Mendamba Wisata Keluarga di Pantai Lovina

Mei 22, 2019




Tiga bulan terakhir menjadi bulan yang amat sibuk buatku sekeluarga. Ayah dan ibuku sedang punya hajat dan membutuhkan fokus yang sangat besar. Setelah hajat selesai, kami semua lega dan bersyukur dengan segala kelancaran yang diberikan Allah. Segera aku mengusulkan ke ayah untuk mengagendakan liburan keluarga. Biar gak sumpek-sumpek amat gitu, lho. Apalagi terakhir kami liburan itu tahun 2015. Wuuu luama pol!

“Enaknya kemana ya? Yang deket-deket aja ya,” Ayahku membuka penawaran.

“Mm… Bali aja gimana? Tapi yang Bali utara gitu, lho, yang kecantikan alamnya berbeda!” aku berusaha menghasut.

Ayah terlihat menimbang sebentar. Belum beliau menjawab, Ibuku sudah menimpali.

“Boleh, setelah bulan Agustus aja, ya!”

Wah, kalo Kanjeng Mami sudah bersabda artinya harus dilaksanakeun nih! Hehehe


Pesona Lovina yang Masih Menjadi Mimpi

Ketertarikanku terhadap Bali sudah dimulai sejak aku SMA. Apalagi semasa kuliah S1, aku sempat mendengar kecantikan Pantai Lovina yang kerap menjadi tempat untuk menyaksikan para lumba-lumba menari. Tak ketinggalan juga keindahan bawah lautnya yang turut memikat. Beberapa kali aku ke Bali hanya sempat mengunjungi area-area mainstream saja. Sempat menabung dan ada rencana untuk ikut open trip ke ke Lovina dengan beberapa kawan, tetapi sayang semua itu belum sempat terlaksana. Semua itinerary menjadi usang dimakan waktu. Aku hanya bisa mengganjal dahagaku akan surga di utara Bali dari cerita teman-teman yang sudah menjejak di sana terlebih dahulu.

Tempat wisata ini pasti sudah banyak yang mengenal dan menjadi favorit turis mancanegara. Sudah berdatangan tamu dari berbagai negara yang menjelajahi setiap sudutnya. Bagiku, Bali tak pernah usang. Masih banyak pesona yang memantik rasa penasaran. Kebanyakan orang berkunjung untuk menikmati villa mahal di Ubud dan Seminyak, tetapi aku hanya ingin mengelilingi bibir Pantai Lovina yang cantik!

Kunjunganku ke Bali yang sudah lebih dari tiga kali, selalu mengulang rute yang sama: Pantai Kuta-Sanur-Tanah Lot-Dreamland-dan eksotisme Pura. Tahun 2012 lalu sempat kami mengunjungi pantai lain seperti Pantai Jimbaran, Suluban atau Blue Point, Tanjung Benoa, dan Uluwatu. Mayoritas berasal dari selatan Pulau Bali. Aku masih memendam keinginan untuk mengunjungi Pantai Lovina. Mumpung ada kesempatan dan keluargaku menyetujui, sepertinya memang ini saatnya aku ke sana!

Semasa muda di Pantai Dreamland, 2012.

Parasailing di Tanjung Benoa, 2012.

Suluban Beach, 2012.


Aku sempat membaca sekilas di Wikipedia bahwa Pantai Lovina berasal dari kata “Love" dan "Ina" yang oleh masyarakat diartikan sebagai "Love Indonesia" (INA = Indonesia). Kalau kamu masih asing mendengar pantai ini, aku tidak heran, sebab, memang popularitasnya tidak setinggi pantai di selatan Bali yang kerap menjadi sasaran utama turis mancanegara. Untuk menuju ke sana, kita harus menempuh perjalanan sekitar 9 km ke sebelah barat kota Singaraja. Menurut Kompas Travel, kalau naik motor dari Kuta bisa memakan waktu sekitar 4 jam. Sebetulnya nggak jauh-jauh amat, ya. Ada sejumlah daya tarik Pantai Lovina yang terus memanggil rasa ingin tahuku, diantaranya adalah:

1. Melihat lumba-lumba dari dekat
Menurut pengalaman Kak Rico Sinaga yang telah berkunjung ke Lovina, lumba-lumba bisa kita jumpai pada pagi hari sekitar pukul 06.00 pagi. Golden moment tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh wisatawan sebab jika matahari sudah lebih tinggi, lumba-lumba akan bersegera meninggalkan lokasi dan menuju ke tengah laut. Membaca berbagai ulasan wisatawan di Pantai Lovina saja sudah membuat hatiku berdebar, membayangkan betapa menyenangkannya bisa melewati pagi bersama keluarga dan para lumba-lumba.

Credit: Rico Sinaga, Kompas Travel.


2. Snorkeling
Meskipun aku tidak yakin dengan staminaku yang terus menurun pasca melahirkan, aku tetap berharap bisa mendapat kesempatan untuk snorkeling di Bali Utara. Konon katanya, kecantikan panorama bawah laut mereka tidak kalah cantik dengan pulau tetangga!

3. Menikmati waktu berkualitas dengan keluarga
Kuyakin Pantai Lovina tidak seramai Pantai Sanur dan Kuta. Aku harap kami sekeluarga bisa menikmati momen-momen berharga yang sudah mulai berkurang beberapa tahun terakhir ini, bersantai, dan ngobrol-ngobrol asik di tepi pantai sambil menikmati debur ombak Lovina. Ah, sungguh nggak sabar!

Kurasa tahun ini sangat tepat untuk liburan dengan keluarga kecilku dan orang tuaku, mengingat tahun ini ayah tidak terlalu sibuk, begitu pula dengan ibu dan suamiku. Yaa sebanyak apapun agenda, masih bisa menyisipkan waktu luang gitu lah. Kemudian, anak pertamaku juga sudah mau berusia 3 tahun. Dia sudah mulai memahami asyiknya liburan serta bermain di pantai. Apalagi di Lovina nanti, dia akan mendapatkan pengalaman berbeda yakni melihat langsung lumba-lumba dari rumahnya! Aku teringat awal tahun 2018 lalu ia kubawa ke pantai Banyu Meneng di Kabupaten Malang. Girangnya bukan main, ia menikmati pula bermain di pasir pantai dan ingin kembali menikmati kecek-kecek di pantai.

Anakku yang kedua, kendati baru berusia 7 bulan, perkembangan motorik serta responnya sangat baik. Dia tipikal anak yang anteng banget kalo diajak jalan-jalan! Haha niru emaknya banget niiihh. Apalagi doi kan belum 2 tahun ya, aku bisa dong dapat tiket pesawat gratis untuk dia! Hahaha.

Sebetulnya menurutku paling enak berwisata ke Pantai Lovina dan Bali Utara lainnya dengan menempuh perjalanan darat. Namun, kurasa mustahil menghabiskan perjalanan puluhan jam bersama seorang bayi dan seorang balita. Jadi, pilihan terbaik adalah tetap dengan naik pesawat. Sepertinya tetap perlu juga untuk mengunjungi satu-dua wisata di Bali Selatan atau Timur, tetapi tujuan utama tetaplah Lovina mailuv!


Tenang Berlibur di Tengah Harga Tiket yang Terus Melambung

Timingnya udah pas, tapi ya ada aja halangannya. Salah satu yang kita tahu bersama adalah harga tiket yang belum ada tanda-tanda penurunan. Mana kalo liburan dengan keluarga besar sudah pasti uang yang dikeluarkan pun ikutan membengkak. Walaupun rencana liburan kali ini disponsori oleh ayahku, aku tetap diberi tugas maha penting yakni mencari tiket terbaik untuk liburan ke Bali.

Errrr…. aku menerima tantangan dengan suka cita. Seneng lho browsing harga tiket dan tanggal keberangkatan, tuh. Serasa mau jalan-jalan beneran. Maklum aja nih ya, udah 4 tahun pernikahan dan 3 tahun jadi seorang ibu membuatku memangkas habis waktu untuk traveling. Ada beberapa hal yang aku lakukan untuk persiapan liburan ini, terutama strategi menghadapi tiket pesawat yang terus meninggi.

Pertama, tentukan tanggal. Ini susah banget sih, kami juga belum dapat tanggal pastinya, cuma sudah bisa memperkirakan akan berangkat pada bulan apa.

Kedua, ambil waktu selain weekend dan hari Senin. Juga, hindari saat-saat puncak atau saat ada festival tertentu. Kecuali memang ingin menyaksikan festival tersebut dan bersiap dengan kocek lebih, ya. Kalau kami fokusnya ingin dapat quality time bareng keluarga dengan suasana baru.

Ketiga, memilih media yang tepat untuk berburu tiket. Sudah lama aku punya andalan sendiri untuk berburu tiket pesawat murah ke Bali, yakni melalui Pegipegi. Dulu aku suka pakai di websitenya karena pesannya selalu via PC, sekarang sering pesan pakai aplikasi aja. Apalagi kalau suami atau ayah butuh dipesankan tiket pesawat, lebih praktis banget pake aplikasi.


Aplikasi Beli Tiket Pesawat Andalan: Pegipegi

Aku, suami, dan ayahku punya maskapai favorit, yakni salah satu maskapai yang telah menjadi milik Garuda Indonesia, yakni Sriwijaya Air. Karena harga tiket GI terlalu mahal dikantong (HAHA) dan Citilink juga yang kadang harganya sama aja, kalau bisa memilih, kami lebih suka naik pesawat Sriwijaya. Sejauh ini, kami selalu puas dengan pelayanan Sriwijaya Air. Pernah aku ke Jakarta dari Surabaya dengan Sriwijaya Air, kebetulan saat itu masih hamil 14 minggu. Petugasnya mengantarkanku untuk diperiksa terlebih dahulu dan dibuatkan surat kalau sedang hamil oleh dokternya. Sangat prima lah pelayanannya! Berkelas dan dengan harga yang masih dalam jangkauan!

Nah, aku sedang rajin mengamati pergerakan harga tiket pesawat Sriwijaya Air ke Bali di aplikasi Pegipegi. Andalanku banget nih, karena di app Pegipegi banyaak banget promonya untuk memesan pesawat! Jadi nggak perlu khawatir dengan harga tiket yang kian tinggi. Kita juga bisa menggunakan kode promo yang telah kita dapatkan atau tukarkan di platform lain seperti market place maupun ojek online.

Jam terbang Pegipegi juga tidak bisa disepelekan. Doi sudah terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan. Kemudian ada juga promo khusus member yakni PepePoin atau pengumpulan poin yang dapat ditukarkan, kemudahan akses untuk melihat riwayat pemesanan, dan juga menikmati fitur istimewa lainnya. Pembayarannya pun juga ada banyak pilihan, jadi makin mudah saja untuk memesan tiket pesawat Pegipegi.

Aku contohkan di sini ya untuk pemesanan tiket untuk 5 orang dewasa, 1 toddler, dan seorang bayi. Kita juga bisa menerapkan filter untuk menyaring pilihan pesawat agar lebih mengerucut sesuai kebutuhan kita.




Yang paling kusuka adalah tampilannya yang simpel, jadi kita fokus sama tujuan yakni untuk memesan tiket pesawat, hotel, ataupun tiket kereta. Kemudian yang juga muncul di halaman depan aplikasi adalah Bantuan Pelanggan. Oooh, tak heran Pegipegi meraih Customer Loyalty Awards pada tahun 2015 karena pasti banyak pelanggan yang puas.

Anyway, Bunda di sini apa sudah ada yang pernah ke Lovina? Coba bagi ceritanya di sini dong, Bund, agar jadi bekal untuk aku yang berencana liburan ke Lovina :D



Referensi:
App Pegipegi
Kompas Travel 
https://travel.kompas.com/read/2013/07/21/1145211/Menyaksikan.Sunrise.dan.Lumba-lumba.di.Lovina.


You Might Also Like

39 komentar

  1. ohh lovina tuh Love INA aka Indonesia. Kayaknya pantai di bali mah ga ada matinya ya, bagus semuanya dan setiap pantai punya daya tarik masing2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, semuanya minta dikunjungin hahah

      Hapus
  2. Melihat apalagi memegang lumba lumba secara langsung itu sesuatu banget. Anak akan teringat terus. Kita juga bisa sambil jalan menjelaskan kalau Lumba ini ikan yang dilindungi. Jadi selain berwisata, anak juga mendapatkan nilai edukasinya ya.

    Beli tiket di pegi memang mudah ya. Saya juga pernah coba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyak mba. Tapi kalo di lovina cuma bisa lihat aja nih kayaknya mba

      Hapus
  3. Wah aku blom pernah juga ke Lovina nih.. Hm, masuk wishlist deh...

    BalasHapus
  4. Foto saat mau parasailing mengingatkanku ketika pengen nyoba juga di tempat yang sama. Tapi nggak diijinkan sama adik-adikku. Giliran tiba di Danau Bedugul, mereka nyuruh aku parasailing. Tapi aku ogah kalo di danau, beda gitu dnegan parasailing di laut.

    Aku jadi pengen merencakana liburan ke pantai Lovina, tiga kali ke Bali belum pernah ke tempat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempatnya emang di utara mba, jarang wisatawan mainstream ke sana

      Hapus
  5. perlu dikunjungi nih, udah beberapa kali ke Bali belum pernah ke pantai Lovina soalnya pas kesana lagi badai terus. Sekarang mah kalau mau liburan gak takut kehabisan tiket, bisa pesan lewat pegi-pegi, liburan jadi lebih terencana ya mba.

    BalasHapus
  6. MashaAllah indahnya, jadi pengen nyemplung juga.. udah lama banget ngga refreshing ke pantai seperti ini.. InshaAllah setelah pak suami selesaikan thesis baru bisa jalan jalan lagi.. hehe kok jadi curcol akunya

    BalasHapus
  7. Aku termasuk senang main pantai. Happy banget kalau bisa ajak keluarga liburan di pantai Lovina. Meluncur ah cari info tiket

    BalasHapus
  8. Saya belum pernah ke Bali, sih, Mbak. Tetapi pastui pengen ke Lovina juga jika suatu saat kelak ada rezeki untuk berkunjung ke Bali. Pengen lihat lumba-lumba.
    Saya cinta laut dan senang baca pos yang bahas pantai. Serasa berada di sana juga, ha ha.
    Aplikasi PegiPegi akan sangat membantu banget. Meski saya pakai jalan darat dan laut nantinya, tetap saja butuh tempat menginap dan hal lainnya.

    BalasHapus
  9. Waktu ke bali ku juga order di pegipegi mba, btw ke pantai lovina ini harus nginep di sekitaran uluwatu, trus subuh ke lovina dan balik nya malam kan ga mba? Or bisa juga stay di lovina. Ku juga mau kesana

    BalasHapus
  10. Aku udah familiar sama pantai Lovina ini tapi baru tahu juga ternyata Lovina dari Love INA lucu yah manis banget jadi namanya :) semoga nih aku juga sam keluarga bisa main ke Bali

    BalasHapus
  11. Mupeeenggg bgt ke Lovina
    Btw, dikau ternyata doyan extreme sport ya mba :D cihuy!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  12. Oh iya...pakai Sriwijaya Air memuaskan yaa...
    Aku kayanya malah belum pernah terbang sama Sriwijaya, huhuu...
    Dulu,
    Seringnya Air Asia sama Lion.
    Sekarang Citylink.

    Mungkin tergantung penerbangan kemana siih yaa..
    Kalo ke Bali dari Surabaya mah...hampir semua penerbangan ada.
    Kalau Bandung, suka rada susah meskipun bandaranya Internasyenel.

    BalasHapus
  13. Aku belum pernah ke Lovina mbak, walau ke Bali sudah berkali-kali hihi. Semoga next bisa ke Bali dan khususnya ke Lovina. Bicara soal tiket pastinya pegi-pegi menyajikan promo yang spektakuler nih.

    BalasHapus
  14. Itu kalau saya bisa lumba-lumba langsung di laut bakal kesenengan banget kayaknya. Belum pernah soalnya lihat langsung, kecuali di Ancol sama TSI :D

    BalasHapus
  15. Dengar namanya aja sudah menerawang kalau banyak cinta di pantai ini
    Berasa pengen nyebur seketika kalau lihat keindahannya

    BalasHapus
  16. jujur aku jadi malas berwisata domestik sejak ada kenaikan harga tiket pesawat kemarin, parah banget aku mau mudik aja tiketnya 3 kali lipat dari harga biasanya. Untungnya sekarang ada OTA seperti pegipegi mau hunting tiket dengan harga terbaik jadi lebih mudah

    BalasHapus
  17. Wah jd pengen jalan2 ke sana baru sampai ke Tanah Lot kalau lanjut terus bs ke pantai Lovina ini ya..

    BalasHapus
  18. Wah ada lumba-lumba juga di Lovina ya. Boleh lah aku jadiin wishlist liburan keluarga selanjunya apalagi sudah kangen Bali. AKu biasanya liburan malah bukan di musim liburan juga supaya gak terlalu ramai banget.

    BalasHapus
  19. Aku juga kepengen deh main ke Pantai Lovina. Pemandangan ikan lumba-lumba yang beriringan di kala matahari lagi cantiknya indah banget ya.

    BalasHapus
  20. Sini mbak main ke Bali ke rumahku hehehe....pernah sekali ke Lovina, karena jaraknya jauh dari kita Denpasar, makanya saya dan rombongan sewa hotel memanfaatkan aplikasi PegiPegi. Pokoknya sangat terbantu berkat aplikasi ini. Pesan hotel makin mudah tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

    BalasHapus
  21. Baru tahu tentang LOVE + INA untuk Lovina.
    Idem, mba. Aku juga tahu Lovina femes dengan atraksi subuh lumba-lumba.

    Namun aku kurang tahu apakah dijamin lumba-lumbanya nongol.
    Karena eh karena aku pernah alami saat di Teluk Kiluan Lampung, lumba-lumba yang kami nanti tak kunjung beratraksi.

    Akhirnya kami pulang dengan rasa penasaran, diiringi tumpahan hujan dan petir menyambar di sepanjang perjalanan di tengah laut. Horor banget deh!

    Padahal waktu perjalanan pergi, cuaca masih bersahabat lho.

    Namun tetap mencoba mengambil hikmah, mungkin harus mengulang perjalanan lagi, bahahaha.

    Intinya, siap-siap juga untuk kecewa jika kelak di Lovina tak bertemu lumba-lumba ya...



    BalasHapus
  22. aku juga pingin balik lagi ke Bali buat main ke Pantai Lovina.
    duh,, makin banyak promo di semua aplikasi jual beli tiket ya biar kita bisa jalan2 di negeri kita sendiri dengan mudah

    BalasHapus
  23. Aku belum pernah ke Bali Utara. JD penasaran keindahan alamnya seperti apa mbak. Seru bisa liat lumba2 gtu.
    Moga pas setelah Agustus harga tiket udah lbh ramah kantong ya. AKu jg suka pesan tiket dan hotel via Pegipegi mbak :D

    BalasHapus
  24. Aku baru ke Kuta, belum ke Pantai Lovina. Liburan kalau ke luar kota emang kudu diatur. Paling enak kalau bukan bulan liburan biar enggak ramai banget

    BalasHapus
  25. Masya Allah Sulubuhan beach indah banget ya,, semoga bisa kesana secepatnya pengen banget sih ke daerah Bali Utara sana.

    BalasHapus
  26. Belum pernah ke Pantai Lovina, tapi lihat foto fotonya beneran bikin bisa kesana bareng keluarga yaa. Kudu diagendakan nih, daripada berakhir jadi wacana forever.

    BalasHapus
  27. Pengin banget jadinya melihat lumba2 di Pantai Lovina. Selama ini kalau ke Bali ya cuma ke Sanur dan Kuta aja, piknik barengan teman2 sekolah dulu :)

    BalasHapus
  28. Saya penasaran nih buat melihat lumba-lumba dari dekat. Pasti seru banget. Aku ke Bali sebenarnya baru sekali di tahun 2017. Jadi mau ke Bali lagi setelah lihat postingan Mba Nabila hehe

    BalasHapus
  29. Aku juga jadi pengen balik ke pantai ini.. cantik memang dan banyak spot diving bagus jugaaa

    BalasHapus
  30. Love Indonesia! Begitu simpel artinya ya, mbak. Btw, lumba-lumbanya menarik perhatian bangetttt. Siapa yang lihat pasti pingin ke sana. Liat2 dulu tiketnya di pegipegi yaaw!

    BalasHapus
  31. Aku juga masih menyimpan impian untuk ke Lovina. Meski untuk melihat Lumba-Lumba menari aku sudah pernah saksikan di Laut Kiluan, Lampung tapi biar sekalian main2 ke Utara Bali yang memang belum pernah dijejaki. Nanti deh sambil cek-cek harga di pegipegi biar dapat harga murce

    BalasHapus
  32. Jadi kangen Bali. Bulan Ramadan ini ada kerjaan di Bali yang pending. Mudahan abis lebaran bisa dijadiin. Pengen main-main ke Lovina ama ke arter Gitgit..

    BalasHapus
  33. Aku belum pernah ke Lovina, Mbak. Ke Bali pun baru sekali, zaman SMA. Haahaha. Tapi, mendengar namanya saja kok sudah berasa tempatnya cantik. Hihi. Ternyata memang benar, di sana bisa lihat lumba-lumba. Ah, pasti menyenangkan ya kalau ajak anak-anak lihat lumba-lumba.

    BalasHapus
  34. Etdah, pingin betul saya kesana jadinya abis baca sampai selesai artikelnya, mbak... Syukak!

    BalasHapus