Rabu, 24 Juli 2013

Bittersweet Trip

a sunset in Kunming

Somewhere near Zhejiang Province, China, 2012

Salah satu waktu yang paling aku suka di perjalanan, adalah menempuh perjalanan itu sendiri. duduk di pesawat, menikmati film dan lagu, atau baca-baca buku.
menikmati perjalanan malam di bis, dan menjadi seorang yang terasing di kereta.
bagai menikmati obat batuk jenis sirup yang manis; dipaksa diam untuk beristirahat bagai anak kecil meminum obat, namun disatu sisi sangat menyenangkan.

Adalah perjalanan Guangzhou - Hangzhou, perjalanan menuju kembali ke tanah air, yang aku tempuh menggunakan kereta hard seat selama 24 jam lebih dan kembali menjadi perempuan asing yang berjilbab dan diliatin penduduk lokal China. Aku sendiri, betul-betul sendiri karena ngga ada yang bisa diajak ngobrol pake bahasa inggris. Beli makanan untuk buka puasa (waktu itu bertepatan bulan Ramadhan tahun 2012) aku harus ngeluarin kamus, beli mie seduh yang non-pork. Sekalipun merasa asing dengan kehadiranku dan kadang-kadang kelakuannya ngga sopan, misalnya nunjuk-nujuk aku seenaknya, keramahan penduduk lokal China ngga aku pungkiri. Misalnya, nawarin aku timun, kuaci, dan berbagi meja untuk bersandar tidur.

Dan Mainland China, menawarkan pemandangan yang indah, hamparan rumput dan bebatuan, jarang rumah penduduk, so greeny. menyenangkan dipandang.

Pagi itu di kereta, sebelum subuh aku terbangun, dengan earphone yang masih nancep di telinga kanan dan mata yang masih menerka-nerka pemandangan di luar jendela, samar-samar terdengar salah satu lagu kesukaan yang dinyanyikan Adele. Dalam keadaan setengah sadar aku bergumam, ah, kenapa masih se nyeri ini rasanya.

Bait lagu yang tidak sengaja terdengar itu, seolah mem-pause momen pagi itu, membiarkan mata untuk menikmati matahari terbit, dan memaksa memori untuk memutar ulang yang tersisa dari beberapa tahun sebelumnya. Aku terheran-heran, kenapa masih tersisa sakit yang semacam ini? padahal aku sudah lama melalui momen, yes gue udah lupa! 

yang menyebalkan,
perjalanan kadang memaksa untuk mengingat-ingat memori yang demikian.
namun yang menyenangkan,
pelan-pelan ia akan terlepas, menyatu bersama alam.

butuh waktu yang tidak singkat,
dan terpisah jarak puluhan kilometer untuk membuat tali silaturahim ini kembali normal.
sekalipun diam mu meninggalkan banyak ketidak jelasan
namun hari ini aku mengamini satu hal, bukan tanpa alasan kita pernah dipertemukan

***
Malang, 2013

Aku gemes, kamu sama sekali ngga mau menjawab apa yang aku tanyakan.
ketahuilah, diam dan senyum mu itu sama sekali ngga menjawab.
kenapa kamu biarkan aku larut dalam berbagai perkiraan?

ataukah memang kamu ngga ingin aku mengetahuinya?
karena perkara ini, inginmu, hanya kamu dan Allah yang tau.

benarkah demikian?

***

Malang dan beberapa sudut di Mekkah, 2013

sesungguhnya aku sama sekali tidak mengizinkanmu masuk
tapi kau memaksa tetap mengetuk
aku peringatkan, kembali saja pulang
jika tujuanmu datang masih kau sembunyikan

karena sesungguhnya aku akan sangat malu padaNya
jika mendapati yang ku pinta dibawah naunganNya
tidak memiliki tujuan pulang yang sama

***

bukan lupa yang mampu mengobati,
tapi ketaatan pada agama inilah yang akan memilah
mana yang harus dibuang dan mana yang tetap disimpan sebagai pelajaran
- Kalila, salah satu tokoh perempuan dalam serial PPT 7.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @nabilladp