Kamis, 30 Agustus 2018

Ikhtiarku dalam Memberikan Perlindungan Maksimal untuk Keluarga dengan Allisya Protection Plus


asuransi syariah, konsep asuransi syariah, cara kerja asuransi syariah, lomba blog allianz, allianz syariah, allisya protection plus, perlindungan maksimal dari allisya protection plus


Menjadi seorang ibu membuatku memikirkan (lebih) banyak hal. Tidak hanya  tentang aku dan suami, tetapi juga tentang anak, keluarga besarku, juga keluarga besar suami. Aku bersyukur kemarin-kemarin sempat diuji dengan masalah finansial yang cukup berat untuk pasangan muda, sebab, masalah itu rupanya membuatku dan suami lebih kuat.

Aku juga jadi lebih semangat untuk menyuntik berbagai wawasan tentang finansial. Meski demikian, sebagai seorang muslimah, aku juga menjadi lebih selektif dalam memilih produk. Misalnya saja, untuk tabungan keluarga, aku sudah memilih produk di salah satu perbankan syariah.

Satu hal yang belum berani aku utak-atik, yakni mengenai asuransi. Paling banter mah pakai asuransi travel ya kalau lagi dibutuhkan terutama saat ke luar negeri hehehe! Kalaupun nanti pakai asuransi, aku juga inginnya pakai yang syariah. Tapi ya, gimana sampai sekarang belum ada yang cocok.

Sebetulnya aku sudah menyadari bahwa ada beberapa manfaat asuransi syariah. Pertama, kejelasan akad. Sebagaimana disebutkan dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Nomor 21/DSN-MUI/2001 asuransi syariah (ta’min, takaful atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Kedua, mengenai dana hangus yang biasa terjadi pada asuransi yang normal. Dalam hal ini, peserta asuransi syariah bisa mendapat kembali dananya meskipun belum dalam jatuh tempo. Misalnya kita ingin mencairkan dana tersebut secara tiba-tiba karena suatu hal, maka asuransi syariah bisa mengabulkannya. Semua kembali pada keinginan kita sebagai nasabah.

Ketiga, hasil investasi. Di asuransi syariah, biasanya nasabah akan memiliki hasil investasi yang lebih beragam, karena instrumen investasi syariah sudah beragam, oleh sebab itu bisa memberikan tingkat pengembalian investasi yang menarik dan juga optimal untuk nasabahnya.

Keempat, mengenai  telat bayar. Jika mengalami ketelatan pembayaran (bukan pemberhentian pembayaran), proteksi pada dana tidak akan berubah. Asuransi syariah tidak akan mengutak-atik keamanan dari dana Anda ketika mengalami telat membayar premi yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

Kelima, mengenai pembagian nisbah yang mencapai 70 persen untuk nasabah dan 30 persen untuk asuransi. Hal ini merupakan salah satu dari daya tarik asuransi syariah. Oleh karenanya tidak mengherankan jika orang non muslim pun juga tertarik menggunakan asuransi syariah.

Keenam, kontributor dasar akan dibebaskan apabila terjadi ketidakmampuan total yang disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan. Peserta bisa menikmati manfaat asuransi meskipun dalam situasi ketidakmampuan total. Fasilitas ini tidak bisa didapatkan di asuransi lain.

Ketujuh, mengenai double claim. Keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari asuransi syariah adalah bisa melakukan double claim. Misalnya peserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua anggota keluarga. Jika Asuransi tersebut menggunakan kartu atau cashless, maka satu polis bisa digunakan untuk satu keluarga.


asuransi syariah, konsep asuransi syariah, cara kerja asuransi syariah, lomba blog allianz, allianz syariah, allisya protection plus, perlindungan maksimal dari allisya protection plus



Pengaruh Keluarga Besar

Pandanganku dan suami mengenai asuransi sangat dipengaruhi oleh kedua orang tua kami. Dari keluarga suami, karena memang termasuk keluarga menengah ke bawah dan hidup di desa, memiliki asuransi tidak pernah menjadi prioritas mereka.

Sementara di keluargaku, Ibu dan ayah awalnya hanya menggunakan asuransi kesehatan. Ayahku termasuk orang yang paling anti dengan asuransi. Beliau kerap memberikan respon yang negatif jika ada agen asuransi yang menawarinya untuk menggunakan asuransi tertentu.

Saking kesalnya dengan promosi asuransi yang sangat gencar, beliau bahkan mewanti-wanti aku agar tidak berteman dengan orang yang bekerja sebagai agen asuransi. Memang ayahku tipikal orang yang tidak bisa dipaksa. Jika ayah ingin membeli produk atau mencicipi produk tertentu, ayah ingin agar dorongan internal yang melangkahkan kakinya. Semakin dipaksa, ayah akan semakin berontak.

Suatu ketika, aku kaget ayah pulang membawa dua map bertuliskan Allianz dengan beberapa lembar kertas di dalamnya. Aku bertanya kepada beliau, “apa itu, yah?”

“Asuransi,” ayah menjawab singkat.

Wow, tumben??

Tentu saja aku penasaran, apa yang membuat ayahku yang keras kepala itu mau mengubah pendiriannya. Rupanya, ada beberapa sebab. Pertama, ayah mendapat testimoni langsung dari pengguna asuransi yang merupakan dokter langganan ayah sejak tahun 1997. Kedua, ketentuannya bisa diterima ayah.

Nah, apa ku bilang, ayah tidak akan mau menerima asuransi dari agen yang terlalu gencar promosi ke ayah. Hihihi. Selanjutnya aku juga penasaran, ayah membeli asuransi dari perusahaan mana?

“Dari Allianz,” jawab ayah lagi.

Ayah membeli asuransi saat aku masih SMA, sekitar tahun 2009 kalau tidak salah. Saat itu, aku tidak familiar dengan nama Allianz karena simpel saja, jarang lihat iklannya di TV. Tapi terbukti, sampai sekarang ayah dan ibu tidak pernah ada masalah dengan perusahaan asuransi tersebut.

Ayah dan Ibu juga membeli produk asuransi konvensional, maklum, pada saat itu memang asuransi syariah belum begitu populer seperti sekarang ini.


Berkenalan Dengan Allisya Protection Plus

Sejak mendengar kata “Allianz” dari mulut ayah, aku jadi lebih familiar dengan perusahaan asuransi tersebut. Misalnya saja, ketika melewati kantor Allianz di Malang saat aku kuliah dulu, langsung saja aku teringat ayah dan ibu.

Baru sekitar beberapa bulan lalu, ada seorang teman yang sebetulnya tidak aku kenal dekat, tetapi kami berada di satu grup WhatsApp komunitas nasional. Dia meminta kami untuk berkenan melakukan voting Kado Umroh Allianz. Karena aku cukup familiar dengan Allianz, juga karena program Kado Umroh yang cukup menarik buatku, aku tidak ragu untuk melakukan vote.
asuransi syariah, konsep asuransi syariah, cara kerja asuransi syariah, lomba blog allianz, allianz syariah, allisya protection plus, perlindungan maksimal dari allisya protection plus

Kampanye Kado Umroh Allianz merupakan program dimana peserta atau partisipan dapat mereferensikan mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan Kado Umroh Allianz. Kado Umroh ini merupakan paket Ibadah Umroh yang didalamnya termasuk akomodasi, transportasi, dan uang saku. Tersedia 25 kado Umroh untuk 25 penerima kado yang kisahkan terpilih sesuai tahapan seleksi dari Allianz dan 2 paket Umroh untuk 2 pencerita terbaik. Saat ini, pendaftaran telah ditutup.

Selain program di atas, Allianz juga menyelenggarakan Kompetisi Blog Syariah yang hadiah utamanya berupa Umroh (buat yang belum umroh).

Melalui website Kado Umroh Allianz aku jadi tahu bahwa cerita temanku yang aku pilih termasuk salah satu cerita inspiratif.





Saat itulah aku baru mengetahui bahwa Allianz kini memiliki produk asuransi syariah bernama Allisya. Cantik ya, namanya? Hehehe. Terdapat 3 produk asuransi syariah yang dimiliki Allianz ini, pertama, Allianz Tasbih yang dikhususkan untuk membantu mewujudkan impian berhaji. Kedua, Allisya Protection Plus yang merupakan produk dasar yang dapat digunakan untuk pendidikan, tabungan, dana pensiun atau kombinasi dari berbagai kebutuhan dan memberikan perlindungan Jiwa yang pasti dan maksimal sampai maksimum berusia 100 tahun. Dan ketiga, Allisya Maxi Fund Plus.

Berhubung aku juga sedang memperkaya wawasan tentang asuransi syariah untuk keluarga, aku cukup tertarik dengan produk Asuransi Jiwa dan Investasi milik Allianz yakni Allisya Protection Plus, sebab sangat kompatibel untuk aku dan keluargaku.


Perlindungan Maksimal dari Allisya Protection Plus

Eh, sebetulnya tidak hanya untuk aku dan keluargaku sih, Allisya Protection Plus ini juga bisa cocok untuk keluarga di Indonesia. Dari yang aku pelajari, Allisya Protection Plus ini memiliki beberapa keunggulan dibanding asuransi konvensional yang pas untuk keluarga di Indonesia, diantaranya:

1. Bebas memilih cara pembayaran secara bulanan, kuartalan, semester, atau tahunan.
2. Manfaat asuransi bila terjadi musibah berupa santunan asuransi plus nilai investasi.
3. Bebas menentukan masa pembayaran premi.
4. Dapat menambahkan dana untuk meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan.
5. Dapat melakukan penarikan dana untuk memenuhi kebutuhan financial atau dalam keadaan darurat.
6. Dapat membuat sendiri rencana keuangan keluarga sesuai kebutuhan dan mereviewnya kapanpun diperlukan.
7. Dapat menambahkan jenis perlindungan lainnya kapanpun dibutuhkan seperti santunan kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap total atau meninggal baik bagi diri atau pasangan.
8. Dapat mengikut sertakan program ini untuk anak-anak, pasangan, saudara kandung, dan keluarga lainnya.
asuransi syariah, konsep asuransi syariah, cara kerja asuransi syariah, lomba blog allianz, allianz syariah, allisya protection plus, perlindungan maksimal dari allisya protection plus

Nah, diantara semua poin di atas yang paling aku lirik adalah poin nomor 8, dimana kita bisa memanfaatkan nilai asuransi untuk anggota keluarga. Praktis dan solutif banget, kan?

Allisya Protection Plus juga memberikan Rincian Informasi Produk yang sangat jelas. Aku sudah download di halaman ini, dan disana, disebutkan pula apa saja resiko yang kita dapatkan jika memilih produk ini. Buatku ini penting disampaikan secara terbuka di awal, agar kita sebagai pengguna pun jadi paham dengan produk yang kita pilih.

Beberapa resiko yang terkait dengan Allisya Protection Plus adalah pertama, tingkat pengembalian yang tidak dijamin. Hal ini disebabkan Allisya Protection Plus memiliki resiko investasi. Nilai unitnya bervariasi, tergantung pada dana investasi yang dipilih. Tingkat pengembaliannya tidak dijamin, serta, hasil investasi masa lalu tidak bisa dijadikan indikator untuk tingkat pengembalian di masa depan.

Kedua, nilai unit tidak mencukupi untuk membayar Iuran Tabarru’. Biaya asuransi semakin meningkat seiring bertambahnya usia, dan disisi lain, produk ini merupakan produk asuransi jangka panjang. Pembayaran kontribusi berkelanjutan akan mencegah kemungkinan tidak cukupnya nilai unit untuk membayar Iuran Tabarru’.

Fyi, iuran Tabarru’ adalah infaq atau dana hibah, sebagaimana prinsip dalam asuransi syariah adalah tolong menolong. Melalui produk asuransi syariah, setiap peserta Asuransi Syariah mengumpulkan dana dan menyerahkannya untuk dikelola oleh Perusahaan, sehingga nantinya akan digunakan untuk membantu meringankan beban peserta lainnya yang tertimpa risiko. Dana yang kita donasikan ini merupakan hasil investasi bersama yang dilakukan berdasarkan perjanjian yang risikonya jelas. Dengan demikian, pengelolaan dana asuransi syariah didasarkan pada kerjasama, tanggung jawab, perlindungan dan saling tolong menolong antar anggotanya.

Sebagai ibu, aku juga selektif serta berusaha menggali wawasan produk dan perusahaan. Nah, saat lagi searching, aku menemukan pendapat B.J. Habibie mengenai asuransi syariah Allianz ini. Videonya bisa dilihat dibawah ini ya:


Allisya Protection Plus juga memberikan 3 manfaat, yakni:
1. Manfaat investasi. Saldo Nilai Investasi yang ada dalam Polis ini akan dibayarkan
dalam hal: i) kita melakukan penarikan sebagian atau keseluruhan atas Polis ini; atau ii) Polis batal, di mana masih ada Nilai Investasi.
2. Manfaat Perlindungan Jiwa. Apabila dalam Masa Asuransi Pihak Yang Diasurasikan meninggal dunia, maka Allianz akan membayarkan Manfaat Meninggal Dunia ditambah dengan seluruh saldo Nilai Investasi yang ada pada Polis ini yang dihitung berdasarkan Harga Beli Unit pada saat klaim disetujui.
3. Manfaat Akhir Kontrak. Apabila Pihak Yang Diasurasikan hidup sampai akhir Masa Asuransi, maka Kami akan membayar manfaat Akhir Kontrak berupa seluruh saldo Nilai Investasi pada tanggal berakhirnya Masa Asuransi apabila ada.

Aku juga mengapresiasi transparansi produk Allisya Protection Plus ini, kepada orang yang belum tentu menjadi konsumen produknya sekalipun. Pada brosur Rincian Informasi Produk, Allisya Protection Plus memberi wawasan mengenai biaya-biaya yang terkait pada polis, mulai dari Kontribusi, Kontribusi Top-Up Berkala, Kontribusi Top-Up Tunggal, Iuran Tabarru’, Ujrah Administrasi, Ujrah Penebusan, Ujrah Penarikan Dana, Ujrah Pengalihan / Switching, hingga Ujrah Pengelolaan Investasi. Keterangan pada biaya produk bisa dilihat di gambar di bawah ini ya:
asuransi syariah, konsep asuransi syariah, cara kerja asuransi syariah, lomba blog allianz, allianz syariah, allisya protection plus, perlindungan maksimal dari allisya protection plus

Transparansi lainnya yang perlu aku acungi jempol adalah keleluasaan yang diberikan oleh Allisya Protection Plus bagi konsumennya untuk membatalkan polis. Yakni, terhitung dalam jangka waktu 14 hari setelah diterimanya polis, kita berhak memelajari polis dan dalam jangka waktu tersebut kita juga berhak mengembalikan polis apabila ada syarat dan ketentuan yang tidak disetujui. Nah, jika ada pembatalan, perusahaan akan mengembalikan kontribusi yang telah dibayarkan, dikurangi ujrah, ditambah dengan hasil investasi atau dikurangi kerugian investasi (apabila ada) dan untuk selanjutnya Ta’awuni secara otomatis batal sejak tanggal polis.


Bentuk Ikhtiarku untuk Perlindungan Keluarga

Sebagai seorang muslimah, aku berusaha menjaga hubunganku dengan Allah, salah satunya adalah dengan selalu menanamkan prinsip bahwa penjagaan dan perlindungan terbaik adalah dari Allah.

Disisi lain, aku juga tetap berikhtiar, namun tentu saja dalam koridor syariat Islam. Misalnya saja, untuk vaksin, kita sudah mengetahui bagaimana pendapat MUI yang mengizinkan vaksin untuk anak kita, sebab memang pada saat ini, hal itu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk anak.

Begitu juga untuk asuransi, memilih Allisya Protection Plus juga bentuk ikhtiarku untuk memberikan perlindungan maksimal untuk keluargaku.

Bunda punya cerita apa dalam memberikan perlindungan maksimal untuk keluarga? Berbagi di kolom komentar, yuk :)







Referensi:
canva.com
https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/allisya-protection-plus
https://jurnal.allianz.co.id/detail-jurnal/Cara-Kerja-Investasi-pada-Asuransi-Syariah-182
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/03/26/110000026/6.keuntungan.yang.hanya.dimiliki.oleh.asuransi.syariah.


2 komentar:

  1. Nah ini dia, usaha atau ikhtiar memang harus dilakukan untuk melindungi keluarga ya dan saat ini asuransi Allianz, cocok karena halal dan berkah

    BalasHapus

Follow me @nabilladp