Sabtu, 08 Juni 2013

Raudhatul Jannah

Raudhah, taken from here


Rasulullah bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku”



***



Yang paling aku suka dari Madinah, adalah Nabawi

yang paling aku suka dari Nabawi adalah Raudhah
taman surga


Mungkin ditafsirkan sebagai taman surga adalah tempat diturunkan rahmat dan karunia Allah atas doa dan syukur yang dipanjatkan untukNya. Karena itulah, raudhah adalah tempat doa yang mustajab.



dan bagi akhwat, ngga mudah masuk ke raudha,

ada jam-jam tertentu, yakni biasanya di pagi hari. antara waktu dhuha - ba'da dhuhur , waktu setempat
katanya juga, malam hari sih bisa, tapi aku cuman ke raudha sekali lantaran penuh sesak. kalo yang ikhwan, bisa kapan aja ke raudha.
dan raudha, bukan lokasi yang luas; untuk akhwat hanya 2 petak karpet
sempiitt sekali. aku juga bingung membayangkan akan kah taman surga seperti ini?
Subhanallah, Allah pasti sudah menyiapkan hal-hal yang bahkan tidak dikira-kira oleh manusia.


Karena kala itu musim umrah lagi rame-ramenya, nabawi penuh sesak. yang pengen doa di raudha juga ratusan. akhirnya, laskar nabawi seperti biasa, membagi jamaah akhwat menjadi per negara.

- arab sendiri (dan lebih diutamakan)
- mesir, irak, iran, turki
- sisanya orang asia, which are Indoensia, Malaysia, dan Brunei yang dapet kloter belakangan


untungnya, mba *aku lupa namanya* pemandu kami, baiknya luar biasa. beliau tau rute tembusan ke raudha, dan kami sengaja baris dibelakang agar bisa 'kabur'

dan benar saja, waktu ada kesempatan, kami se rombongan kecil , ga sampe 15 orang, digiring masuk raudha lewat jalan keluar.
tapi betul-betul harus diam-diam, dan masuknya pun dikit-dikit , ngga bisa rombongan


"ibu tunggu sini ya, saya nanti kembali." begitu kata mbaknya. "soalnya laskarnya galak, nanti saya dimarain"

kloter pertama yang masuk raudha, adalah aku, ibu, dan 3 orang lainnya. udah kayak maling aja menyelinap-nyelinap di dalam masjid nabawi.
ampuni billa ya Allah.. bukan maksud untuk maling..


aku waktu itu kena serangan kantuk luar biasa

hampir tiap waktu senggang pas umrah, kalo ga ibadah, pasti tidur dengan mudahnya.
sebelumnya aku sudah membaca tentang raudha, dan membayangkan aku akan nangis termenye-menye disana, tapi mengingat aku ngantuk abis, jadi aku pikir, ah mungkin aku hanya berdoa aja seperti biasa


ternyata aku salah besar.

atmosfer di raudha beda total.


karena begitu sempit dan sesak, waktu kami masuk, isinya masih orang-orang turki yang bodinya (mungkin karena faktor gen dan daerah) lebih gede dari orang indonesia pada umumnya.

sehingga aku mempersilahkan Ibu untuk sholat lebih dulu.


"2 rakaat saja ya Bu, kita gantian sama yang lain." pesen mbaknya

yap betul memang, jangan sampe kita ibadah apalagi dalam kondisi yang demikian, egois kita luar biasa, sementara di luar masih banyak yang ingin mendapatkan hak beribadah untukNya
si mbak sempet ngusir ibu-ibu turki yang lamaa banget di raudha, kasian juga sih


setelahnya, giliranku.

karena ngga ada tempat untuk naruh tas, aku tetep sholat sambil bawa tas kecil berisi buku dan Al Quran
dan jeng jeng.. aku mulai terbawa atmosfer.
betul kata Ibu, raudha , mungkin saking mustajabnya,
bikin kami speechless.
hilang semua keinginan, hilang semua rencana-rencana doa.


subhanallah, semoga suatu saat bisa bertemu raudha kembali,

di nabawi
dan di akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @nabilladp