Parenting blogger | Travel blogger | Lifestyle blogger

Juli 22, 2018

Halal Tour ala Pasangan Halal: Mengulang Masa Romantis di Jepang bersama Royal Indonesia

by , in
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel


Jepang selalu menjadi negara yang aku rindukan. Bagaimana tidak, disanalah aku pada akhirnya, melabuhkan hatiku kepada seseorang yang sebetulnya sudah lama ku kenal. Aku yang saat itu memiliki impian tinggi dan segudang rencana traveling, mendadak memutus semua agenda untuk menjadi teman hidupnya, seorang lelaki yang sederhana namun memiliki semua yang aku butuhkan. Seseorang yang membuatku terheran sama diri sendiri, bagaimana mungkin aku terus mencarinya, bahkan setelah perjalanan bersama kami di Jepang telah usai. Jepang, tepatnya di Hiroshima, adalah kota yang mempertemukan cinta kami. Dua manusia yang sudah tiga tahun saling kenal, namun tidak pernah saling bertegur sapa secara langsung, kemudian memantapkan langkah untuk hidup bersama.
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel
CIEEE.... 🙈🙈🙈
Tepatnya tahun 2013, aku dan lelaki yang sekarang menjadi suamiku, terlibat dalam sebuah program kampus student exchange di Hiroshima University. Kami sama-sama menjadi perwakilan fakultas. Apabila di total dengan peserta lain, rombongan kami ada 14 orang dengan satu orang dosen pemandu. Aktivitas kami di Jepang tentu saja belajar, tapi ya sudah pasti ada agenda jalan-jalannya juga dong.
Aktivitas asik: bersepeda di Jepang!


Jepang memang sangat indah. Beberapa kali, saat aku bersepeda dengan teman-teman sekelompok, tidak jarang kami berhenti di satu sudut hanya untuk mengagumi jernihnya air comberan (iya, comberan!), terheran dengan sampah yang susah sekali kami temukan di pinggir jalan, dan terpana dengan keramahan penduduk lokal. Kami juga menyempatkan mengunjungi Islamic Cultural Centre di Hiroshima yang rupanya tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya bagi para muslim di Jepang, melainkan juga menjadi tempat belajar para bule dan penduduk Jepang yang ingin mengenal Islam lebih dalam. Menarik!
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel


Mengenai makanan halal, sejujurnya tidak susah, kok! Selama di Jepang, aku cukup menghindari ayam dan daging sapi yang tidak aku makan di restoran berlabel halal. Aku lebih memilih makan seafood dan udon ketimbang ramen yang kuahnya mengandung sake. Kemudian, kalau lagi mampir di supermarket terdekat, aku juga meminta teman untuk melihatkan apakah ada kandungan babi dan sake di dalam makanan siap saji yang aku beli.

royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel

Melihat banyak sekali teman-teman mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang belajar di Jepang, juga melihat bagaimana mereka tidak pernah memandang aku yang berjilbab ini dengan tatapan aneh, membuatku sadar bahwa Jepang adalah salah satu negara cantik yang ramah wisatawan muslim.

Syarat visa Jepang juga gak aneh-aneh, lho. Beda sama Jerman yang foto visa untuk perempuan berjilbab harus kelihatan telinganya. Wahaha duh jangan bayangin deh, aku bener-bener foto pake jilbab dengan daun telinga yang mekrok itu. Sementara Jepang, foto visanya ya normal aja, pake jilbab rapi dan cantik.

Selain Hiroshima, beberapa kota di Jepang yang juga banyak masyarakat muslimnya ada di Yokohama, Tokyo, dan Kobe. Jepang sepertinya makin sadar bahwa jumlah wisatawan muslim yang ingin mengunjungi keindahan negeri sakura itu makin meningkat. Langkah strategispun diambil dengan menggandeng negara dengan wisatawan muslim yang besar seperti Indonesia untuk melakukan branding, promosi, kerjasama dengan berbagai agen travel, serta harga tiket yang lebih terjangkau.
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel
Kenangan manis selama di Jepang


Makin terjangkau kalau ikutan rombongan bareng travel and tour gitu. Misalnya saja, ini harga yang aku lihat di website Royal Indonesia Travel, Halal Tour ke Jepang selama seminggu cuma habis budget sekitar 25 juta. Itu sudah termasuk pesawat dan hotel bintang 3 di Tokyo, lho! Menurutku harga ini cukup terjangkau, mengingat biaya hidup di Jepang, termasuk harga-harga hotelnya itu mahal-mahal.

Kalau mau traveling ke Japan Golden Route, yaitu rute Tokyo-Osaka-Kyoto yang sangat terkenal di kalangan wisatawan, harganya justru lebih murah, yakni 19 jutaan saja. Ada juga paket Halal Japan Kanto Park dengan harga 22 juta dan yang paling murah adalah Halal Japan Kanto Route dengan budget 12 juta saja.

royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel

Kadang aku kepengen traveling lagi ke Jepang bersama Mamas dan anak-anak. Kalau besok-besok ada rezeki buat kembali lagi ke Jepang, aku pasti mencari perusahaan travel yang amanah dan berpengalaman seperti Royal Indonesia Travel. Kedua poin ini penting banget buat aku, amanah karena yaaah kita tau ya sudah ada berapa agen travel yang harus mendekam di balik jeruji besi karena tidak menjaga kepercayaan pelanggan dengan baik. Kemudian juga harus berpengalaman, karena aku sudah nggak lagi traveling sendirian melainkan dengan keluarga. Keamanan dan kenyamanan tentu jadi prioritas utama. Biar gak ribet juga sih hehehe *emak-emak anti ribet*

Nah, Royal Indonesia travel ini adalah perusahaan jasa biro perjalanan terutama pelayanan paket umrah. Royal Indonesia sudah berpengalaman memberangkatkan jamaah ke tanah suci kurang lebih 7 tahun dengan ribuan jamaah yang tersebar di Indonesia. Sudah punya izin umrah dengan nomor D816/2012 dan kini Royal Indonesia telah tumbuh menjadi perusahaan yang bonafid di dunia industri travel di Indonesia. Tahun 2016 lalu, Royal Indonesia mendapat penghargaan sebagai Pemenang Kedua Operator Haji dan Umroh terbaik dari Kementerian Pariwisata. Testimoni kepuasan jamaah dan juga repeat order di Royal Indonesia ini mencapai lebih dari 80%.
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel

Selain haji dan umroh, Royal Indonesia juga memiliki berbagai macam variasi paket perjalanan sehingga pelanggan dapat memilih sesuka hati sesuai dengan keinginan dan budget. Mulai dari umrah reguler 9 hari, umrah plus wisata ke berbagai negara selama 12 hari, haji plus dan juga wisata muslim ke Turki, Mesir, Jordan, Jerman, Dubai, Spanyol, Maroko, Jepang, Korea, Australia, Bosnia, Palestina dan Tiongkok (China). Royal Indonesia juga mendukung pariwisata halal untuk mengakomodir kebutuhan traveller Indonesia yang mayoritas muslim. Saat ini Royal Indonesia sudah memiliki beberapa paket wisata halal baik mancanegara seperti Jepang maupun wisata lokal seperti Lombok dan Manado.

Nah, sisi amanah yang tadi ku bicarakan, juga dipegang banget sama Royal Indonesia yang juga berperan dalam dunia sosial dan dakwah. Royal Indonesia bekerja sama dengan Cinta Quran dan Cinta Quran Foundation untuk mensukseskan program Indonesia Cinta Quran yang tujuannya adalah membebaskan rakyat muslim di Indonesia dari buta membaca Al-Quran.

Selain itu, salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki Royal Indonesia adalah program Tabungan Umrah dimana jamaah dapat merencanakan dan menentukan sendiri keberangkatannya hanya dengan 2,5 juta Rupiah saja.

Balik lagi ke budget. Kira-kira, 25 juta rupiah (bahkan bisa kurang!) dapet apa aja di Jepang??

Program Halal Holiday Japan

Kalau ikut program Halal Holiday Japan ini, kita bakal menghabiskan sekitar 7 hari di Jepang dengan konsentrasi aktivitas jalan-jalan di Tokyo dan Sano. Traveler akan menggunakan maskapai ANA (All Nippon Airways), maskapai yang mendapat penghargaan penerbangan bintang 5 selama 6 tahun berturut-turut. Menginapnya juga di hotel berbintang 3 atau yang setaraf. Kok gak di bintang 4 dan 5? Eh eh eh, hotel bintang 3 di Tokyo itu sudah baguuss dan harganya pun kebanyakan di atas 1 juta per malamnya! Nih intip itinerary nya di gambar ini:
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel

Uniknya, disini traveler bisa makan dan mencoba membuat ramen halal. As we know, ramen di Jepang itu banyak yang gak halal karena kandungan sake-nya. Hm.. pengalaman langka, nih! Selain itu ada kesempatan juga untuk pakai baju kimono dan foto-foto syantik di dengan setting khas Jepang di zaman Edo. Buat yang pengen belanja, bisa mampir ke Gotemba Outlet Mall yang ada latar belakang Gunung Fuji-nya. Jadi belanja bisa sambil santai-santai lihat Gunung Fuji!


Gotemba Outlet Mall. Itu keliatan puncak Gunung Fujinya! (source: Kenikura)


Program Halal Tour Japan Golden Route

Program Halal Tour Japan Golden Route ini punya fasilitas pesawat dan hotel yang sama seperti program sebelumnya. Bedanya ada pada harga yakni Rp 19.500.000 dan durasi waktunya selama 6 hari. Selain itu, rute pada program ini lebih luas, tidak hanya terpusat di Tokyo saja. Tapi juga ke Kyoto, Yokohama, dan beberapa kota menarik lainnya.
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel


Enaknya kalau ikutan Paket Halal Tour Japan Golden Route ini, kita nggak hanya mengunjungi Tokyo dan sekitarnya saja. Melainkan juga ke Kyoto, Kariya, Atsugi, dan Yokohama. Uniknya, kita juga bisa mengunjungi mata air Gunung Fuji, melihat perkebunan teh terkenal di Jepang, dan nggak perlu khawatir soal makanan halal dan ibadahnya. Lihat saja di jadwal, ada beberapa kali agenda mengunjungi Masjid di Jepang!


Program Halal Tour Japan Kanto Theme Park

Nah, program Halal Tour Japan Kanto Theme Park ini pun punya fasilitas yang sama persis dengan 2 program sebelumnya, baik dari segi pesawat maupun hotel. Durasinya sekitar 6 hari dan berpusat di Tokyo. Bedanya, kalau ambil paket yang ini, traveler bisa sekalian main ke Disney Land!
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel

Program Halal Tour Japan Kanto Route

Kalau kamu on budget dan kepuengen buanget ke Jepang, coba ambil paket Halal Tour Japan Kanto Route ini. Sebab, dari kesemua paket ke Jepang yang ditawarkan oleh Royal Indonesia, paket ini adalah yang paling murah hanya sekitar 12 juta rupiah. Hotelnya sama kok, bintang 3. Bedanya, pesawatnya pakai Citilink atau Air Asia. Dengan budget 12 jutaan, bisa kok berkeliling Tokyo, Chiba, Ginza, dan lain-lain. Coba cek detailnya di bawah ini yuk:
royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel


Coba amatin deh, dari kesemua paket yang ditawarkan pasti ada kunjungan ke Masjidnya. Ini penting banget, kapan lagi bisa mengunjungi masjid-masjid indah di Jepang? Plus ada beragam keuntungan lain seperti:
1. Semakin bersyukur sama Allah, belajar perbedaan budaya dan masyarakat
2. Mendapat pengalaman berharga, misalnya sholat di masjid di Jepang dan membuat ramen halal
3. Belajar sejarah Jepang dan budaya masyarakatnya yang bersih serta rapi
4. Ibadah selama perjalanan tetap terjaga
5. Tidak perlu khawatir dengan makanan halal, semua disediakan oleh pihak travel. Kita tinggal makan aja! 😁

Nah, makin komplit kalau traveler lihat video yang aku buat di bawah ini. Ada beragam destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi kalau traveling halal bareng Royal Indonesia Travel 😍 di video ini ada profilnya Royal Indonesia Travel juga.



royal indonesia travel, lomba blog royal indonesia, halal tour japan, halal tour tokyo, halal tour hiroshima, review royal indonesia travel, halal tour royal indonesia travel
Halal food di Jepang


Sudah bener-bener kebelet ke Jepang? Segera hubungi Royal Indonesia aja ya! Kamu bisa menghubungi Royal Indonesia Travel disini, klik aja masing-masing linknya:
website: http://royalindonesia.id
Twitter: @RITravel_ID
Facebook: Royal Indonesia Travel
Instagram: @RITravel_ID
YouTube: Royal Indonesia Travel



Referensi:


Juli 22, 2018

Mengasuh Secara Sadar dan Terlibat, Rahasia Keluargaku #DukungCerdasnya si Kecil

by , in

review cerebrofort gold, lomba blog cerebrofort gold, parenting blogger indonesia, mindful parenting adalah, anak hebat itu anak yang tangguh, anak hebat itu anak yang bahagia, dukung cerdasnya si kecil


Mengasuh adalah kata kerja, mengembangkan kecerdasan si kecil juga kata kerja. Buatku dan suami, penting sekali keterlibatan, kesadaran, dan kehadiran sebagai orang tua dalam setiap perkembangan si kecil. Terlibat dan sadar dalam arti tidak sekedar menemani dan mendengarkannya, melainkan juga mengamati setiap detail yang ia lakukan. Sebab, dunia anak kecil itu unik. Ketika si kecil memecahkan telur atau menumpahkan tepung, bukan berarti ia nakal, bisa saja ia justru sedang penasaran, dan inilah salah satu tanda bahwa otak dan kreatifitasnya sedang bekerja! Juga, penting sekali membuat suasana eksplorasi menjadi nyaman dan menyenangkan. Karena #AnakCerdasItu anak yang tangguh dan bahagia!


Mengenal Kecerdasan Si Kecil 

Aku percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh, setiap anak memiliki keunikan dan kecerdasannya masing-masing. Hal ini terbukti dari riset seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Howard Gardner, yang mengungkapkan bahwa ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences. Delapan jenis kecerdasan anak yaitu word smart (kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart  (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), music smart (kecerdasan musikal), picture smart (kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis).
review cerebrofort gold, lomba blog cerebrofort gold, parenting blogger indonesia, mindful parenting adalah, anak hebat itu anak yang tangguh, anak hebat itu anak yang bahagia, dukung cerdasnya si kecil


Setiap anak sangat mungkin bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. Untuk itu, tugas utama orang tua adalah mengenali jenis kecerdasan anak, membantu mengasahnya, dan mendukung anak sesuai jenis kecerdasannya.

Pola Pengasuhan yang Baik, Rahasiaku #DukungCerdasnya Si Kecil  

Salah satu upaya untuk mengenali jenis kecerdasan anak adalah melalui pola pengasuhan yang tepat. Sebagai seorang working at home mom, aku sangat bersyukur bisa meluangkan waktu untuk Mahira, anak pertamaku yang kini berusia 2 tahun 1 bulan, meskipun hanya untuk mengulang apa yang ia katakan, ngobrol ringan, mengajaknya jalan-jalan sore, mengajarinya beberapa kosakata baru, dan menemaninya agar berani berkarya. Mahira ini tipikal anak yang malu untuk mencoba pertama kali. Dia perlu didukung dan terus dimotivasi agar berani berkarya. Mahira pertama kali belajar menggambar saat berusia 19 bulan . Tapi Mahira sangat ragu untuk menggoreskan pensil warna di atas kertas. Jadi, kami perlu turun tangan untuk menstimulasi. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba saja rumah sudah penuh coretan tangannya! Hihihi.😀😁 Mahira pun bersorak kegirangan:

"Bebek.. yellow!"
"waiii!" (butterfly)
"hippo!"

Mahira dan mahakaryanya :D


Suamiku yang bekerja, juga selalu meluangkan waktu di pagi atau sore hari bersama Mahira. Kegiatan favorit antara Mahira dan ayahnya adalah melihat kerbau di sore hari dan olahraga. Mahira memang terlihat sangat menonjol dalam kecerdasan tubuh (kinestetik) dan bahasa. Jadi, segala aktivitas parenting kami fokuskan untuk mendukung agar Mahira mampu mengoptimalkan kecerdasannya di masa depan. Lihat saja video di bawah ini, Mahira sangat menikmati berkejaran dengan ayam jago di lapangan dekat rumah! 😁😂


Kunci pengasuhan aku dan suami adalah dengan mengasuh secara sadar dan terlibat. Dalam bahasa Inggris, pola pengasuhan ini disebut dengan Mindful Parenting dan dalam bahasa Indonesia disebut dengan Mengasuh Berkesadaran.

Mengasuh Berkesadaran adalah sikap, ucapan, dan perilaku serta penampilan orang tua yang mengedepankan kesadaran dalam mengasuh buah hati mereka. Sadar dalam artian selalu menjaga kesadarannya dari pikiran, ucapan, dan semua perilaku yang kurang pantas. Beberapa poin yang penting adalah (1) mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan empati; (2) pemahaman dan penerimaan untuk tidak menghakimi; (3) kecerdasan emosional; (4) pola asuh yang bijaksana dan tidak berlebihan; serta (5) mengambil sikap lebih lemah lembut dan pemaaf dalam pengasuhan.
review cerebrofort gold, lomba blog cerebrofort gold, parenting blogger indonesia, mindful parenting adalah, anak hebat itu anak yang tangguh, anak hebat itu anak yang bahagia, dukung cerdasnya si kecil

Dengan pola pengasuhan berkesadaran, Mahira lebih bebas dalam bereksplorasi, akupun juga tidak melarangnya selama itu tidak membahayakan. Sikapku itu semata hanya untuk mendukungnya lebih mengenal diri dan dunia sekitarnya. Sebagai orang tua yang menerapkan pola asuh berkesadaran, aku selalu mengamati tingkah lakunya saat “ngeberantakin rumah”. Buatku, membiarkan Mahira terus penasaran itu sangat penting, agar semakin optimal kemampuan psikomotorik, perhatiannya, bahasa, memori, serta penyelesaian masalah.

Meski demikian, tetap saja ada kendala dalam tahap eksplorasi ini. Yang paling sering aku alami adalah nafsu makan anakku yang belum stabil. Kadang lahap banget, besoknya bisa GTM. Ada yang senasib, buibu? Meskipun Mahira termasuk memiliki pertumbuhan yang baik dan sesuai dengan KMS, aku tetap memberinya nutrisi tambahan melalui susu UHT, madu, dan bila perlu dengan multivitamin Cerebrofort Gold agar ia terus sehat, nafsu makan baik, serta kecerdasannya optimal.


Kebaikan Cerebrofort  

Dari sekian banyak multivitamin untuk anak, aku memilih Cerebrofort Goldyang memiliki komponen yang lengkap untuk menunjang kecerdasan, nafsu makan, sekaligus pertumbuhan anak. Hal ini dikarenakan Cerebrofort Gold mengandung formula yang komplit yaitu AA, DHA, EPA, L-Glutamic Acid dan folid acid yang penting untuk meningkatkan perkembangan otak anak. Selain itu ada komponen lain berupa multivitamin B kompleks, vitamin A, vitamin D, dan vitamin C yang berguna untuk meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan mata, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengandung Lysin dan biotin yang berguna untuk meningkatkan nafsu makan anak dan meningkatkan metabolisme agar gizi anak tetap terjaga.
review cerebrofort gold, lomba blog cerebrofort gold, parenting blogger indonesia, mindful parenting adalah, anak hebat itu anak yang tangguh, anak hebat itu anak yang bahagia, dukung cerdasnya si kecil

review cerebrofort gold, lomba blog cerebrofort gold, parenting blogger indonesia, mindful parenting adalah, anak hebat itu anak yang tangguh, anak hebat itu anak yang bahagia, dukung cerdasnya si kecil



Cerebrofort ini ada yang sirup dengan rasa strawberry dan jeruk, ada juga yang bentuknya kayak permen jadi lebih cocok untuk anak usia 4 tahun ke atas. Untuk yang Cerebrofort Gold, tidak boleh digunakan untuk anak dibawah 1 tahun. Pada kemasannya juga lengkap banget informasi komposisi, kandungan gizi, serta panduan penggunaannya. 

Kalau bunda di rumah, punya rahasia apa dalam #dukungcerdasnya si kecil? Bisikin aku dooong~







Referensi:
http://cerebrofort.id/kebaikan-cerebrofort.html
https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/fx-dimas-prasetyo/aspek-kecerdasan-anak-yang-perlu-mama-ketahui/full

Juli 21, 2018

The Danish Way of Parenting: Sebuah Alternatif Cerdas Bagi Pengasuhan Masa Kini

by , in

pola pengasuhan kekinian, jenis pola pengasuhan, pola pengasuhan ala denmark, negara paling bahagia, mengasuh ala denmark, parenting ala denmark, cara pengasuhan denmark, metode pengasuhan denmark

Pernah nggak baca buku trus termehek-mehek (duh, ketauan ya aku ini anak generasi apa) ama isinya? Abis baca, nangis. Ambil nafas. Baca lagi, terharu. Ambil nafas. Gitu terus sampe selesai. Biasanya kalo baca sambil agak drama kayak gitu sih baca novel ya.. Lha aku endak, lho. Ini baca buku parenting! P-A-R-E-N-T-I-N-G! Buku pengasuhan tapi bisa bikin aku tersentuh, mikir, dan hanyut terbawa masa lalu. Jadi inget kata mbak Dee, kalau buku non-fiksi tapi membuat si pembaca merasakan emosi yang teraduk-aduk bagai baca buku fiksi, bukunya pasti bagus!

Nah, aku kenalin buku parenting yang menurutku wajib dibaca sama orang tua zaman now, yang mau nge-break-down pola pengasuhannya, yang mau belajar demi anak-anaknya. Buku ini judulnya The Danish Way of Parenting dan ditulis oleh Jessica Joelle Alexander bersama Iben Dissing Sandahl. Buku ini baru yes, aku dapet cetakan pertama bulan April tahun 2018. Isinya kira-kira sekitar 180 halaman dan diterbitkan oleh penerbit mayor ternama Penerbit B First (Bentang Pustaka). Buku ini merupakan buku terjemahan dari buku dengan judul dan penulis yang sama, hanya saja buku aslinya sudah diterbitkan tahun 2016 oleh penerbit TarcherPerigee.
pola pengasuhan kekinian, jenis pola pengasuhan, pola pengasuhan ala denmark, negara paling bahagia, mengasuh ala denmark, parenting ala denmark, cara pengasuhan denmark, metode pengasuhan denmark

Kenapa Belajar dari Denmark?

Karena murah! Kita bisa belajar dari buku ini saja, tanpa harus jauh-jauh belajar ke Denmark! Hehehe. Gini, ku beri tahu, Denmark itu adalah negara kecil di bagian utara Eropa yang terkenal dengan berbagai dongeng dan menjadi negara pembuat mainan Lego. Denmark hampir selalu terpilih menjadi negara dengan rakyat yang paling bahagia oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) setiap tahunnya sejak tahun 1973. Bayangin, berarti sudah lebih dari 40 tahun orang Denmark secara konsisten terpilih menjadi orang paling bahagia di dunia! Coba lihat ranking dari World Happiness Rank ini, sejak tahun 2015 sampai tahun 2017, Denmark selalu berada di 5 besar. Amerika Serikat yang punya semboyan “The Pursuit of Happiness” pada proklamasi kemerdekaannya dan punya buanyak buku self help bahkan tidak ada di urutan 10 teratas.
pola pengasuhan kekinian, jenis pola pengasuhan, pola pengasuhan ala denmark, negara paling bahagia, mengasuh ala denmark, parenting ala denmark, cara pengasuhan denmark, metode pengasuhan denmark


Indonesia urutan berapa? Hehehe. 96. Gapapa lah, masih dapet 100 besar to. Tapi sebagai negara yang urutan kebahagiaannya agak buncit, kenapa kita ndak belajar dari Denmark ini? Apa rahasianya? Apa warisan turun temurunnya? Apa karena sistem sosial, rumah, atau pemerintahan? Endak juga. Karena pajak disana tinggi, yah kebanyakan pajak di negara maju emang tinggi. Lalu karena apa?

Jawabannya adalah pola pengasuhan. Orang Denmark memiliki filosofi dalam gaya pengasuhan yang diwariskan secara turun temurun. Metode parenting Denmark yang terus berulang ini menghasilkan anak-anak yang tangguh, yang stabil emosinya, dan dari anak yang bahagia ini kemudian lahir pula ketegasan saat dewasa, keteguhan emosi, dan bisa ditebak, mereka mewariskan gaya pengasuhan yang baik ini kepada anak-anak mereka sendiri. Setelah aku baca, banyak hal memang cukup berbeda dengan pola pengasuhan di Indonesia. Beberapa poin, sebetulnya sudah mulai disosialisasikan dan dikembangkan oleh pemerintah serta pemerhati pendidikan. Tapi, belum banyak yang menerapkan. Paling hanya para orang tua yang mau melek informasi dan mau belajar.


Pembawaan Alami Memengaruhi Pola Pengasuhan

Memang tidak ada yang namanya cara yang benar , at least yang betul-betul benar dalam mengasuh anak. Sebab, gaya mengasuh anak itu sangat subyektif. Orang-orang muslim akan mengatakan, cara yang paling benar adalah mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah kemudian beberapa dari mereka membuat satu-dua buku dengan metode tersendiri. Pun dalam agama lain, sudah pasti punya gaya pengasuhan yang berbeda. Belum lagi gaya pengasuhan yang diwariskan di negara masing-masing, atau bahkan di kota masing-masing dengan ciri khas budaya yang pasti berbeda. Sudah pasti menghasilkan gaya pengasuhan yang berbeda pula.

Tapi.... ada garis besar kesamaan yang tidak bisa kita tolak saat ini: era global dan karakter alami anak-anak. Siapapun, dimanapun, dengan latar belakang apapun, anak-anak kita tidak akan pernah luput dari pengaruh era global yang bisa dengan mudah mengubah perilaku anak-anak kita. Kalau pondasi melalui pengasuhan yang kita terapkan sangat lemah, bisa dibayangkan to jarak antara orang tua dan anak akan makin lebar. Sehingga sangat perlu bagi kita untuk melepas kacamata sebentar sambil tanya sama diri sendiri: sudah tepatkah caraku mengasuh anak-anak? Apa hasil dari gaya pengasuhan yang aku terapkan pada mereka? Coba kita lihat lebih dekat lagi, apa reaksi anak-anak dari gaya pengasuhan yang kita terapkan.

Semoga kita sebagai orang tua endak lupa ya, bahwa mengasuh anak adalah sebuah kata kerja, sebagaimana mencintai. Perlu usaha dan kerja untuk memberikan hal yang positif. Perlu kesadaran yang terus kita libatkan agar menjadi orang tua yang baik. Sadar atau tidak, kebanyakan pola pengasuhan kita berasal dari pembawaan alami yang diturunkan oleh orang tua. Kayaknya udah mendarah daging dan udah ter-instal ke dalam otak dan tubuh kita. Pembawaan dan warisan ini, kelak akan menjadi cara kita untuk mengasuh anak. Orang yang dulunya dididik keras, cenderung keras kepada anaknya. Orang yang dulunya dikelilingi oleh kalimat-kalimat negatif dan cemoohan, cenderung mudah stres dan kurang bisa memahami emosinya, apalagi memahami emosi anak-anaknya. Orang yang dididik menjadi matre, juga kelak begitu ke anak-anaknya. Hanya sebagian saja yang mau memotong mata rantai dengan cara berpikir ulang, merefleksikan, kembali memelajari serta memahami “setelan bawaan”nya ini.

Buku ini akan membantu kita untuk lebih sadar sebagai orang tua, sadar akan tindakan, keputusan, bahkan ucapan-ucapan kita untuk menjadi orang tua yang lebih baik dan mampu menciptakan energi positif dan pondasi yang tepat untuk anak-anak. Kita diajak untuk menciptakan warisan yang lebih baik untuk anak-anak, dan mungkin untuk cucu kita kelak.

Jujur saja, aku termasuk orang yang berpikir ulang tentang bawaan alami yang aku miliki. Ada beberapa pengalaman buruk di masa kecil, kurang intim dengan orang tua, bullying, labelling, penuh pemaknaan negatif, direndahkan, dan lain sebagainya, membuat aku kembali trenyuh saat membaca halaman demi halaman pada buku ini. Kadang aku kaget dan tersadar, oiya, ada sifat tertentu dalam diriku yang terbentuk dari apa yang terjadi di masa lalu. Misalnya, pengelolaan emosi, kemampuan untuk memaknai ulang, itu dua hal yang sangat lemah di aku. Pernah suatu ketika aku tidak mampu menahan stres, karena persoalan yang sebetulnya bisa kok dimaknai ulang, tapi yah... kadung gak bisa mengelola emosi. Akhirnya Mahira pun kena getahnya juga. Saat itu aku bener-bener nyesel  banget dan jadi salah satu titik pemicu untuk “meletakkan kacamata” dan memahami diri, agar bisa membantu anak-anak memahami dirinya.
pola pengasuhan kekinian, jenis pola pengasuhan, pola pengasuhan ala denmark, negara paling bahagia, mengasuh ala denmark, parenting ala denmark, cara pengasuhan denmark, metode pengasuhan denmark


Memaknai kembali P-A-R-E-N-T

Buku ini membuat singkatan yang mudah diingat tentang prinsip dan gaya pengasuhan ala orang Denmark. Kesemua prinsipnya disingkat P-A-R-E-N-T yang artinya ada di bawah ini PLUS aku sisipkan juga quotes favoritku pada tiap babnya:

Play – tentang bagaimana bermain justru menciptakan orang dewasa yang lebih bahagia, mudah beradaptasi, dan tangguh.
Quote favorit:
“Bermain mengajari mereka ketangguhan. Dan, ketangguhan sudah terbukti menjadi satu dari faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa. Kemampuan untuk bouce back, mengelola emosi, dan menghadapi stres adalah kunci untuk hidup sehat pada orang dewasa” – halaman 12
“Ketangguhan bukan diperoleh dengan menghindari stres, melainkan dengan belajar bagaimana menjinakkan dan menguasainya. Apakah kita merampas kemampuan anak-anak untuk mengatur stres dengan tidak memperbolehkan mereka bermain dengan cukup? – halaman 19-20.
“Semakin banyak bermain, mereka akan semakin tangguh dan mahir dalam pergaulan.” – halaman 24.

Authenticity – tentang mengapa kejujuran mampu menciptakan citra diri yang lebih kuat. Juga tentang pujian (yang cukup) bisa digunakan untuk membentuk pola pikir yang bertumbuh daripada kaku, dan akan membuat anak lebih tangguh.
Quotes favorit:
“Bagi orang Denmark, kenyataan dimulai dengan sebuah pemaknaan dari emosi kita sendiri. Jika kita mengajari anak-anak untuk mengenali dan menerima perasaan sesungguhnya yang mereka miliki, baik maupun buruk, dan bertingkah dengan cara yang konsisten sesuai nilai-nilai, tantangan ataupun jalan berbatu dalam kehidupan tidak akan menjatuhkan mereka.” – halaman 34.
“Anak-anak dengan pola pikir yang berkembang (growth mindset) akan berlaku sebaliknya, cenderung peduli pada pembelajaran. Mereka didorong untuk fokus pada usaha daripada kecerdasan.” – halaman 39.

Reframing – tentang mengapa reframing (memaknai ulang) bisa mengubah hidup kita sebagai orang tua dan anak-anak kita menjadi lebih baik.
Quotes favorit:
“Dengan memaknai ulang apa yang kita katakan menjadi sesuatu yang lebih suportif dan lebih tidak definitif, kita sesungguhnya mengubah cara dalam merasakan sesuatu.” – halaman 56.
“Cobalah mengeksternalkan bahasa. Pisahkan tindakan dari orangnya. Daripada mengatakan dia pemalas atau dia agresif, cobalah melihatnya sebagai isu eksternal dan bukan bawaan. Mengatakan dia terpengaruh oleh rasa malas dan dia terjebak oleh momen agresif sangat berbeda dari melabeli mereka sebagai mereka memang seperti itu,” – halaman 71

Emphaty – tentang pemberian pemahaman, menyatukan, dan mengajarkan empati sangat penting dalam menciptakan anak dan orang dewasa yang lebih bahagia.
Quotes favorit:
“Empati bukanlah kemewahan untuk umat manusia, melainkan keharusan. Kita bertahan bukan karena kita mempunyai cakar dan bukan karena kita mempunyai traing yang besar. Kita bertahan karena kita bisa berkomunikasi dan berkolaborasi.” – halaman 82
“Salah satu pilar dalam cara Denmark untuk mengajarkan empati adalah tidak menghakimi.” – halaman 92.

No Ultimatums – tentang mengapa menghindari penggunaan kekuatan dan menggunakan pendekatan pola pengasuhan yang lebih demokratis mampu mendorong terciptanya kepercayaan, ketangguhan, dan anak-anak yang lebih bahagia.
Quotes favorit:
“Orang tua yang menabok bisanya hanya melanjutkan dari pembawaan alami mereka berdasarkan cara mereka dibesarkan, yang biasanya cukup melibatkan fisik.” – halaman 98.
“Ingat, bukan anaknya yang buruk, melainkan tindakannya yang buruk.” – halaman 107.

Togetherness dan Hygge (kenyamanan) – tentang mengapa hubungan sosial yang kuat menjadi salah satu faktor kebahagiaan secara keseluruhan. Menciptakan kenyamanan, juga bisa membantu kita memberikan warisan berharga ini kepada anak.
Quote favorit:
“Ini adalah tentang memilih untuk menikmati momen yang paling penting dan berharga dari hidup kita –momen bersama anak-anak, keluarga, dan teman-teman serta menghormatinya sebagai sesuatu yang penting.” – halaman 134.

Salah satu hal yang sangat aku suka dari buku ini adalah berbasis riset. Pada halaman belakang, bunda bisa melihat referensi per-bab yang digunakan dalam buku ini. Berbasis riset itu sama saja buku ini bisa dipertanggungjawabkan isinya plus sudah pasti menunjukkan kualitas dari buku The Danish Way of Parenting ini. Selain itu ada beberapa ilustrasi dan kalimat yang di highlight, juga pada tiap bab terdapat tips yang sangat efektif dan bisa dipraktikkan di keluarga. Secara keseluruhan, membaca buku ini nggak bikin pusing. Penataan font nya pas dan juga tidak tebal. Ringan tapi berisi. Pas banget lah kalau dibaca emak-emak sambil ngeloni anaknya hehehe!


GIVEAWAY ALERT!

Nah, aku dan Bentang Pustaka mau bagi-bagi dua buku The Danish Way of Parenting ini GRATIS TIS TIS buat 2 orang pemenang yang memenuhi syarat. Baca baik-baik ya ketentuannya:

1. Posting artikel tentang pengalaman parenting dan dikaitkan dengan harapannya dari buku The Danish Way of Parenting.
2. Sertakan keyword dan backlink:
metode parenting Denmark (backlink ke www.bentangpustaka.com)
- parenting blogger Indonesia (backlink ke www.bundabiya.com)
3. Komen “sudah posting di blablabla.com” pada kolom komen di bawah ini untuk temen-temen yang sudah nge-post dengan syarat di atas. Mohon tanpa link hidup ya, tulis saja nama websitenya misal “sudah posting di bundabiya.com
4. Follow akun instagram @BentangKids dan @NabillaDP (klik pada link)

Ku tunggu sampai tanggal 31 Juli jam 16.00 ya! Tulisan akan diseleksi langsung oleh Bentang Pustaka dan pengumumannya insya Allah di tanggal 1 Agustus :)




---

Artikel ini merupakan artikel dengan kategori berbayar / sponsored post, kolaborasi antara www.bundabiya.com dengan PT Bentang Pustaka.
Juli 18, 2018

Mindful Parenting: Kunci Sukses Penyelenggaraan Pendidikan di Era Digital

by , in

pola pengasuhan anak, pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian, mengasuh berkesadaran, mindful parenting, mindful parenting adalah

Generation Gap atau yang dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai kesenjangan antar generasi, kerap menjadi persoalan dasar dalam mendidik anak. Adanya perbedaan yang kerap menjadi “jurang pemisah” atau jarak antara orang tua dengan anak bisa terjadi di berbagai aspek, seperti teknologi, kebiasaan, komunikasi, kreativitas, sistem pendidikan, prinsip, dan lain sebagainya. Orang tua perlu menyadari dan memahami adanya perbedaan ini agar jarak semakin dekat dan komunikasi dengan anak pun bisa berjalan dengan lancar dan pendidikan di dalam keluarga pun dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip kebaikan yang dianut oleh keluarga.

Generation gap ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Pertama, adanya perbedaan klasifikasi generasi. Terdapat beberapa klasifikasi generasi, pertama Generasi Baby Boom (1943 - 1960), Generasi X (1961 - 1981), Generasi Y atau biasa disebut sebagai Generasi Millennials (1982 - 1994), Generasi X atau homelanders (1995 - 2010), dan Generasi Alpha (2011 - sekarang). Diantara para generasi di atas, yang termasuk digital native adalah Generasi Y, Z, dan Alpha, sebab ketiga generasi ini lahir dan besar di era teknologi dan internet yang tumbuh pesat, meskipun dengan arus yang berbeda. Generasi digital native ini sangat cepat dalam menyerap teknologi terbaru. Hal ini dapat kita lihat dari sebuah riset oleh We Are Social dan Hootsuite yang menunjukkan pengguna Facebook yang didominasi oleh usia generasi Y, Z, dan Alpha. Tahun 2017, APJII juga mengeluarkan data bahwa anak-anak usia 13-18 tahun memiliki penetrasi paling tinggi dalam penggunaan internet.
pola pengasuhan anak, pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian, mengasuh berkesadaran, mindful parenting, mindful parenting adalah

pola pengasuhan anak, pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian, mengasuh berkesadaran, mindful parenting, mindful parenting adalah

Menurut data terbaru, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan. Terdapat studi yang YKBH yang menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja memiliki tiga motivasi utama untuk mengakses internet: untuk kegiatan belajar, bermain games, dan menonton film atau video.

pola pengasuhan anak, pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian, mengasuh berkesadaran, mindful parenting, mindful parenting adalah


Semakin kesini, gap antara orang tua dan anak akan semakin jauh akibat berkembangnya teknologi dan daya serap tinggi anak-anak terhadap internet. Dalam kondisi ini kita patut bertanya pada diri sendiri, siapa yang lebih dekat dengan anak, kita sebagai orang tua atau smartphone yang digenggam mereka?

Kita tentu bisa melihat bahaya yang nyata apabila sebuah mesin bernama smartphone menjadi sahabat anak. Sekarang saja, sudah banyak anak dan remaja yang memberikan data-data pribadi, terpapar pornografi, dan terpengaruh dengan konten-konten yang tersebar di media sosial. Tanpa kehadiran nyata dalam pengasuhan dan keterlibatan kita sebagai orang tua, anak-anak kita akan mudah hilang arah.


Mengenal Mindful Parenting

Indonesia memiliki 5 macam pola pengasuhan yang cukup populer. Pertama, pola pengasuhan otoriter yang ditunjukkan dengan perilaku orang tua yang cenderung memiliki kekuasaan penuh terhadap anak, menuntut, mendikte, kaku, dan keras. Kedua, pola pengasuhan otoritatif, yakni perilaku orang tua yang mengontrol dan menuntut tetapi dengan sikap yang hangat, komunikasi dua arah dilakukan secara rasional dan positif. Ketiga, pola pengasuhan permisif, yakni cara orang tua memperlakukan anak sesuai dengan kemauannya. Keempat, pola pengasuhan penelantar, yakni sikap yang ditunjukkan dengan perilaku orang tua yang kerap mengabaikan anak, baik secara fisik maupun psikis. Kelima, pola pengasuhan positif, yakni perlakuan orang tua kepada anak yang cenderung memberi semangat, reasonable, perhatian, pola yang rileks, tanggung jawab, dan berdampak baik pada perkembangan anak. Keenam, pola pengasuhan negatif yang dapat dikenali melalui ucapan dan tindakan orang tua yang terlalu mengkritik, terlalu memproteksi, tidak terlibat, dan cenderung berdampak buruk pada kepribadian anak.

Selain kelima pola pengasuhan di atas, sekarang mulai dikenal pola pengasuhan baru bernama Mindful Parenting atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Mengasuh Berkesadaran. Salah satu bahan bacaan mengenai Mindful Parenting ini bisa didapatkan melalui e-book dari laman Sahabat Keluarga Kemdikbud. Sahabat keluarga Kemdikbud telah menyarikan konsep Mindful Parenting dari studi literatur Timur dan Barat dan dengan pendekatan budaya nusantara.

Mindful Parenting Berasal dari kata Mindful yang berarti sepenuhnya hadir atau sadar yang mengacu pada orang yang selalu menjaga kesadarannya dari pikiran, ucapan, dan semua perilaku yang kurang pantas. Sementara Parenting dapat diartikan sebagai pola mengasuh, yaitu cara orang tua mengasuh anak-anaknya agar tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Dengan demikian, Mindful Parenting atau Mengasuh Berkesadaran adalah sikap, ucapan, perilaku serta penampilan orang tua yang mengedepankan kesadaran dalam mengasuh buah hati mereka.

Konsep Mindful Parenting ini terbilang baru dan bahkan cukup unik bagi masyarakat Indonesia yang terbiasa menjalankan pola pengasuhan berdasarkan pola yang telah diwariskan turun temurun dalam keluarga. Meski demikian, rupanya Mindful Parenting rupanya sudah banyak diteliti oleh berbagai peneliti di luar negeri dan telah dikenal sejak awal tahun 2000-an.

Pola pengasuhan berkesadaran atau Mindful Parenting adalah salah satu metode yang disarankan untuk membangun hubungan yang aman antara orang tua dan anak (Siegel dan Hartzell, 2003). Konsep Mindful Parenting di Indonesia ini mencakup lima dimensi yang relevan dalam inter dan antar keluarga yang terdiri dari:
1. mendengarkan dengan penuh perhatian, berbicara dengan empati
2. pemahaman dan penerimaan untuk tidak menghakimi
3. pengaturan emosi atau kecerdasan emosional
4. pola asuh yang bijaksana dan tidak berlebihan
5. welas asih untuk diri sendiri dan anak.

Kelima dimensi Mindful Parenting yang telah dikemas sesuai dengan kondisi sosial budaya di Indonesia ini dapat diterapkan untuk berbagai fase, mulai dari bayi hingga ketika anak menapaki jenjang perguruan tinggi.


Lima Dimensi Mindful Parenting

Konsep Mindful Parenting ini memiliki 5 (lima) dimensi. Masing-masing dimensi ini apabila dapat diterapkan dengan baik oleh keluarga dapat memengaruhi kesuksesan penyelenggaraan pendidikan di era digital.

Pertama, mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati.
Dimensi pertama dari Mengasuh Berkesadaran adalah mengedepankan bagaimana orang tua mampu memadukan pendengaran dan perhatian yang penuh serta benar-benar hadir untuk anak. Kesadaran dan kehadiran ini menjadi poin penting, tidak peduli apakah status orang tua adalah pekerja di rumah maupun pekerja kantoran, prinsipnya adalah hadir ketika momen bersama anak itu datang. Hadir sepenuhnya berarti orang tua harus siap menanggalkan segala urusan kantor di rumah, mematikan smartphone sejenak untuk berbincang penuh perhatian dengan anak, sehingga anak pun akan merasa kehadiran penuh orang tua untuk mereka. Cara ini dapat diterapkan orang tua mulai dari saat anak berada di fase bayi hingga perguruan tinggi. Orang tua yang mempraktikkan konsep mendengar dan berbicara secara berkesadaran akan lebih sensitif terhadap isi percakapan, lebih memahami serta mampu mendeteksi kebutuhan anak. Orang tua, dengan sendirinya, akan mampu menangkap makna tersembunyi dibalik kalimat-kalimat yang diucapkan si anak.
  
Kedua, pemahaman dan penerimaan diri serta tidak menghakimi anak.
Anak sering memiliki persepsi atas penilaian dan kompetensi yang sangat tergantung pada apa yang ada di benak orang tua. Penilaian orang tua ini memiliki pengaruh yang besar pada harapan, nilai, dan perilaku anak. Misalnya saja, labeling bahwa anak ini nakal, padahal sesungguhnya ia hanya memiliki keingintahuan tinggi dan perlu diarahkan. Atau kecenderungan orang tua untuk memaksakan impian masa lalu mereka pada anak-anak.

Sikap ini sangat perlu dihindari. Orang tua perlu menerima bahwa anak bukanlah potret dirinya semasa kecil. Anak memiliki kemauan, potensi, dan impian yang berbeda dari orang tua. Apabila orang tua mampu menghindari penghakiman ini, orang tua akan mampu menerima gagasan cemerlang yang masuk dari anak, lebih mudah menyesuaikan pola asuh, serta menerapkan standar yang diinginkan bersama-sama dengan anak. Dengan begini, terciptalah win-win solution antara orang tua dan anak, terbangun komunikasi yang baik, dan bisa jadi di masa depan, orang tua menjadi figur panutan bagi anak.

Ketiga, pengaturan emosi diri dan anak.
Untuk dapat menerapkan proses mendengar dengan penuh perhatian dan sikap tanpa menghakimi, orang tua perlu memahami emosi diri dan emosi anaknya. Hal ini dikarenakan pengalaman negatif dan positif orang tua dapat memengaruhi perilaku parenting. Bahkan dapat dikatakan, semua aspek parenting dipengaruhi oleh keterlibatan serta persepsi dari orang tua.

Orang tua yang mampu mengidentifikasi emosi diri dan anaknya akan mampu lebih sadar dalam berinteraksi, serta mampu membuat beragam pilihan secara sadar bagaimana harus merespon anak. Kematangan emosi orang tua akan berpengaruh sangat kuat kepada kematangan emosional anak di masa depan. Sebagai contoh, banyak sekali anak-anak yang sangat acuh, tidak toleran, dan tidak memiliki empati. Salah satu sebabnya adalah karena ia tumbuh di tengah keluarga yang tidak mampu mengembangkan kecerdasan dan kematangan emosional.

Keempat, pengaturan atau pengendalian diri yang bijaksana dalam hubungan parenting.
Mengasuh Berkesadaran membangun praktik-praktik parenting seperti mengajarkan anak bagaimana mengekspresikan diri, berbicara tentang perasaannya, melabel keadaan, hingga pada gilirannya mampu membangun kemampuan anak dalam pengendalian diri. Pengaturan dan pengendalian diri pada dasarnya adalah proses dimana orang tua tidak menunjukkan fluktuasi yang berlebihan terhadap perilaku anak. Misalnya, terlalu menyanjung, mengelu-elukan prestasi anak, atau bahkan terlalu menghakimi, memandang remeh, dan mennyepelekan anak. Kedua kubu ekstrim ini harus dihindari, agar anak terhindar juga dari sifat angkuh, minder, atau merasa tidak mampu.

Kelima, welas asih untuk diri sendiri dan anak.
Welas asih merupakan bentuk rasa kemanusiaan pada umumya. Orang tua yang menerapkan prinsip dan sikap welas asih, memungkinkan mereka untuk mengambil sikap lebih lemah lembut dan lebih pemaaf dalam pola asuhnya. Welas asih dalam “Mengasuh Berkesadaran” mampu menghindarkan diri dari menyalahkan diri ketika tujuan orang tua tidak tercapai, melahirkan anak-anak yang peduli sesama, serta memberi warisan yang baik kepada anak agar bisa membuat dunia lebih nyaman dan lebih pantas untuk ditempati.

Di Indonesia konsep “Mengasuh Berkesadaran” ini tidak bisa hanya diterapkan oleh orang tua saja. Meskipun orang tua berada di lingkaran terdalam atau inner circle, terdapat unsur-unsur lain dalam pendidikan keluarga yang memengaruhi kesuksesan Mindful Parenting. Selain orang tua dan anak, ada unsur lain seperti, kakek nenek, keluarga besar, asisten rumah tangga, teman-teman anak, tetangga, dan lingkungan. Apalagi kondisi di Indonesia yang sangat guyub ini, tidak dapat dipungkiri bahwa interaksi dengan semua komponen ini dapat membantu pembentukan watak, karakter, dan sifat anak di kemudian hari.
pola pengasuhan anak, pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan di era kekinian, mengasuh berkesadaran, mindful parenting, mindful parenting adalah



Mindful Parenting sebagai Kunci Utama Kesuksesan Penyelenggaraan Pendidikan di Era Digital

Pilihan untuk “membentuk” anak dengan cara apa dan bagaimana ini tentu saja berada di tangan orang tua, apakah mau anaknya membawa manfaat atau kerugian. Memilih pola asuh dengan konsep Mindful Parenting ataupun pola asuh yang negatif, sebetulnya sama-sama mengeluarkan energi. Mengapa kita tidak berinvestasi pada energi yang baik saja?

Apalagi di zaman sekarang, perilaku dan pola pikir anak sangat mudah dipengaruhi oleh perkembangan era digital. Era digital seperti pisau bermata dua, jika tidak berhati-hati, bisa-bisa kita sendiri yang terluka. Penting bagi para orang tua untuk tidak terlalu permisif terhadap anak dalam berinteraksi dengan dunia digital. Dunia digital, kehadiran smartphone, dan internet cepat tidak bisa kita hindari serta tidak bisa pula kita salahkan. Poin yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan anak-anak dengan cara terbuka dan terpercaya. Seringnya menggunakan internet membuat anak-anak yang masih memiliki pemikiran serta filter yang belum sepenuhnya terbangun, bisa menyebabkan mereka mendapat ancaman, seperti: kesehatan mata anak, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, menurunnya prestasi dan kemauan belajar anak, menghambat perkembangan fisik, perkembangan sosial, terganggunya perkembangan otak, serta resiko tertundanya perkembangan bahasa anak khususnya untuk anak di bawah 2 tahun yang sudah terpapar internet.

Oleh karenanya penting sekali bagi kita sekalu orang tua untuk mengoreksi pola asuh. Sudah tidak bisa lagi kita terpaku pada pola pengasuhan zaman dulu yang diwariskan secara turun-temurun dari orang tua atau kakek nenek kita. Perlu adanya pendekatan yang lebih intim, pengasuhan yang tebih terlibat serta memasukkan kesadaran dalam tiap perilaku dan ucapan kita ke anak. Ingat satu pepatah lama: children see, children do. Anak melihat dan anak melakukan. Pola pengasuhan yang tepat di keluarga dan bisa menjadi kunci bagi pendidikan anak di Era digital ini adalah dengan Mengasuh Berkesadaran. Pola pengasuhan ini dapat menjadi kunci pelibatan keluarga dalam menyukseskan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Tanpa melakukan proses parenting dengan penuh kesadaran, perbedaan generasi, prinsip, dan pandangan antara orang tua dan anak dapat memperbesar konflik dan jurang pemisah. Dengan memahami dunia anak, orang tua akan mampu mengarahkan anak dengan cara yang baik pula. Misalnya saja, ketika berhadapan dengan era digital, orang tua bisa melakukan pendampingan saat anak bermain gadget. Selain itu, orang tua juga perlu mengenalkan kepada anak mengenai manfaat-manfaat internet seperti internet dapat menjadi alternatif baru untuk (i) mencari informasi, (ii) belajar berbagai bahasa dengan mudah, (iii) belajar berbagai mata pelajaran, (iv) berkarya lebih kreatif, (v) berkomunikasi, (vi) berbisnis, (vii) menyalurkan hobi seperti desain, menulis, dan fotografi, (viii) bermain dan mencari hiburan, (ix) menjelajahi dunia, dan lain-lain.

Dengan menerapkan konsep Mindful Parenting atau Mengasuh Berkesadaran, kita dapat membantu anak kita untuk terhindar dari efek negatif dunia digital berupa kecanduan, keterbukaan privasi anak, pornografi, perdagangan anak, pelecehan seksual, cyber bullying, dan lain-lain. Selain itu terdapat pula sejumlah manfaat yang bisa kita panen dari menerapkan Mengasuh Berkesadaran yakni:
1. Anak memiliki perilaku yang lebih positif. Temuan ini telah diteliti di University of Vermount yang menyurvei lebih dari 600 orang tua anak-anak usia 3 sampai 17 tahun dalam menerapkan pola pengasuhannya. Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua yang melakukan pola pengasuhan secara sadar atau terlibat dan dengan membawa nilai-nilai positif, berhubungan pada perilaku anak-anak mereka yang juga lebih positif, peduli, dan tidak mudah stres. Manfaat ini dapat membantu kita untuk menghindarkan anak dari resiko kecanduan gadget dan internet untuk sesuatu yang negatif.

2. Mengasuh berkesadaran membuat orang tua tetap terhubung dengan tujuan pengasuhan mereka, bahkan bisa jadi lebih baik sebab orang tua mampu mengakomodir kemauan, pendapat, serta gagasan anak. Bukan tidak mungkin jika satu keluarga bisa memiliki sebuah project yang memiliki pengaruh yang lebih luas karena kekompakan pola pengasuhan dari keluarga.

3. Mengasuh Berkesadaran yang diterapkan sejak usia dini, sangat membantu anak untuk mengembangkan middle prefrontal cortex atau korteks prefrontal tengah, sebuah bagian otak yang mengatur tubuh, meningkatkan komunikasi yang selaras, memperkuat “tombol jeda”, menciptakan keseimbangan emosional, menenangkan ketakutan, dan mendorong empati, intuisi, serta moralitas.

4. Mengasuh berkesadaran mampu mereduksi tingkat stres di sisi orang tua dan anak. Ketika ada problem, orang tua akan lebih terbiasa mencari solusi dengan cara yang baik, bukan dengan cara instan dan penuh intimidasi.

5. Mengasuh berkesadaran membantu anak untuk lebih prestatif, serta lebih sehat secara mental dan fisik.

Jadi gimana bunda, sudah siap menerapkan mindfull parenting di era digital ini?