilih aja, mau yang pakai kontrasepsi atau yang alami, semua ada plus minusnya. Yang pakai kontrasepsi pun belum tentu bisa semaunya. Kadang ada beberapa kasus alat kontrasepsi juga memberi dampak misalnya pendarahan. Nah, kalau sudah gitu jadi gak nyaman juga kan.

Selamat memilih!






Jumat, 14 September 2018

,

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018


Beberapa tahun terakhir, kita sama-sama melihat tren betapa ibu-ibu zaman now makin meningkat kesadaran dalam membacakan buku untuk anak. Kesadaran itu dibuktikan dengan rajin ikut arisan buku (yang jutaan ituh!) dan rutin membelikan buku-buku baru untuk anak, mulai dari yang soft book, board book, trus apa tuh buku yang lucu bisa gerak-gerak dan timbul? Ya itu lah pokoknya.

Ada juga yang doyan beli aja, karena nggak mau ketinggalan tren, tapi eeeh nggak mau bacain buat anaknya!

Aku seneng banget melihat anak-anak zaman now, dimana megang hape dan muter YouTube terlihat jauh lebih mengasyikkan ketimbang membaca, melihat ibu-ibu sangat konsisten mengedukasi anaknya untuk membaca itu bener-bener kayak gem. Berharga! Etapi jangan lupa ya buibu, kita juga perlu meningkatkan kesadaran kita dalam membaca juga, jangan sampai kita getol banget menanamkan minat membaca pada anak, tapi kita masih suka termakan hoax. Duh sedih ya kalau begitu.

Kalau aku, jujur aja aku nggak sanggup ikutan arisan buku dan belanja buku yang cukup pricey itu. Jadi aku biasanya mengajak Mahira ke perpustakaan Kota Malang (pas kemarin masih di Malang) dan mengajaknya memilih buku-buku yang buanyak itu. Nanti kami bisa sewa 2 buku, bisa sewa 4 kalau pakai 2 kartu. Sebulan sekali, aku ke Togamas dan membelikan buku anak yang tipis itu. Sejak usia 20 bulanan, Mahira sudah bisa diajak membaca buku di kertas tipis itu, dia udah nggak kebelet nyobek kertasnya hehehe.

Terus, yang paling aku tunggu-tunggu adalah membelikan Mahira beberapa buku (diskonan tentu saja!) di Big Bad Wolf!! Gosh, siapa sih yang nggak kepengen mampir kesana??


Ngeborong Buku di Big Bad Wolf Surabaya  

Dari kumparan.com, aku tau bahwa Big Bad Wolf atau biasa dikenal sebagai BBW Book Sale ini diselenggarakan oleh BookXcess, sebuah toko buku yang didirikan oleh pasangan suami istri Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Event ini pertama kali diadakan di Malaysia pada tahun 2009, nah karena sukses, mereka lanjut ke Thailand dan Indonesia tahun 2016.

Sebetunya tergolong baru sih ya, wajar kalau beberapa temen yang aku survey di Insta story bilang kalau belum pernah kesana.

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018
29 orang bilang udah pernah ke BBW, 19 lainnya belum pernah


Disana ada buku apa aja?

BUANYAK! Sebagian besar buku impor dan buku anak yang duh, gemesin semua! Tapi ada juga beberapa penerbit lokal dengan buku-buku lokal, buku impor berbagai genre, mulai dari fiksi, non fiksi, buku-buku kuliah, fotografi, kuliner, dan lain-lain. Pokoknya banyak!

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018
Ini big bad wolf jakarta 2018, dari instagram bbw

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018
Ini big bad wolf jakarta 2018, dari instagram bbw


Bukunya bener-bener ditumpuk dan menggunung gitu lho. Tahun 2017 di Surabaya aja, ada sekitar 2,5 juta buku! Eiya, di Indonesia event ini diadakan di 2 lokasi yakni di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang dan di Jatim Expo Surabaya.

Tahun 2018 ini, yang di Tangerang udah diselenggarakan tanggal 29 Maret sampai 9 April 2018 lalu. Yang di Surabaya, sebentar lagi nih mulai tanggal 27 September sampai 8 Oktober.

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018


Pertama tau event ini dari Instagram, tahun 2017 karena banyak banget yang ngeposting infonya sebelum acara. Terus, karena tahun 2016 - 2017 itu aku jadi makmak kudet, stres karena baru melahirkan dan kudu ngejar tesis, aku jadi kayak nggak paham ama dunia luar.

Pas denger kabar ada bazar buku, aku tanya ke temen yang juga suka buang-buang duit buat belanja buku, si bebeb Gata. Dia bilang, BBW cocok banget kalau kita nyari buku-buku anak. Wah, pas kan buat aku!

Pertama kali datang ke BBW Surabaya itu awal bulan Oktober tahun 2017 dan jelang hari-hari terakhir BBW. Aku harus ke BBW saat itu juga karena beberapa hari kemudian aku sudah pindahan ke Malang. Jadilah aku naik gojek aja ke lokasi, biar cepet dan murah! Aku mengalokasikan waktu 2 jam untuk belanja, dan ternyata…. kurang sodara-sodara! Dua jam itu kurang banget deh!

Soalnya, buku-buku anak di BBW memang lucu dan murah-murah banget! Trus ada buku yang bisa bunyi, ada yang bisa dilipat-lipat, serba unik dan murah! Buatku yang ndeso dan baru ngelihat buku selucu itu, tentu aja hal ini bikin kalap dan jadi buyar semua rencana belanjanya!

Baca juga: Review Buku The Danish Way of Parenting


Keunikan dan Tips ke Big Bad Wolf Surabaya 2018

BBW emang break the rules banget, dia berbeda ama konsep bazar buku yang banyak di Indonesia.

Beberapa keunikan BBW Surabaya tahun 2017 lalu yang aku lihat adalah:

1. Buka selama kurang lebih 12 hari dan 24 jam nonstop. Buat yang gak pengen antri di siang hari, atau berpanas-panas ria dibawah suhu neraka bocornya Surabaya, bisa ke BBW tengah malam atau jelang subuh. Pilih aja jam terbaik dan sesuaikan ama jam kerja.

2. Merekrut banyak volunteer. Volunteer ini ngebantu banyak hal, bisa kita tanya-tanyain, kemudian mereka juga menyusun buku-buku agar rapih, dll.

3. Melahirkan rezeki dadakan buat sebagian orang. Siapakah itu? JASTIP, lah! Hehehe. Search aja di instagram dengan kata kunci “jastip BBW” nanti pasti muncul lebih dari 10 akun. Ada yang cuma personal aja, ada penjual buku yang juga melayani jastip, ada yang ongkos jastipnya digunakan untuk amal, banyak deh macemnya.

4. Diskonnya 60-80%. Gils, gede banget kan?! Kenapa bisa sebesar itu? Menurut Kumparan , buku-buku ini dibeli dari penerbit di Inggris dan Amerika dan mungkin negara-negara barat lainnya di stok barang yang tidak terjual. Buku-buku itupun dibeli oleh penyelenggara BBW dengan harga murah. Oiya, buku disini itu baru-baru, lho! Aku beli buku yang ada suara hewannya aja baterainya awet sampai setahun.

5. Punya pembeli loyal. Saking murahya buku-buku di BBW, ada juga pembeli yang datang dari luar jawa dan bahkan luar negeri!

6. Bisa nginepin keranjang belanja. Hm.. maksudnya? Seperti nge-tandain buku gitu, jadi pembeli bisa datang dulu, pilah pilih barang, trus barangnya ditinggal atau dititipkan ke panitia. Ada tempatnya sendiri dan ada aturan batas ngendonnya berapa lama. Ini biasanya buat mereka yang punya waktu singkat untuk berbelanja, nggak kuat antri di kasir, dan para penyedia layanan jastip.

7. Ada fasilitas Preview Pass. Apaan nih? Fasilitas ini hanya disediakan untuk 3000 orang aja (tahun 2018 ini di Surabaya). Mereka yang dapetin akses ini berkesempatan untuk masuk BBW Surabaya 2018 satu hari lebih awal sebelum dibuka untuk umum. Cara daftarnya adalah dengan mengisi form di website mereka dan daftar sebagai member.

8. Sistem antran rapih. Ada garisnya gitu untuk ngantri dan ada banyak banget kasir plus pendamping kasir yang bertugas untuk mengarahkan pembeli ke kasir terdekat dan menghindari penumpukan terlalu lama di bagian pembayaran.

9. Children Friendly. Tahun lalu, aku lihat ada spot mainan untuk anak, yang banyak jagain disana ya nanny ama bapak-bapak gitu, emak-emaknya belanja hehehe.

10. Biaya masuknya (di BBW Surabaya) gratis, lho! Makanya gak heran siapa aja bisa kesana

Buat yang berencana ke Big Bad Wolf Surabaya 2018 untuk pertama kalinya, ini aku beri beberapa saran personal dari aku yes:

1. Rencanakan pembelian. Terutama kalau kamu membatasi budget tertentu untuk berbelanja, misalnya budget maksimal adalah 700 ribu, nah coba bikin list dulu mau membeli buku apa aja? Misalnya buku anak, buku resep, novel, dan lain-lain. Perencanaan ini penting buanget biar kita gak terlalu terpana pas udah di lokasi, soalnya bukunya buanyaak sekali dan semuanya seolah berteriak, “bawa aku pulang, bund! BAWA AKU PULAAANG…!”
Main ke instagramnya BBW deh, mereka ngasih beberapa buku yang jadi best seller. lumayan buat gambaran aja.

2. Jika beli buku anak, perhatikan usia anak. Nggak perlu kalap beli buku untuk anak usia 5 tahunan sementara anak kita masih usia 1 atau 2 tahun hanya gegara buku itu lucu banget. Ketimbang nggak kepake, lho. Saranku, belilah buku yang masih bermanfaat sampai paling tidak setahun ke depan. Toh, insyaallah BBW ini bakal ada terus setiap tahun. Fyi, anak sebelum usia 5 tahun itu doyan banget baca buku yang itu-itu saja! Mereka suka mengulang-ulang cerita, menebak, dan memahami emosi para tokoh.


3. Pertimbangkan jika mau bawa anak. Meskipun lokasinya aman untuk anak-anak, tapi coba rencanakan seberapa lama waktu yang akan kita habiskan disana. Kalau di atas 2 jam, kayaknya anak bakal mudah bosen dan tantrum ya, apalagi kalau usianya di bawah 5 tahun.

4. Tentukan jam berbelanja. Aku sempat tanya ke beberapa followers di Instagramku, jawaban mereka macam-macam. Kebanyakan sih mereka bilang lebih nyaman kesana di jam kerja, siang gitu, mungkin karena gak banyak antrian ya. Tahun 2017 lalu, aku juga berkunjung di jam kerja dan di hari kerja, juga gak begitu rame sih. Standar aja dan masih bisa bernafas dan memilih buku dengan bebas hehehe.

harga buku di big bad wolf 2018, daftar buku big bad wolf 2018, list buku big bad wolf 2018, cara ke big bad wolf surabaya 2018, review big bad wolf surabaya, jenis buku di big bad wolf surabaya, buku anak di big bad wolf surabaya, pengalaman ke big bad wolf surabaya, panduan ke big bad wolf surabaya, sejarah big bad wolf, big bad wolf surabaya 2017, big bad wolf surabaya 2018


5. Pakai pakaian yang nyaman. Meskipun di dalamnya ada AC yang standing gitu, tapi tetep aja keliling JX international bikin gerah dan apalagi ini di Surabaya yes bukan Malang. Pakai flat shoes aja atau sneakers biar nyaman gerak juga.

6. Pilih metode pembayaran. Mau cash, debit, atau CC, BBW nyediain semua. Memang dia kerjasama ama bank Mandiri dan bisa menerima pembayaran dalam e-cash dan e-money. Tapi, BBW juga menerima debit dan kredit dari semua bank (kecuali JCB, Union Pay, dan American Express). Aku lebih suka bayar pake debit ya, karena ringkes. Atau isi e-money deh, malah lebih cepet ngantrinya.

7. Bawa tas belanja atau koper. Hah, koper? Yes! Banyak kok yang bawa koper biar ringkes. Mungkin karena mereka beli board book atau buku yang tebel-tebel gitu ya, mungkin juga karena mereka melayani jastip atau datang dari luar kota.

8. Jangan lupa isi perut. Makan dan minum dulu yang cukup ya, biar tenaga juga cukup buat keliling JX International. Disana ada sih booth cemilan, tapi ya diluar area buku.

9. Ada parkiran mobil dan motor. Parkiran mobilnya ada di depan dan di belakang bangunan. Kalau aku males ribet parkir jadi mendingan kesana naik gojek atau grab aja gitu hehehe.

Well, itu tadi pengalaman plus tips dari aku untuk kamu yang kepengen dateng ke Big Bad Wolf Surabaya 2018 nanti. Selamat berburu!



Referensi:
https://kumparan.com/@kumparanstyle/panduan-bagi-pemula-berkunjung-ke-big-bad-wolf-book-sale
https://www.facebook.com/bbwbooksindonesia/?ref=page_internal




Kamis, 13 September 2018

,

susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uht


Kelar nulis tentang menyusui, di postingan kali ini aku mau membahas sedikit tentang susu UHT. Susu UHT ini banyaaak banget digunakan oleh ibu-ibu sebagai susu tambahan setelah anak di atas 1 tahun atau asupan susu utama setelah menyapih anak.


Kandungan Gizi dalam Susu UHT  

UHT adalah singkatan dari proses susu tersebut, yakni Ultra-High Temperature atau proses pengolahan bertemperatur sangat tinggi. Dari alodokter.com aku dapat insight bahwa dalam prosesnya, susu akan diberikan suhu hingga di atas 135 derajat Celsius selama 1-2 detik. Tujuan pemanasan menggunakan suhu sangat tinggi dalam waktu singkat tersebut guna membunuh spora di dalamnya, agar kandungan gizi tidak banyak berubah, serta untuk menjaga aroma, rasa, dan warna agar mirip susu asli.

Setelah itu, susu akan dikemas secara steril dan memiliki masa konsumsi selama 6-8 bulan tanpa perlu disimpan di lemari pendingin. Namun, panjangnya masa konsumsi tersebut berlaku selama kemasan tidak dibuka. Kalau sudah dibuka, sebaiknya segera dihabiskan. Beberapa merk susu menyebutkan, sebaiknya susu dikonsumsi maksimal 4 hari setelah kemasan di buka, dalam kondisi susu berada di lemari pendingin.

Karena dipanaskan dalam suhu tinggi, jadi banyak pertanyaan, gimana dong kandungan gizinya?

Mengutip (lagi) dari alodokter.com, proses UHT hanya berakibat pada penurunan jumlah vitamin dalam jumlah yang kecil, di bawah 20% saja. Nah, biasanya, produsen susu UHT menambah beberapa vitamin tambahan sebagai ganti zat-zat bermanfaat yang hiang itu tadi. Intinya, proses UHT tidak terlalu memengaruhi gizi pada susu UHT. Begitu pula kandungan lemak dan protein dalam susu, perubahan akibat proses UHT akan terjadi namun hanya sedikit saja.

Ada insight lain dari klikdokter.com yang dijawab langsung oleh dokter, daripada copas konten, aku screenshoot aja ye:
susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uht
sumber: klikdokter.com , detail link di bawah



Kapan Susu UHT Diberikan untuk Bayi?  

Sebagian produsen susu UHT mencantumkan pada kemasan bahwa susu dapat dikonsumsi untuk anak yang berusia di atas 2 tahun, hal ini dikarenakan untuk mendukung program pemberian ASI selama 2 tahun. Kebanyakan memberi warning yang jelas bahwa susu UHT tidak untuk anak usia di bawah 1 tahun. Namun banyak referensi yang mengatakan bahwa UHT bisa diberikan sebagai selingan atau perkenalan sejak usia di atas 1 tahun.

susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uht
berbagai warning pada susu UHT


Mengenai hal ini, aku pernah berkonsultasi dengan Dokter Dini, baiknya untuk di atas 1 tahun, susu UHT bisa dikenalkan melalui makanan dulu misalnya puding, aneka roti, makanan, dan lain-lain pada MPASI. Seingatku, beliau sempat menyarankan pemberian UHT baiknya di atas usia 18 bulan. Tapiiii… aku sudah memberi Mahira UHT sejak usia 15 bulan karena dia yang minta! Hehehe. Untuk rasa, lebih baik yang plain saja, kan ada tuh rasa vanilla, coklat, stroberi, dan plain. Nah, pilih yang plain aja.

Tetapiiii… lagi-lagi Mahira sudah kenal yang rasa coklat saat usia sekitar 17 bulan! Hehehe. Karena dia yang minta. Ya sudah aku berikan saja dikit-dikit, karena khawatir ada reaksi alergi atau batuk, secara ya manis-manis semacam coklat itu kan juga bisa memicu batuk. Tapi lama-lama dia cocok kok. Dan sekarang setelah usianya di atas 20 bulan, setelah aku sapih lebih tepatnya, dia juga lebih suka susu UHT rasa coklat. Terkadang, aku berikan juga susu sapi murni yang direbus saja sebagai selingan. Untuk susu sapi murni ini aku berikan di atas usia 15 bulan juga. Mahira telap-telep banget alias lahap waktu dikenalin dengan susu sapi ini. DSA nya Mahira juga menyetujui, agar menambah kekayaan cita rasa di indra perasanya.

Ada seorang dokter SpA yang pernah aku ajak diskusi, aku lupa nama beliau, tapi beliau sudah pernah berkeliling ke beberapa produsen susu UHT dan susu formula. Beliau menceritakan pengalamannya berkunjung ke salah satu produsen susu UHT yang cukup terkenal.

Dari pengalaman itu, beliau saksikan sendiri bahwa susu sapi segar yang datang sebagai bahan baku UHT adalah susu sapi yang kualitasnya terbaik. Sementara susu sapi yang kualitasnya dibawahnya digunakan untuk susu formula. Kurang lebih, kedua produk ini, bahan bakunya sama, lho, dan kalau untuk harga sudah pasti tidak mahal (bagi produsen).

Mengapa susu formula bisa lebih mahal harganya? Bukan… bukan karena bahan bakunya! Sebab bahan bakunya sama aja kayak susu UHT. Mahal itu karena banyaknya vitamin dan zat-zat bergizi lainnya yang ditambahkan ke dalam susu sebagai ganti hilangnya zat asli yang terkandung dalam bahan baku. Kemudian, juga yang pasti agar menutup biaya marketing. Tidak bisa dipungkiri, bussiness is bussiness.

Ada beberapa dokter anak yang cukup kekeuh bahwa susu formula bisa menjadi solusi karena kandungan gizinya yang lengkap. Menurutku, balik lagi ke kebutuhan anak dan pilihan orang tua. Betul memang kandungan-kandungan nutrisi dalam susu formula yang diperuntukkan bagi anak usia 0 sampai berapa, 3 atau 4 tahun ya, sudah di-approved, artinya sesuai dengan kebutuhan anak di usia tersebut. Tetapi, disatu sisi juga ada resikonya. Mau memberi atau tidak, balik lagi orang tua harus paham manfaat serta resiko, jadi bisa menimbang, worth it atau tidaknya jika diberikan ke anak. Terkait susu formula ini, akan aku bahas terpisah ya. Disini cuma at a glance aja.

Susu UHT pun menurutku juga ada kelemahannya. Yang paling kentara adalah pada durasi daya tahannya, dimana waktu awetnya lebih singkat ketimbang susu formula. Beberapa dokter mengatakan bahwa kandungan gizi tambahan pada susu UHT dibawah susu formula.

Pengalaman pribadi, susu UHT (setidaknya di anakku) nggak bikin gendut. Buat sebagian orang tua (dan nenek kakeh) hal ini bisa jadi masalah, karena di Indonesia, masih banyak anggapan bahwa anak gendut = lucu dan sehat.

Tapi buatku bukan masalah besar. Sebab, aku masih menjadikan makanan sehari-hari sebagai sumber gizi utama, sebagaimana dalam pedoman gizi seimbang. Zat-zat bergizi yang terkandung dalam susu-susuan itu sebetulnya kan melimpah ruah di makanan pokok, misalnya, kalau butuh zat besi bisa ditemukan di daging yang berwarna merah.

Aku memberi prioritas pada makanan sebab ya makanan sehari-hari itu kan sumber gizi utama. Susu hanya sebagai tambahan saja, jadi dia nggak urgent-urgent banget lah. Terlebih, aku sudah menyaksikan bagaimana beberapa anak susaaah banget makan dan dia lebih memilih minum susu formula hingga beberapa botol agar kenyang. Memang si anak jadi gendut, tetapi kekayaan cita rasanya jadi “hilang”. Pada kasus yang seperti ini, berarti kan susu formula sudah menggantikan makanan. Ini salah satu resiko yang mungkin terjadi pada konsumsi susu formula yang menyebabkan aku enggan memilih opsi ini.

Sementara di pengalamanku, Mahira biasanya minum susu UHT satu hari 1-2 kemasan. Kadang, dia sehari bener-bener gak mau minum susu. Mahira memang nggak gendut, tapi dia lincah, aktif, dan  selera makannya Mahira baik, alhamdulillah. Begitu pula pertumbuhan gizi yang bisa dilihat melalui grafik, tidak ada tanda-tanda ADB atau gizi buruk.

Saat berusia sekitar 1 tahunan, aku lupa sih pastinya, aku pernah menanyakan mengenai ADB ini pada dokter Dini. Aku khawatir, karena Mahira saat itu susah banget MPASInya (yaelaa semua ibu kayaknya ngalamin ya?? hihihi) aku jadi was-was dia terkena ADB. Untuk meyakinkan, akhirnya Mahira di tes darah dan ternyata…. dia nggak ADB. Semuanya baik, alhamdulillah.

Membedah Susu UHT yang Beredar di Pasar  

Dari pengertian susu UHT di atas, yang aku tangkap, yang namanya susu UHT kalau dilihat dari prosesnya memiliki bahan baku berupa susu segar dan bentuknya cair ya, yang kemudian dipanaskan dan tetap menjadi cair. Persoalan kemudian dia dikasih zat-zat tambahan seperti vitamin, perasa, pewarna, dll itu jadi kebijakan masing-masing produsen.

Proses ini penting banget dan yang menjadi pembeda antara susu UHT dengan susu formula yang berbentuk bubuk. Kalau susu formula, bentuk awalnya susu sapi segar (cair) yang kemudian diproses menjadi bubuk. Kandungan gizinya? Sudah pasti banyak yang hilang, bayangin aja dari cair ke bubuk, lho. Makanya dalam susu formula, kalau ada macam-macam vitamin dan zat bergizi lainnya, itu semua sifatnya adalah tambahan untuk mengganti banyaknya nutrisi yang hilang selama proses dari cair ke bubuk itu tadi. Begitu pula dalam susu UHT, ada juga zat tambahan tapi biasanya jumlahnya lebih sedikit.

Nah, saat sedang pilah-pilih susu UHT di pasaran untuk Mahira, aku menemukan fakta unik!! Hehehe. Rupanya, ada produsen susu UHT (yang juga produsen susu formula) yang bahan bakunya bukan susu sapi segar, melainkan susu bubuk! Aku sampai baca bolak-balik komposisinya lho. Meskipun susu bubuk juga berasal dari susu sapi segar, tapi prosesnya kan jadi beda, bukan UHT lagi dong? Lha kalau isinya susu bubuk semua, lak sama aja susu bubuk dikasih air diaduk sendiri wekekek.

susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uht
Contoh susu UHT yang tidak menggunakan susu sapi segar, melainkan susu bubuk


Padahal dari prosenya di atas, menurutku cukup jelas bahwa bahan baku susu UHT ya susu sapi segar. Ada produsen UHT yang sudah paham hal ini, ada yang sengaja menjadikannya embel-embel biar menarik perhatian, jadi di kemasannya ditulis “dengan susu segar” batinku, yaiyalaaah harusnya emang pake susu segar!

Aku pribadi cukup kaget melihat geliat marketing produsen yang bermacam-macam. Dari situ, makin yakin lagi bahwa sebagai konsumen, kita harus pintar dan jeli biar bisa memilih produk sesuai kebutuhan anak dan mencari manfaat terbesar untuk anak. Berikut tips pribadi dari aku untuk memilih susu UHT:

1. Cek komposisinya. Yang terpenting, bahan utamanya susu segar atau susu bubuk? Hehehe.

2. Cek zat tambahan buatannya. Misalnya itu lho, pewarna buatan, pemanis buatan, dll. Keterangan ini biasanya ada di komposisi dan cukup jelas. Ada satu produsen susu UHT yang menuliskan pada kemasan bahwa produknya tidak menggunakan pengawet, pemanis buatan, dan pewarna sintetik.

susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uhtBeda produsen, beda konten


3. Cek seberapa banyak kandungan yang sifatnya artifisial. Kalau bunda termasuk orang tua yang permisif sama yang buatan-buatan itu (seperti akyu wahahah asal gak berlebihan ye dan udah BPOM *alasan*) cek lagi komposisi lainnya, sesuaikan dengan kebutuhan.

4. Cek informasi nilai gizi. Beberapa susu beda-beda kandungan gizinya, cari yang paling sesuai kebutuhan anak aja yes.

5. Cek sendiri, dengan cara dicicip! Hehehe ini yang menurutku paling aman sih ya sebelum diberikan ke anak. Ada susu UHT yang creamy dan terasa banget kandungan susu sapinya, ada yang terlalu cair alias kebanyakan air. Paling aman berikan dulu ke anak yang rasa vanilla atau plain. Kalau anak nggak cocok, biasanya ada reaksi misalnya sakit batuk, mencret, sembelit, dan lain-lain. Ini kejadian di Mahira, dia minta susu UHT yang juga merupakan produsen kental manis, aku berikan deh. Eh dia batuk keesokan harinya, padahal hari itu dia nggak mengonsumsi es-esan dan makannya normal aja.

susu uht adalah, review susu uht ultra milk, review susu uht frisian flag, review susu uht bebelac, review susu uht indomilk, susu uht vs sufor, susu uht vs susu formula, susu uht yang bagus, susu uht yang baik untuk anak, tips memilih susu uht, bahan baku susu uht, pengertian susu uht, pembuatan susu uht, manfaat susu uht, kelebihan susu uht, susu uht untuk bayi, review susu uht dancow, review susu uht diamond, review susu uht greenfields, review susu uht ultra mimi, review susu uht untuk anak 1 tahun, merk susu uht plain, merk susu uht terbaik, merk susu uht di pasaran, susu uht yang bagus untuk anak, review susu uht
berbagai macam komposisi dalam susu UHT


Saat aku diskusikan mengenai “keunikan” bahan baku di sebagian produsen susu UHT di pasar ama dokter dan beberapa rekan yang paham di bidangnya, mereka cuma geleng-geleng dan sama-sama mengeluarkan satu kata “marketing”.

Ya sebetulnya nggak papa, aku pikir yang namanya bisnis harus memberikan manfaat buat konsumen dan mengatasi masalah konsumen, ye gak? Kalau produk atau jasanya nggak bermanfaat, ya buat apa. Jadi inget pelajaran bisnis dulu: konsumen hanya peduli dengan urusan dan masalahnya. 😂 

Tapi sebagai konsumen, kita harus bener-bener cermat. Apakah produk yang kita konsumsi memang sesuai kebutuhan. Jangan selalu termakan iklan di televisi atau hasil endorse-an para artis, balik lagi ke anak masing-masing, sudahkah yang diberikan ini sesuai dengan kebutuhannya? Gimana resikonya? Dan lain-lain. Singkat kata, kita sebagai orang tua nggak boleh berhenti belajar.

Mengenai pemberian susu ini, balik lagi ke kebutuhan anak, pendapat dokter, dan pilihan orang tua. Pengalamanku di atas, belum tentu bisa diterapkan secara keseluruhan buat anak orang lain, sebab kondisi anak berbeda-beda, begitu pula pilihan orang tua. Sempat aku baca, pemberian susu-susuan ini pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil jauh lebih baik dilakukan dengan konsultasi atau petunjuk dokter.

So, bunda, selamat memilih! 😉


Catatan: tulisan ini bukan sponsored post, oleh karenanya foto yang memuat produk / brand disajikan dalam hitam putih. Tulisan ini semata sebuah review dan opini yang dibuat atas pengalaman dan pengamatan pribadi, hasil membaca, serta diskusi dengan beberapa orang yang berpengalaman di bidangnya.



Referensi:
https://www.alodokter.com/susu-uht-ketahui-fakta-dan-mitosnya-di-sini
https://parentalk.id/perbedaan-susu-formula-susu-uht-dan-susu-pasteurisasi/
https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2817073/susu-uht-vs-susu-formula
https://id.theasianparent.com/susu-uht-untuk-anak-1-tahun/

Follow me @nabilladp