Selasa, 29 Januari 2019

Persiapan Menikah Untuk Muslimah: Mudah, Berkelas, dan Berkah

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim

.
Tanggal sore setelah menghadiri sebuah gathering muslimah wedding, tiba-tiba aku tersadar, bahwa pernikahan aku dan suami yang insya Allah akan menginjak usia 4 tahun pada bulan Februari nanti hanyalah sebuah gerbang. Perjalanan sesungguhnya, keberkahan sesungguhnya, ya sepanjang proses kami dalam menjalani sebuah janji yang menggetarkan ‘Arsy.

Dulu, tahun 2015, kami menikah dengan kesadaran penuh untuk beribadah dan berkembang bersama. Masa pendekatan selama setahun bagi kami sudah cukup. Kami butuh untuk berjalan berbarengan menuju tujuan pernikahan yang kami impikan.

Saat itu, aku pikir hanya persiapan batin dan mental saja yang penting. Kami berdua, sama-sama memiliki wawasan yang minim tentang persiapan teknis. Vendor? Duh, nggak paham. Kami memang menginginkan agenda pernikahan yang sederhana dan intim, hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat. Tapi, sebagaimana masalah pasangan muda kebanyakan, keluarga kami tentu bereaksi seperti ini:

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim


Akhirnya semua hal diurus oleh ibu, tanpa seorang wedding planner. Ya ibu itu planner-nya! Ibuku dibantu oleh sahabat-sahabatnya dalam membentuk panitia. Ibu mengurus dan menetapkan sebagian besar urusan teknis, mulai dari souvenir sampai katering. Gaun? Semua dipilihkan ibu dengan persetujuanku. Aku hanya meminta untuk tetap memakai hijab yang menutup dada baik saat akad maupun resepsi.

Tapi.. tapi… tapi……..

Lagi-lagi karena aku yang powerless dan minim pengetahuan tentang siapa MUA-ku, penyedia kebaya pernikahan, catering, dekor, dan lain sebagainya, membuat hal-hal yang aku inginkan dalam pernikahan jadi tidak terlaksana dengan baik. Misalnya, saat resepsi, aku tidak jadi memakai hijab yang menutup dada karena tidak ada kainnya. Aku pikir, aku hanya cukup request dan mereka mengiyakan, tetapi rupanya, tidak disiapkan. Ya kesalahanku juga sih karena aku tidak memantau dengan baik. Jelang pernikahan aku dan suami memang sama-sama sibuk kuliah S2, kami fokus untuk ujian akhir semester 1 dan persiapan penelitian.

Kemudian, mereka juga mengatakan bahwa, “eman-eman jika pernak-pernik kebaya ditutupi”. Huhu, sedih sebetulnya. Aku sempat meminta maaf ke suamiku, untunglah beliau memaklumi. Juga, aku tidak diberi buket apa-apa oleh bagian dekorasi, padahal sebelumnya aku sudah setor gambar buket yang aku inginkan.

Akhirnya, jadi pelajaran berharga deh buat kai berdua, dan yah, dari situ aku punya beberapa tips yang bisa saya tulis disini untuk pasangan yang akan menikah. Tips ini aku bagi menjadi 2, yakni persiapan mental dan persiapan teknis. Dua-duanya penting, ya!


Tips 1: Persiapan Mental dan Keikhlasan

Jelang menikah, aku memang nggak banyak mikirin persiapan teknis. Sebaliknya, aku melahap banyak buku-buku tentang keikhlasan dan buku tentang hak serta kewajiban suami istri. Soalnya, menurutku, hal yang paling penting dalam pernikahan adalah after party-nya. Mau menjemput jodoh dengan proses ta’aruf maupun pacaran, selaluuu aja ada tantangan dan masalah dalam rumah tangga, ataupun karakter pasangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ibaratnya, secret unlocked! Hehehe. Terus, gimana biar tetep strong? Kumpulkan “bekal yang cukup” sebelum memulai hidup bersama. Meskipun standar “cukup”nya orang berbeda-beda, tetap ada acuan dasarnya. So Here’s my tips:

Satukan visi dan tujuan pernikahan
Coba hindari obrolan geli macam “kamu sudah makan? Kamu sudah mandi? Kamu sudah gosok gigi?” selama proses pengenalan atau pendekatan. Sebaliknya, ganti dengan obrolan yang lebih berbobot, berfaedah, dan kalau perlu mengerjakan project bersama. Pembahasan yang nggak boleh luput untuk didiskusikan adalah visi hidup dan tujuan pernikahan.

Sebagian besar orang yang menikah tentu berharap bahwa pernikahan yang dijalani akan menjadi hubungan yang berkah dan langgeng hingga nanti keluarga bisa berkumpul kembali di surga-Nya. Untuk menuju kesana, tidak mungkin bisa dilalui dengan jalan biasa. Besar kemungkinan jalan yang akan dilalui oleh pasangan suami istri adalah jalan yang panjang dan terjal.

Agar perjalanan tidak terlalu banyak waktu yang terbuang karena kesasar dan bahkan hilang arah, suami istri perlu yang namanya sevisi dan menyatukan tujuan pernikahan. Ini bisa berbeda-beda dan sangat subjektif ya. Dan untuk mencapai hal ini tentu perlu komunikasi yang matang dengan calon pasangan.

Note: jika canggung memulai dari mana, coba tanyakan beberapa pertanyaan dasar ini: “apa tujuanmu menikah denganku? Apa nilai-nilai yang kamu pegang dalam hidupmu? Apa yang akan kamu lakukan jika pernikahan kita tidak berjalan sesuai harapan? Dari situ insya Allah nanti kita bisa paham bagaimana pandangan si calon pasangan ini.

Bicara tentang Anak
Eits.. bukan tentang “cara membuat anak” lho ya. Tolong, kesampingkan dulu masalah teknis itu.

Bicara tentang anak yang aku maksud disini adalah pandangan calon pasangan tentang memiliki anak dan cara mendidiknya. Karena biasanya kedua hal ini bisa jadi salah satu sumber masalah dalam pernikahan. Ada orang yang ingin menunda anak karena sesuatu, ada juga yang ingin langsung punya anak karena sesuatu juga. Jika ada perbedaan, hargai pendapat pasangan dan coba cari jalan tengah. Kalau kedua calon memang tidak ada niatan untuk menunda, sebaiknya dipersiapkan urusan kesehatan seperti cek kondisi rahim, cek lab jika diperlukan.

Kemudian tentang mengedukasi anak. Coba cek karakter dan emosi dominan pasangan, sebab karakter anak nanti akan dipengaruhi oleh emosi dominan orang tuanya. Juga tanya pendapatnya mengenai mendidik anak. Tak perlu rinci, biasanya kalau belum punya anak memang belum terlalu paham urusan parenting ya. Tapi cukup perihal yang umum saja, misalnya tanyain dia, “kamu setuju nggak kalau tidak ada anak yang bodoh dan nakal? Kamu setuju nggak kalau pengasuhan anak itu adalah tanggung jawab kedua orang tuanya? Gimana pendapatmu tentang hubungan yang baik antara anak dan orang tua?

Mungkin pertanyaan itu nanti akan mengarah pada calon pasangan yang tiba-tiba curcol tentang hubungan dia dan keluarganya. Ndak papa, dari situ kita akan tau apa saja yang membentuk karakter dan emosi dominannya. Kalau dia berasal dari keluarga yang pemarah, umumnya akan cenderung punya problem dalam mengelola emosinya. Kalau dia punya hubungan yang kuat dengan dasar cinta dengan orang tuanya, besar kemungkinan ia akan menerapkan hal yang sama untuk anak-anaknya.

Bicarakan Karir
Perihal ini mungkin agak sensitif untuk perempuan. Baiknya, mengenai pekerjaan dan karir ini dibicarakan sebelum lamaran. Usahakan ada kata sepakat, legowo, dan restu dulu dari kedua belah pihak. Tidak semua wanita bisa dengan mudah untuk menjadi ibu rumah tangga, apalagi jika ia sudah berkarir menahun dan tiba-tiba diam di rumah. Yang ada, dia bisa stres karena merasa kehilangan aktivitas sehari-hari.

Jika memang perempuan memutuskan untuk di rumah, coba tetap lakukan aktivitas-aktivitas yang sifatnya produktif. Misalnya, membaca, membuka bisnis dari rumah, ngeblog, menulis buku, belajar memasak, mengikuti komunitas keluarga, dan lain-lain. Yang penting, tetap berkarya dan tersalurkan kebutuhan aktualisasi serta eksistensi diri.

Topik tentang karir juga bisa berpengaruh ke tempat tinggal setelah menikah, apalagi jika pekerjaan utama calon pasangan berpindah-pindah atau mungkin ada yang ingin meneruskan studi.

Tentang amal dan ibadah
Coba buatlah komitmen pada masing-masing untuk terus mengupgrade kualitas ibadan dan amal. Menikah itu aja udah ibadah, apalagi kalau kegiatan-kegiatan di dalamnya juga penuh kebaikan dan amal… beuh, insya Allah, semoga berbuah berkah, selamat, dan bahagia dunia akhirat.


Tips 2: Persiapan Teknis


Persiapan kesehatan
Ini berhubungan dengan bagian “tentang anak” di atas tadi ya. Luangkan waktu dan uang untuk menjalani tes kesehatan sesuai kebutuhan. Mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan akan memudahkan kita untuk menghadapi pernikahan dan memudahkan ikhtiar untuk diamanahi anak.

Finansial
Sempat aku baca di Twitter:

Pengen ketawa juga sih pas membacanya. Soalnya, aku dan suami termasuk nikah muda dengan tabungan yang minim! Hahaha. Semua berjalan berkat izin Allah dan restu (ehem, dorongan) orang tua.

Finansial memang penting tapi bukan segala-galanya. Aku pribadi tidak terlalu tertarik menikah dengan orang yang tajir melintir kalau kepribadiannya tidak sesuai yang aku butuhkan. Aku jauh lebih menyukai proses berjuang dari bawah. Dengan lelaki yang punya potensi untuk “kaya” secara materi, amal, dan wawasan. Buatku, itu jauh lebih penting. Kalo kamu gimana? Kita bisa berbeda ya gess dan gapapa, selow saja.

Persiapan finansial ini coba dibagi 2, persiapan jelang pesta dan setelah pesta. Kalau setelah pesta, mulai banyakin tuh baca buku dan minimal buat pos-pos keuangan untuk hidup sehari-hari, untuk amal, asuransi, untuk dana darurat, dan untuk liburan.

Kalau untuk persiapan jelang pesta, biar acara lancar, berkah, dan sama-sama enaknya di hati mempelai dan keluarga, juga perlu didiskusikan dengan baik. Berapa budgetnya? Pakai vendor apa saja? Berapa tamu yang diundang? Daaan puluhan to-do-list lainnya.

Rencana Teknis Pernikahan
Ini agak tricky ya. Berbekal pengalaman pribadiku, aku pikir mau pakai jasa wedding planner maupun di handle sendiri, calon pengantin tetap perlu paham dan mengenal dengan baik para pihak yang bekerja sama untuk menyukseskan acara. Anggarkan sesuai kebutuhan masing-masing pasangan dan diskusikan dengan orang tua. Apakah pernikahan yang private atau yang mengundang banyak tamu? Mau yang temanya adat atau yang modern? Tema dalam pesta pernikahan tentu akan memengaruhi busana, dekorasi, aksesoris, undangan, souvenir, dan bahkan catering.

Masih ingat kan ceritaku di atas tentang hijab resepsi dan buket yang tidak sesuai keinginan? Beberapa bulan setelah pernikahan, aku makin menyesal karena aku tidak turun tangan dalam memilih busana karena tepat pada bulan Mei 2015 saat aku memulai usaha bisnis online, aku juga mengenal Laksmi Muslimah, sebuah penyedia busana pernikahan islami.

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim


Saat itu aku menjalankan bisnis Ladesya Hijab dan cukup sering ikut program paid promote di akun-akun islami. Saat itu aku lihat Laksmi Muslimah yang juga ngepromote sewa baju pernikahan yang duh… impianku banget! Aku langsung nyesel kenapa nggak lebih awal kenal Laksmi Muslimah.

Tapi ya ada hikmahnya juga sih, karena kapan hari aku berkesempatan ikut gathering bersama Laksmi Muslimah dan bertemu dengan berbagai wedding vendor. Nggak ketinggalan akupun bertemu mba Nungki yang merupakan owner Laksmi Muslimah.

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim


Yang bikin aku kagum banget sama Laksmi Muslimah adalah dia konsisten dengan nilai yang dipegang dan sangat membantu pelanggannya. Soal nilai, Laksmi Muslimah memegang nilai syar’i dan hanya melayani calon pengantin muslim dan dengan konsep akad atau resepsi yang berhijab. Laksmi Muslimah juga tidak menerima sewa gaun untuk prewedding. Apakah target market yang sangat spesifik ini menjadikan Laksmi Muslimah sepi? Justru tidak! Pelanggannya Laksmi Muslimah sudah skala nasional, eh sorry, bahkan ada juga 2 warga negara tetangga yang sewa gaun di Laksmi Muslimah. Sejak pertengahan tahun lalu, Laksmi Muslimah juga sudah membuka cabang di Malang. Hal ini membuktikan jam terbang dan profesionalitas Laksmi Muslimah yang sudah sangat teruji.

Pelanggannya siapa aja? Muslimah pasti sempet tau dong viralnya pernikahan anandito dan Anisa? Ya, itu gaunnya pake Laksmi Muslimah! Banyak juga orang-orang penting di Jawa Timur yang memakai gaun Laksmi Muslimah ini.

Masih tentang pelanggan. Dalam hal melayani dan membantu pelanggan, berapapun budget dan rencana pernikahanmu insya Allah dilayani dengan baik sama mereka. FYI, Laksmi Muslimah bukan WO, tapi mereka bisa membantumu jika kamu butuh dikoneksikan ke berbagai vendor sesuai budget pernikahanmu.

Kalau kamu kebingungan mencari MUA, wedding planner, catering, mengurus sepatu pernikahan dan aksesoris lainnya, Laksmi Muslimah bisa memberi rekomendasi. Sebab, Laksmi Muslimah juga bekerja sama dengan berbagai wedding vendor.

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim


Ratusan produk cantik di Laksmi Muslimah bisa disewa maupun dibeli. Laksmi Muslimah tidak hanya menyediakan gaun pernikahan modern lho, tapi juga kebaya dan baju pesta. Bisa juga untuk seragam para orang tua dan panitia acara pernikahan.  

Kamu fokus saja sama persiapan batin, mental, dan ibadah jelang menikah. Urusan gaun pengantin dan teknis lainnya? Saranku, serahkan saja sama Laksmi Muslimah dan vendor lainnya. Pertama-tama, kamu tinggal isi sata du link di bawah ini agar adminnya Laksmi Muslimah segera menghubungi dan melayani kebutuhan pernikahan dan acara kamu. Manteb, kan, nggak perlu ngantre dan bertele-tele. Gunakan kode referensi “NABILLADP” dalam mengisi formnya, ya. Jika kamu belum punya tanggal pasti pernikahan, diisi sebisanya aja dulu, itung-itung sekalian doa, kaaan hihihi.


Kalau belum paham isinya, bisa lihat gambar ini. Sebetulnya mudah buanget kok, tinggal isi sesuai kondisi. Gambar berikut hanya memberi petunjuk untuk beberapa hal penting saja:

laksmi muslimah malang, laksmi muslimah wedding, kebaya laksmi muslimah, laksmi muslimah surabaya, pernikahan islami sederhana, sewa baju akad nikah, sewa baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslimah syari, baju pengantin muslim syari, baju pengantin muslim syari bercadar, baju pengantin muslim syari modern, baju pengantin muslim syari sederhana, model baju pengantin muslim syari, sewa baju akad nikah surabaya, sewa baju akad nikah padang, sewa baju akad nikah di jakarta, sewa baju akad nikah muslimah, sewa baju akad nikah malang, sewa baju akad nikah jakarta, sewa baju akad nikah murah, sewa baju akad nikah di medan, sewa baju akad nikah di bukittingi, kebaya pengantin muslim, kebaya muslim syari, kebaya nikah muslim, kebaya nikah muslim syari, kebaya pesta muslim syari, sewa baju kebaya pengantin muslim


Selamat mewujudkan pernikahan impianmu, dear calon suami istri yang salih dan salihah!

------

Artikel ini merupakan artikel berbayar / sponsored post hasil kolaborasi antara penulis dengan Laksmi Muslimah.

Sumber foto:
Dokumen pribadi,
cover: Photo by Micheile Henderson on Unsplash



3 komentar:

  1. aku sebenarnya banyak cerita kegalauan saat mau menikahmbak, tapi semuanya udh kuliewati
    pengen sekali2 cerita lewat tulisan hehhe

    BalasHapus
  2. Emang sulit banget untuk memiliki pernikaan dengan konsep syar'i ya mbak. Apa lagi lingkungan masih belum memahami hal tersebut, akhirnya susah cari wedding dres yg menutup dada dan tidak ketat. Boleh dicoba nih ke Laksmi Muslimah... Seneng bgt kalo ada yg sevisi misi tentang pakaian syar'i utk pernikahan. Makasih bgt mbk infonya. Semoga bisa q jadikan pertimbangan saat nikah nanti hehe

    BalasHapus
  3. Duuh cakepnya itu gaun, jadi pengen penganten lagi tapi bareng suami yang sama wkwkwkw.
    btw ngakak banget sama memenya, saya bisa ngerasain hal sama juga waktu itu hahaha.

    BalasHapus

Follow me @nabilladp