Sebuah Teguran Setelah Jalan-jalan

pengalaman konsultasi di halodoc, pengalaman konsultasi via halodoc, pengalaman konsultasi halodoc, pengalaman berobat via halodoc, pengalaman beli obat halodoc, pengalaman berobat di halodoc, review konsultasi halodoc, vaksin corona


Akhir Oktober lalu, tepat sebelum ada long weekend Oktober, aku dan suamiku baru pulang dari Medan untuk presentasi tulisan suami. Kami merasa sehat-sehat saja. Hingga tiga hari kemudian, aku nge-drop. Mendadak demam, flu, dan sempat hampir kehilangan indra penciuman meskipun hanya sebentar. Pada saat yang sama, suami juga drop, begitu pula kedua orang tuaku. Karena saat aku di Medan, anak-anak aku titipkan di rumah orang tua. Otomatis, saat pulang, kami pun berjumpa dan berinteraksi.


Aku sungguh khawatir jika kami semua terserang virus corona. Segera aku bertanya ke temanku yang dokter dan dia menyarankan aku untuk istirahat serta memantau kondisi selama 2 hari ke depan. Aku pun menjejali tubuhku dengan vitamin dan beberapa obat andalan. Kebetulan, salah satu obat andalanku saat flu berat, namanya rhinos, habis. Duh, bingung sekali aku, karena rhinos hanya bisa aku dapatkan dengan resep dokter, sementara saat itu sudah malam, Surabaya sedang hujan, dan aku ragu untuk ke dokter. Jujur saja, aku khawatir didiagnosa covid-19 dan kalaupun aku terkena covid, aku tentu tidak ingin menulari petugas kesehatan. Aku harap firasatku ini salah, aku sungguh ingin agar kami sekeluarga sehat semua sampai mendapat vaksin corona dari pemerintah.


Tiba-tiba saja aku teringat, aku kan punya Halodoc yang telah aku gunakan beberapa kali. Akhirnya aku mencari dokter di Halodoc dan memilih untuk konsultasi dengan dokter Leni Karlina Hakim. Kalau tidak salah, beliau dokter di Banyuwangi. Alhamdulillah, sungguh Dokter Leni jadi malaikat penolongku pada malam itu.



Mirip Gejala Corona, Tapi…


Dokter Leni pun mengakui bahwa yang aku alami mirip sekali dengan gejala covid-19. Tetapi, ada satu hal yang membuat dokter yakin bahwa saya bisa jadi flu berat, yakni saya tidak mengalami batuk dan sakit tenggorokan. Beliau akhirnya memberikan resep antibiotik, vitamin, dan rhinos. Ahh, bersyukur sekali aku karena beliau memberi resep rhinos.


Tapi, tunggu dulu, karena Surabaya sedang hujan, tidak ada satupun driver yang dapat membelikan obatku di apotek. Alamaak… aku akhirnya turun tangan. Dengan suara bindeng dan dibantu suami, aku menelepon apotek di area Surabaya Timur satu per satu. Sayangnya, ada apotek yang tidak menerima resep rhinos yang diberikan oleh dokter online. Mereka meminta stempel. Hiks, padahal di Halodoc sudah jelas tertulis loh nomor izin dokternya.


pengalaman konsultasi di halodoc, pengalaman konsultasi via halodoc, pengalaman konsultasi halodoc, pengalaman berobat via halodoc, pengalaman beli obat halodoc, pengalaman berobat di halodoc, review konsultasi halodoc, vaksin corona
Resep Digital dari Dr. Leni. Di bawah namanya, ada nomor izin praktik beliau.



Syukurlah apotek Kimia Farma menerima resep dari Dokter Leni via Halodoc. Malam-malam kami menembus hujan dan langsung menebus obat. Selama perjalanan pulang, tak henti-hentinya aku bersyukur ada aplikasi penolong bernama Halodoc ini. Pada saat pandemi seperti ini, Halodoc sangat membantu karena dapat memberi solusi tanpa aku perlu bertatap muka lansung dengan dokter serta mengurangi resiko penularan virus. Aku termasuk pengguna lama Halodoc dan aku merasa ada peningkatan yang signifikan pada pelayanan aplikasinya. Diantaranya, ada tulisan "Approved Partner of Kementerian Kesehatan Republik Indonesia" jadi terasa lebih aman dan percaya konsultasi via Halodoc, semakin beragam dokter spesialis yang ada di Halodoc, serta kita pun bisa membuat jadwal untuk tes covid-19. Terima kasih, Halodoc :’)


pengalaman konsultasi di halodoc, pengalaman konsultasi via halodoc, pengalaman konsultasi halodoc, pengalaman berobat via halodoc, pengalaman beli obat halodoc, pengalaman berobat di halodoc, review konsultasi halodoc, vaksin corona
Approved Partner of Kemenkes



Pelajaran Berharga untuk Selalu Menjaga Kesehatan


Sekitar 5 hari kemudian, saya pulih. Alhamdulillah. Sempat aku melalui amsa-masa kritis dimana aku agak kesulitan untuk mencium aroma. Berulang kali aku masuk dapur dan mencium terasi, aromanya hanya samar dapat terbaui oleh hidungku. Khawatir sekali rasanya. Kendati aku sudah tidur menggunakan masker, anak-anakku juga ikut tertular flu. Syukurlah yang diderita anak-anak tidak parah, bisa aku atasi dengan obat andalan mereka. Anak keduaku, Laiqa, sempat demam sehari, namun dia tetap ceria. Satu hal yang aku syukuri ketika kami sekeluarga sakit ini adalah kami tidak mengalami batuk. 


Selama sakit, aku juga rutin mengukur suhu dan kadar oksigenku, suami, dan anak-anak. Alhamdulillah semuanya normal. Kedua orangtuaku yang juga flu, perlahan juga membaik lagi. Sekarang, alhamdulillah semuanya fit dan sehat. Semoga terus begini, ya, aamiin..


Sebetulnya, sebelum pergi dan selama traveling di Medan, aku menjaga protokol kesehatan dan minum vitamin dosis tinggi. Kami pun memilih pesawat yang menerapkan jarak antar kursi. Pengalaman naik pesawat selama pandemi kemarin juga tidak terlalu menakutkan buatku, aku merasa cukup aman. Aku curiga terkena sakit ini karena kelelahan, karena saat pulang, bawaan cukup berat dan aku langsung mengurus kedua anak-anakku. Sudah begitu, bertepatan dengan aku yang akan haid, biasanya, saat haid aku juga mengalami sakit ringan seperti meriang, flu ringan, atau kram perut.


pengalaman konsultasi di halodoc, pengalaman konsultasi via halodoc, pengalaman konsultasi halodoc, pengalaman berobat via halodoc, pengalaman beli obat halodoc, pengalaman berobat di halodoc, review konsultasi halodoc, vaksin corona
Diagnosa dari dokter



Bagaimanapun juga, ini jadi pelajaran berharga buatku untuk selalu menjaga kesehatan dan lebih waspada, dan lebih patuh dengan protokol kesehatan untuk tidak berkerumun. Sebisa mungkin, jika tidak ada urusan penting, aku tidak keluar rumah. Kendati nanti sudah ada vaksin corona dari pemerintah, protokol kesehatan tetap penting untuk diterapkan sehari-hari agar virus tidak semakin meluas. Aku sangat menanti pelaksanaan vaksin corona dengan baik, mudah-mudahan semuanya dapat terdistribusi merata dan tepat pada waktunya. Lebih penting lagi, semuanya aman dan efektif untuk digunakan masyarakat.


Buibu dan teman-teman sekalian, apakah ada pengalaman sakit dan “deg-degan” khawatir kalau kena virus corona selama pandemi ini? Coba share ceritamu di kolom komentar, yuk :)

CONVERSATION

19 komentar:

  1. Alhamdulillah banget ya, ada apps penolong di kala yang tepat. JAdinya ga perlu ribet untuk dateng bertatap muka apalagi di masa pandemi gini.
    Menghindari untuk merasakan khawatir, ketakutan sebisa mungkin tetep sadar dengan menjaga kesehatan aja deh.
    Semoga kita semua pada sehat yaa.

    BalasHapus
  2. Sama Mba aku pun kalo mau haid gejalanya tuh mirip2 mau flu gitu..tiap mau haid deg2an takut covid huhu, setelah haid baru deh tenang lg. Btw memang halodoc itu membantu banget. Selama pandemi ini aku memang selalu hubungi halodoc untuk dapetin diagnosa awal. Alhamdulillah sembuh sebelum pergi ke RS.

    BalasHapus
  3. nah itu dia mbak, makanya saya nggak berani kemana2 karena ngeri efeknya malah bikin saya makin parno dan ga tenang :) tapi untung skrg ada halodoc ya buat ngecek kesehatan sewaktu2 tanpa harus keluar rumah

    BalasHapus
  4. Kebayang banget malam itu pasti lebih dari drama Korea. Takut juga ya kalau sampai kena. Alhamdulillah cuma flu berat hasil diaknosa halodoc alhamdulillah nih makan sambal terasi, tidak perlu cium terasi lagi.

    BalasHapus
  5. MashaAllah mbak, jadi pengalaman banget ya.. memang harus jaga kesehatan kapan pun dan dimanapun yaa.. tentang halodoc aku setuju banget kalo halodoc sebagai sumber informasi kesehatan yang sangat membantu kita apalagi tentang covid-19, aku pernah gunakan aplikasi halodoc saat ingin tes serologi covid-19 di prodia

    BalasHapus
  6. sekarang kalau sakit atau demam dikit itu bawaannya parno ya, apalagi gejalanya emang mirip flu, aku dua kali kena flu berat, udah parno aja, iya untuk bs konsul ke halodoc ya

    BalasHapus
  7. beberapa minggu kemaren kami main ke salah satu tempat permainan, tapi insha Allah aman sih, tapi pas pulangnya mampir di sebuah mall, dan si adik sempat nggak mau pakai masker, pulangnya 2 minggu kemudian dia batpil dong, panik saya.

    Jadi takut kami ketularan atau gimana, tapi Alhamdulillah kasih obat langsung membaik, aplikasi kayak halodoc ini memang sangat membantu :D

    BalasHapus
  8. harus selalu jaga imunitas ya mbak, jangan kasih kendor dengan protokol kesehatan, dan makan yang sehat juga. Bagus nih halodoc bisa bantu pas kita lagi butuh cepet, dan ga perlu antri juga. Saya juga pernah malem-malem karena bingung mau ke dokter takut pada tutup jadi konsul lewat Halodoc

    BalasHapus
  9. Pernah mbak saat suami saya dibilang reaktif setelah tes rapid. Duuh rasanya dunia ini seperti mau runtuh. Teringat tetangga yang dinyatakan positif covid setelah menjalani operasi usus buntu. Semua keluarga besarnya langsung diisolasi mandiri. Sedih melihatnya. Untung setelah rapid dan swab, suami saya dinyatakan non reaktif. Jadi penting banget saat ini kita jaga kesehatan. Saya juga sering buka aplikasi Halodoc ini untuk membaca informasi seputar kesehatan. Belum pernah berkonsultasi dengan dokter....terimakasih infonya mbak.

    BalasHapus
  10. memang saat sekarang menjaga kesehatan dengan extra hati - hati itu adalah WAJIB ya mba. Aku yang sering bepergian dan bertemu orang banyak sering sekali test rapid, antigen, maupun swab untuk pastikan semua baik - baik saja

    BalasHapus
  11. saya juga pernah punya pengalaman unik sama halodoc pas di rumah saya aja sama anak, anak saya tiba2 alergi ya Tuhan paniknya bukan main, trus saya liat temen saya pernah posting soal halodoc saya install trus konsul, konsulnya juga gratis, trus pesen kri alergi waktu itu kalau g ada aplikasi ini mgkin sya udah lari ke ugd saking paniknya

    BalasHapus
  12. Jujur aja aku takut sih huhu soale saudaraku meninggal karena corona dan belum lama adik sepupu juga kena. Semoga pandemi cepat berlalu ya.

    BalasHapus
  13. Bisa jadi karena efek takut ya mbak jadi merasakan gak bisa merasakan aroma. Syukurlah ada apotek yang menerima resep dokternya. Alhamdulillahs udah sembuh lagi, sehat selalu untuk kita semua

    BalasHapus
  14. Kalau flu gitu emang otomatis ga bisa mencium aroma ya mba, bawaannya pasti udah panik. Untung aja bisa konsul dengan dokter di Halodoc dan mendapat pengantar untuk rhinosnya.

    BalasHapus
  15. Ya Allah....degdegan luar biasa kalau salah satu anggota keluarga sakit.
    Apalagi anak yaa, kak..
    Kebayang paniknya...gimana. Alhamdulillah, kak Nabilla tetap tenang dengan bantuan apps Halodoc.

    BalasHapus
  16. Saat aku pilek dan flu berat aku biasanya minum lemon sama madu campur jahe. Siklusku biasanya paling lama dua minggu lalu sembuh. Dan kami sekeluarga saat itu kena sengaja tidak pergi ke dokter karena takut di rapid lalu reaktif akhirnya suspect corona. Alhamdulillah memang flu biasa dan kini sudah sembuh.

    BalasHapus
  17. minggu lalu aku flu berat mba, dan udah degdegan aja karena takut kan tiba-tiba kena tracking soalnya ada 3 tetangga yang positif disini.

    BalasHapus
  18. Halodoc ini juga aplikasi andalanku Mbak kalau lagi pengen konsul masalah kesehatan. Termasuk juga kalau mau cari obat, dari pada capek keliling dari satu apotik ke apotik lainnya mending pesan di halodoc, yang ketersediaan obatnya cukup lengkap.

    BalasHapus
  19. Sehat-sehat ya bun, pakde dan budeku juga kena di tangerang sana. Sedih rasanya, semoga kita makin berhati-hati dalam keluar rumah

    BalasHapus

Back
to top