Selasa, 17 Juli 2018

Panduan Sukses Menyusui


cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui


Semua ibu menyusui, paling tidak, pasti punya ataupun menyimpan satu pertanyaan ini dalam hati: gimana ya agar aku sukses menyusui?

Umumnya, ibu-ibu yang bertanya-tanya seperti itu, baik tanya untuk dirinya sendiri ataupun tanya ke teman, tanya akun instagram tertentu, maupun tanya ke dokter atau konselor, adalah ibu-ibu yang kesusahan menyusui atau ada masalah tertentu dalam proses menyusuinya. Pertama, yang perlu diketahui dulu, apa sih indikator sukses menyusui? Kebanyakan akan mengatakan bahwa ASI cukup dan perkembangan bayi sesuai dengan berat badan yang dianjurkan. ASI cukup dapat terlihat dari seberapa sering pipis dan warna pup-nya si baby. Bayi memang mudah lapar sebab ASI memang sangat mudah diserap oleh pencernaanya. Jadi kesannya kadang “nggak kenyang-kenyang”. Apalagi kalau growth spurts. Yang begini ini kalau kata orang zaman dulu, bakal langsung dibilang, “duh itu bayinya laper, kasih sufor aja biar kenyang, atau kasih pisang deh!” Wahahaha kalimat ini pengalaman pribadi btw.

Sufor cenderung susah dicerna oleh pencernaan bayi yang baru lahir (dan bahkan ada juga yang susah sampai 6 bulan ke atas) oleh karenanya dia membuat bayi lebih cepat kenyang dalam waktu yang lebih lama ketimbang bayi yang mengonsumsi ASI.

Kemudian, pertumbuhan bayi sesuai dengan berat badan yang dianjurkan bisa dilihat saat kontrol rutin ke dokter anak. Kalau kita merasa dedek mimiknya udah banter, tapi kok berat badan nggak naik banyak? Mungkin karena beberapa sebab, tongue tie (bisa dilihat di halaman ini), pelekatan tidak sempurna, atau karena bayi terlalu banyak minum foremilk ketimbang hindmilk (penjelasan di halaman ini). Nah mengenai hal ini, kita simpan dulu ya. Nanti dibahas di bawah.

Pertanyaan kedua setelah tau apa itu sukses menyusui adalah: bagaimana agar kita sukses menyusui?

10 Panduan Sukses Menyusui dari WHO dan UNICEF 

Panduan ini normatif dan ideal banget ya. Pada praktiknya, banyak ibu menyusui yang menyimpang sedikit dari panduan ini tapi tetap bisa sukses menyusui. Memang akan berbeda di tiap ibu, tetapi yang namanya panduan selalu menjadi hal yang diperlukan agar kita tidak “hilang arah” selama proses menyusui.

Tahun-tahun sebelumnya, WHO sudah mengeluarkan panduan sukses menyusui. Tapi baru aja diperbaharui di tahun 2018 (dokumen lengkap klik link ini) yang isinya:

"WHO dan UNICEF meluncurkan Baby-friendly Hospital Initiative (BFHI) untuk membantu memotivasi fasilitas yang menyediakan layanan maternitas dan bayi baru lahir di seluruh dunia untuk menerapkan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui. Sepuluh Langkah merangkum paket kebijakan dan prosedur bahwa fasilitas yang menyediakan layanan kehamilan dan bayi baru lahir harus diterapkan untuk mendukung pemberian ASI. WHO telah meminta semua fasilitas yang menyediakan layanan maternitas dan baru lahir di seluruh dunia untuk menerapkan Sepuluh Langkah ini.."

Catatan: terlihat bahwa WHO dan UNICEF menekankan bahwa PENTING bagi rumah sakit ataupun bidan untuk menyediakan lingkungan yang baby-friendly dan menyediakan layanan maternitas yang baik agar “sukses menyusui” bisa tercapai.

Sebagai konsumen, PENTING juga bagi kita untuk memilah dan memilih tempat lahiran. Karena as we know, zaman now tidak semua penyedia layanan kesehatan itu pro dengan hal-hal yang seperti ini.

“...Panduan implementasi untuk BFHI menekankan strategi untuk meningkatkan cakupan universal dan memastikan keberlanjutan dari waktu ke waktu. Panduan ini berfokus pada pengintegrasian program secara lebih lengkap dalam sistem perawatan kesehatan, untuk memastikan bahwa semua fasilitas di suatu negara menerapkan Sepuluh Langkah. Negara-negara diminta untuk memenuhi sembilan tanggung jawab utama melalui program BFHI nasional, yakni:

Dalam hal Critical Management Procedures:
1a. Patuhi sepenuhnya Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI (International Code of Marketing of Breast-Milk Subtitutes, aturan WHO mengenai susu pengganti ASI seperti suforr, dll) dan resolusi Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) yang relevan. 
1b. Memiliki kebijakan tertulis mengenai pemberian makan bayi yang secara rutin dikomunikasikan kepada staf dan orang tua.
1c. Menetapkan sistem pemantauan dan pengelolaan data yang berkelanjutan.

2. Pastikan bahwa staf memiliki pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan yang memadai untuk mendukung pemberian ASI.

Dalam hal Key Clinical Practices:
3. Diskusikan pentingnya ASI dan manajemen menyusui dengan ibu hamil dan keluarga mereka.

4. Memfasilitasi kontak kulit-ke-kulit (skin to skin) yang segera dan tidak terganggu dan mendukung para ibu untuk memulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir.

5. Dukung ibu untuk memulai, mempertahankan menyusui, serta mengelola kesulitan saat menyusui.

6. Jangan berikan bayi ASI makanan atau cairan selain ASI, kecuali diindikasikan secara medis.

7. Memungkinkan ibu dan bayinya untuk tetap bersama dan berlatih kamar dalam 24 jam sehari (rooming in).

8. Dukung para ibu untuk mengenali dan menanggapi isyarat bayi mereka untuk menyusui.

9. Beri konseling pada ibu tentang penggunaan dan risiko pemberian botol dot dan empeng.

10. Koordinasi pasca melahirkan (periksa rutin) agar orang tua dan bayinya memiliki akses tepat waktu untuk dukungan dan perawatan yang berkelanjutan.

Catatan:
Dapat dilihat bahwa poin-poin di atas adalah rekomendasi yang sangat kuat. Tidak ada paksaan bagi ibu-ibu untuk menyusui, karena yah banyak ibu yang memilih untuk tidak menyusui anaknya. WHO dan UNICEF juga tentu punya alasan kuat berbasis penelitian mengapa memberi panduan ini. Selain itu, PENTING untuk tenaga medis agar terus memberi support dan edukasi berupa resiko apabila tidak menyusui, memberi susu subtitusi, atau memberi dot/empeng.
cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
sumber: WHO


Tips Sukses Menyusui ala Bunda Biya 

Kalau itu tadi kata WHO, ini aku beri tips sukses menyusui ala aku ya. Halah, sakjane ya aku menyusui belum sukses-sukses banget sih, banyak kendala. Tapi boleh lah ya, beberapa hal  yang aku ketahui ini aku bagikan disini buat bunda-bunda semuanyaaa…

1. Cari Rumah Sakit atau Bidan yang Menerapkan Prinsip WHO di atas.

Ini aku terapkan cukup ketat. Dokter, bidan, dan lingkungan rumah sakit akan sangat berpengaruh dengan keberhasilan ASI. Kalau aku pribadi, akan selalu mencari rumah sakit yang pro ASI, pro rooming in, pro IMD, dan pro lahiran normal. Kalau mereka sudah pegang prinsip tersebut dan pada akhirnya kita tidak bisa mendapatkan pro-proan itu secara sempurna misalnya saja nggak bisa IMD atau nggak bisa lahiran normal, hampir pasti itu ada kaitannya dengan indikasi medis tertentu.

Contohnya saja, dulu saat baru lahiran, aku gak bisa IMD karena Mahira harus masuk NICU semalaman. Baru bisa menyusui langsung 24 jam kemudian. Meski demikian, ASI ku tetap di transfer ke Mahira dengan cara diambil dengan spuit.

Berada di lingkungan yang kayak gini, bener-bener bikin hati tenang. Kita gak perlu khawatir anak kita diberi susu pengganti tanpa seizin kita. Lebih bagus lagi kalau perawat dan dokter sangat welcome dalam mengedukasi bunda baru tentang menyusui dan hal-hal kecil mengenai perawatan bayi lainnya.

Tip: salah satu cara untuk mengetahui apakah rumah sakit itu pro-pro di atas adalah dengan melihat apakah ada susu subtitusi yang dijualbelikan disana atau apakah ada agen susu subtitusi yang membuka booth di RS tersebut. Kalau ada, perlu siaga 1. Teliti kembali, bisa jadi RS tersebut tidak sepenuhnya pro hal-hal di atas.

2. Belajar pelekatan dan posisi menyusui yang baik.

Sudah tau belum kalau setidaknya ada 5 posisi menyusui? Posisi menyusui yang nyaman dan pelekatan yang baik adalah koentji! Zaman dulu hanya dikenal satu atau dua posisi menyusui. Umumnya dengan cara mendekap bayi di depan saja. Padahal, ada juga bunda yang justru kesulitan menyusui dengan posisi macem ini. Saya contohnya. Pusing pala aku saat mulut Mahira gak mau  terbuka lebar dan berbuntut pelekatan yang buruk. Resikonya ada 2: pertama ASI jadi nggak optimal masuk ke bayi, kedua, puting bunda juga beresiko lecet. Bahkan bisa mastitis kayak yang aku alamin dulu. Percayalah, this mastitis is a nightmare for every mom!

Dulu, selama satu setengah bulan aku menyusui dengan pelekatan yang kurang tepat. Begitu tau kalau ada macam-macam posisi menyusui, aku coba satu persatu dan yasss! Ketemu posisi menyusui yang bener-bener PEWE untuk aku dan bayi. Ini dia beberapa posisi menyusui yang dianjurkan:
 
cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
macam-macam posisi menyusui. bunda wajib tauuuu... sumber foto: pinterest.

cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
penjelasan dan referensi lain. sumber: pinterest.


Jadi buibu, kalau bayi susah pelekatan, jangan stres dulu. Dicari dulu penyebabnya, diputer-puter dulu bayinya. Siapa tau si bayi lebih suka posisi diketekin alias football hold seperti yang aku lakukan ke Mahira dulu! Wehehe. Posisi football hold ini akan sangat mudah dengan bantuan bantal menyusui yang bentuknya melengkung itu lho. 

Bagaimana dengan posisi tidur? Menurut pengalamanku dan saran dokter, posisi tidur (seperti gambar no ) tidak dianjurkan untuk bayi yang masih belajar pelekatan. Karena seringnya, posisi tidur menyulitkan bayi untuk menyusui yang baik dengan pelekatan yang baik pula. Coba akalin dengan posisi tidur agak duduk, jadi badan kita bersandar di bantalan gitu dan posisi bayi ada di atas tubuh kita. Cara ini juga bisa menjadi solusi buat buibu yang ASI nya deres banget sampai bikin baby tersedak, jadi perlu posisi yang melawan grafitasi dengan cara bayi disandarkan ke tubuh kita gitu. Win-win solution, kan? Kalau masih ada kesulitan, konsultasikan lagi mengenai hal ini ke konselor laktasi atau DSA nya si cinta ya.

Nah, kalau cara pelekatan, bisa belajar dari konselor ASI atau DSA masing-masing. Aku pribadi punya tips: pelekatan lebih mudah kalau posisinya mengarahkan PD ke mulut bayi mulai dari bagian bawah dulu. Kayak gambar di bawah ini:
cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
Pelekatan menyusui yg paling mudah. Sumber gambar: pinterest.

Atau coba lihat video disini, dari semua video yang beredar di YouTube, penjelasannya di video ini cukup bagus. Dia ngejelasin dengan baik apa resiko kalau pelekatan gak pas. Tapi in English ya, gak ada subtitlenya.


3. Kenali Foremilk dan Hindmilk. 

Singkatnya, foremilk itu ASI depan (sering diibaratkan sebagai “minumnya” bayi. Sementara hindmilk adalah susu belakang yang buanyak lemaknya. Keduanya penting, tapi memang hindmilk lebih signifikan dalam meningkatkan berat badan bayi. Ada beberapa ibu yang ASI nya dueres banget sehingga bayi sudah kenyang duluan hanya dengan minum foremilk. Solusinya adalah dengan pumping sebelum bayi nenen.
cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
Kiri: foremilk. Kanan: hindmilk. Kalau dalam ASIP, hindmilk itu biasanya bakal naik ke atas, bagian yang keliatan buanyak banget lemaknya. Itu syedaaap buat bayik. Sumber foto: AIMI ASI.

Atau bisa juga satu PD disusuin ke anak, satu lagi di pumping. Ini juga bagus banget karena hisapan si kecil akan merangsang produksi ASI di PD sebelah yang lagi di pumping. Alhasil, ASI yang lagi di pompa pun bakal banyak. Cara ini efektif sampai kira-kira bayi sudah mengenali pabrik kesayangannya. Usia 7 bulanan, kalau dia tau pabrik ASI nya ini diganggu gugat sama alat pompa ASI sekalipun, bisa-bisa dia marah, lho! Wehehehe.

4. Pilih Pompa ASI yang tepat. 

Masih berkaitan dengan poin nomor 3, aku pribadi menyarankan untuk beli pompa ASI yang double pump karena sistem pada double pump memungkinkan ASI keluar lebih optimal. Dua payudara yang dipompa sekaligus, bisa saling menstimulasi satu sama lain untuk mengeluarkan ASI. Soal harga yaa yuk nabung dari sekarang! Wehehe. Harga pompa ASI double pump memang kebanyakan di atas 1 jeti. Tapi ada kok yang gak sampe 2 jeti.

Ngepompa ini banyak manfaatnya. Pertama, manajemen ASI. Agar ASI kita tetep banyak, kudu “diminta” terus, selain dengan dinenenin juga dengan di pompa. Kedua, stok kalau sewaktu-waktu kita keluar rumah. Ketiga, membantu kelancaran ASI agar nggak nyumbat. Serius, nggak ada bunda yang mau ASI nya nyumbat.

Baca juga: Review Pompa ASI

5. Sebisa Mungkin Hindari Dot dan teman-temannya. 

Aku tau ini syusah. Secara, keberadaan dot udah mengakar kuat di lingkungan masyarakat kita. Kalau mau pake selain dot, memang tantangannya besar. Pertama, dari bayinya sendiri. Tapi bayi cenderung mudah banget kok buat beradaptasi. Kedua, ini nih yang susah, pihak yang memberi ASIP. Nggak semua rewang atau bahkan orang tua kita mau diminta tolongin nyuapin ASIP pakai cup feeder, soft cupfeeder, atau sendok stainless. Kebanyakan akan langsung memberi dot.

Yaa gak papa se. Yang penting kita tau resikonya aja, jadi kita tau gimana mencegah resiko membesar. Dot sangat berpotensi membuat bayi bingung puting dan berujung pada menurunnya produksi ASI. Bingung puting sendiri ada 2, yang kentara ama yang nggak kentara. Bingung puting tipe pertama sangat mudah dilihat. Tau-tau bayi nggak mau netek aja dan memilih minum dari dot aja. Kalau udah gini, nggak perlu cemas buibu. Tunggu aja dan tetep ajak nenen pelan-pelan, terutama di malam hari.

Bingung puting tipe kedua ini yang agak bahaya, karena ndak kelihatan. Tanpa sadar, produksi ASI yang dipompa terus menurun. Ini karena bayi tidak lagi bisa melekat sempurna dan males nenen. Sebab, mekanisme pada botol dot sangat memudahkan bayi sehingga bayi nggak perlu mengeluarkan tenaga extra seperti kalau lagi nenen. (mengenai cara nenennya bayi, coba cek poin nomer 1 di atas ya).

Aku juga pernah ngalamin bingung puting saat Mahira aku tinggal seharian ke Jogja. Buntutnya adalah aku mastitis! Huhuhu. Akhirnya kapok dan aku beralih ke botol sendok. Thanks to mbak Nindha yang udah merekomendasikan produk ini. Anyway, ini nggak promosi ya. Memang salah satu media yang cukup baik aja untuk memberikan ASIP.
cara sukses menyusui, agar sukses menyusui, tips sukses menyusui, sukses menyusui, pelekatan yang baik, pelekatan yang benar, posisi menyusui bayi, posisi menyusui yang benar, posisi menyusui newborn, posisi menyusui yang nyaman, posisi menyusui untuk payudara besar, 10 sukses menyusui WHO, tips sukses ASI, indikator sukses menyusui, panduan sukses menyusui
Botol sendok merk Nursin Smart. Sumber gambar: tokopedia. Harganya lebih mudah ketimbang Medela Softcupfeeder dan menurutku lebih enak dan mudah digunakan plus mudah banget dicucinya. Wehehe.

Tips: kalau mau pakai dot, kebanyakan bunda memilih botol yang wideneck dan tetap menyusui bayinya setiap hari untuk mencegah bingung puting. Kalau sudah bingung puting, masih bisa kok diupayakan dengan relaktasi. Ndak perlu terlalu khawatir, yes.

6. Berkumpul dengan Lingkungan yang Suportif. 

Poin ini juga nggak kalah pentingnya. Suami yang sepaham, orang tua yang pengertian, mertua yang mendukung, serta lingkungan yang nggak rese-rese amat, akan sangat berpengaruh terhadap suksesnya ibu menyusui.

Sebisa mungkin selow aja saat dapet kritikan sok tau dari orang lain seperti:
“eh, kok makan pedas sih, nanti ASI nya jadi pedes lho!”
“eh, kok makan ikan sih, nanti ASI nya asin, lho!”
“eh, kok anaknya gak dikasih sufor sih? gak dikasih gedhang, sih?”


7. ASI Booster terbaik: Be HAPPY! 

Bunda bisa mengonsumsi ASI booster apapun. Banyak banget kan yang jual dari yang bentuknya bubuk, jus, sampe yang cookies. Kalau aku pribadi kemarin pakai booster berupa sayur daun katuk, susu kedelai, ngaji, dengerin lagu-lagunya Coldplay, dan nonton film! Pokoknnya kudu happy!

Percaya atau endak, setelah melahirkan, apa yang kita pikirkan akan sangat berpengaruh kuat terhadap tubuh kita dan bayi kita. Kalau kita stres, bayi sangat berpotensi ikut stres dan BB nya nggak naik dengan baik. Ini sempat aku alamin juga, nenenin sambil stres, terlalu banyak pikiran, dan nangis tersedu-sedu gegara ada suatu masalah pasca lahiran. Efeknya jadi ke Mahira deh. Duh, kalau inget aku bener-bener ngerasa bersalah banget.

Cara agar happy gimana.. kumpul dengan orang-orang yang punya energi positif. Jalan ke mall, kalau kepengen. Nonton film, juga boleh-boleh aja. Makan makanan yang disukai, jalan-jalan sore sama suami dan bayi, atau sekedar ke supermarket aja udah bisa jadi hiburan buat bunda baru. Wahaha.

8. Follow Akun-Akun Pro Menyusui. 

Aku ada beberapa rekomendasi akun untuk difollow, seperti:

@id_ayahASI
@AIMI_ASI
@AIMIJogja
@parentalk.id
@drtiwi
@diniadityarini
dan tentu saja
@nabillaDP

Hehehe. Sekian dulu tulisan tentang Seri Menyusui kali ini. Semoga bermanfaat ya. Mau diskusi boleh nih isi kolom di komen di bawah ini :)


4 komentar:

  1. Oke sip udah aku bookmark mbak. Sangat bermanfaat secara aku lagi hamil dan sebulan lagi akan melahirkan. JAdi suka deg deg an bisa ngasih ASI nggak ya...pas banget nemuin artikel ini :) Makasih ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa insya Allah mba, keyakinan modal utama :D semoga lancar ya mba sampai lahiran nanti aamiin :)

      Hapus
  2. Wah lengkap mba. Informatif banget bagi ibu yang menyusui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mba semoga bermanfaat ya :)

      Hapus

Follow me @nabilladp