Asyik Bermain Bersama Semut dan Ranting

Maret 15, 2019




“Bunda, ayo jalan-jalan di taman!” pinta Kakak Hiya. Wow, tumben? Permintaanya kali ini tidak biasa, mengingat sudah cukup lama si kakak malas bermain di luar.

Dulu saat masih awal-awal tinggal di sini, Kakak suka nongkrong sore hari di taman bareng mbak rewang dan teman-teman sebayanya. Taman itu tidaklah luas, tidak juga atraktif. Tetapi cukup untuk anak-anak bermain dan berlari bersama. Ada beberapa permainan yang biasa Kakak Hiya lakukan di luar ruangan, misalnya saja bersepeda, kejar-kejaran dengan teman, dan main ayunan bersama. Mengasyikkan, bukan? Dengan main bebarengan, Kakak Hiya perlahan mulai memahami konsep bergantian dan berbagi dengan teman.

Namun entah kenapa dia sudah nggak nafsu lagi main dengan teman-teman di sana. Dia lebih suka di rumah menghabiskan sore hari dengan bunda dan adiknya. Aku oke-oke aja sih, tapi menurutku kurang baik juga buat dia kalau tidak berinteraksi dengan teman sebaya.


Saat Anak Tidak Nyaman Main di Luar

Akhirnya, setelah beberapa kali kutanyai, Kakak Hiya mau mengungkapkan alasan ketidaknyamanan main di taman.

“Mahira nggak suka, enak di rumah aja.” begitu jawabnya. Singkat dan to the point sekali, khas untuk anak 2 tahunan yang belum bisa banyak mendeskripsikan perasaannya.

Hm.. aku coba beri dia waktu untuk lebih lama di rumah. Mungkin dia bosan kali ya sore hari di luar terus. Tapi semakin lama, dia justru makin nggak mau kalau diajak mbak rewangnya bermain di luar. Kalau sama aku, dia mau. Eum, tapi bundanya nggak bisa sering-sering nemenin nih karena si dedek yang masih nenen full sama bunda.



Jadilah dia makin jarang berinteraksi dengan teman anak-anak komplek. Kadang, teman mainnya malah yang main ke rumah hihi.

Jujur saja kadang aku mengkhawatirkan kalau ia kurang terpapar dan berinteraksi dengan teman sebaya, teman yang lebih tua, dan yang lebih muda. Aku percaya bahwa anak-anak itu perlu pengalaman, perlu konflik-konflik kecil khas ala anak-anak (dengan pantauan orang tua tentunya) agar mereka bisa belajar dan berkembang. Kalau ia hanya tau orang-orang rumah saja, dia bakal terlalu nyaman. Meskipun masih sangat dini, porsi dia untuk main di luar setiap harinya nyaris 0%.

Padahal, anak-anak tuh kalau main di luar ruangan, banyak manfaatnya juga. Selain manfaat interaksi sosial, ada aspek motorik kasar dan halus yang bisa terasah, begitu pula kemampuan berbahasa dan menganalisa lingkungan.

Aku gali kembali, apa yang membuatnya tidak nyaman. Dugaanku, karena ia pernah jatuh, ia tidak nyaman bermain dengan anak lain yang bagi dia terlalu agresif, dan merasa insecure. Ini berarti, harus perlahan lagi stimulasinya dan harus aku temani lalu kulepas pelan-pelan.


Stimulasi Aktif di Luar Ruangan

Nah, kebetulan kemarin, saat ia pulang program trial class, Kakak Hiya meminta untuk main sebentar di taman. Bertiga saja, dengan aku dan ayahnya. Ia terlihat sangat antusias. Kebetulan di taman memang sedang sepi. Anak-anak sekolah belum keluar kelas, begitupun anak-anak kompleks yang mungkin sudah asyik dengan kegiatan di rumah. Awalnya, ia masih malu dan ragu. Kemudian aku goda dia dengan ranting daun yang kumainkan di rambutnya.

“Bunda dapet ranting nih, Kak! Wah, bisa buat sisiran ya! Ini kayaknya masih banyak nih di bawah,” seruku padanya.



Berhasil! Kakak Hiya mulai tergerak dan memperhatikan ranting yang kupegang. Detik berikutnya, ia sudah sibuk mengumpulkan ranting daun yang berserakan di tanah.

“Mau diapakan rantingnya?” tanyaku.
“sek..sek.. sebentar,” Kakak Hiya belum berkenan menjawab. Ia terlihat bimbang memutuskan mengambil ranting yang besar atau yang kecil.

Aku coba pancing lagi dia dengan aktivitas mengamati sekitar.

“Kak, lihat! Ada rumah semut banyaak sekali. Itu semutnya pada keluar cari makan, Kak!” aku menunjuk sarang semut yang berundak-undak di tanah. Kakak Hiya pun mendekat dan ikut berjongkok, mengamati aku yang sedang memancing agar semut mau keluar.

Yay, caraku berhasil lagi! Para semut keluar dan si Kakak terperanjat. Spontan ia langsung berdiri dan mundur beberapa langkah. “Eh eh eh! Semut besar, black!” serunya.



Usai mengamati semut, Kakak Hiya kembali mengumpulkan ranting untuk dibawa pulang. Tangan mungilnya menggenggam beberapa batang ranting. Senyumnya merekah. Di tengah jalan, ia menyempatkan menghitung kembali ranting yang berhasil dikumpulkan. Ia terlihat sangat bahagia.

Aku simpulkan bermain di dalam maupun di luar ruangan, yang namanya interaksi dari pengasuh maupun orang tua tidak boleh absen. Anak perlu tetap distimulasi, indranya perlu dirangsang agar lebih peka, dan anak juga perlu diajak berpikir melihat sekelilingnya. Untuk anak yang sudah sangat aktif dan ekstrovert, cara ini mungkin tidak berlaku. Tetapi beda untuk anak yang agak introvert dan perlu waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan teman dan lingkungan.


Pemenuhan Gizi Selama Bermain

Kalau keluar rumah, aku selalu membekali Kakak Hiya dengan susu moo (cara Kakak Hiya menyebut susu UHT) dan jajan. Kadang kutambah dengan air mineral jika ia meminta.

Saat main di taman kemarin, meski hanya mencari ranting dan mengamati semut, si Kakak sudah gampang haus juga tuh. Ah, mungkin karena bawaan cuaca di Sidoarjo yang summer everyday ini ya hihihi. Diapun meminta susu UHT sisa bekal di trial class. Susu tersebut dibawanya bermain dan eeeh.. nggak terasa sudah habis saja!



Aku sudah hafal sih, kalau lagi main dan atau sedang istirahat disela permainan, Kakak Hiya pasti ada aja permintaannya. Jadi aku tetap berusaha memenuhi kebutuhan gizinya meskipun di luar waktu makan. Soal susu, aku sudah pernah cerita di sini mengapa aku memilih susu UHT. Aku memang hanya memberikan susu UHT sebagai konsumsi susu bersamaan dan setelah ASI. Hal ini tentu dengan berbagai pertimbangan pribadi, kebutuhan gizi si kakak, dan konsultasi dengan dokter. Aku juga sudah mengulas mengenai susu Indomilk UHT Full Cream yang tinggi kalsium serta tanpa gula garam dan pengawet ini. Berbagai kelebihan pada komposisi dan ukurannya yang mungil sangat pas untuk konsumsi sehari-hari dan untuk bekal main di luar ruangan.

Bunda ada cerita apa nih saat bermain sama anak di luar? Bagikan di sini, yuk!



#IndomilkUHTKidsFullCream
#AktifItuSehat


You Might Also Like

27 komentar

  1. Bikin kangen momen ketika anak-anak masih kecil nih. Memperhatikan semut, belalang, kupu-kupu dll itu proses belajar buat mereka ya.

    BalasHapus
  2. Memang kudu telaten ya, menemani anak belajar dan bermain agar mendapatkan stimulus yang optimal. Kalau didampingi susu uht indomilk, saya juga mau, Bun ��

    BalasHapus
  3. Anak-anak perlu juga bermain di luar rumah ya supaya bisa berinteraksi dengan alam juga. Oh ternyat akarena semut dan ranting ya awalnya kakak Hiya gak ma main di luar.

    BalasHapus
  4. Saat Yasmin balita, doi paling suka tuh main di outdoor apalagi kalau tempatnya lapang dan lega.
    Begitu turun dari gendongan atau tangan, dia akan segera melampiaskan hasrat, berlari, hihihi...

    Setuju, mba, saat eksplor di outdoor, anak kudu tetap harus didampingi, afdolnya tentu dengan kita orang tua ya, sekaligus mengawasi ketika berinteraksi.

    Aku juga setuju, buah hati kudu dibiarkan menyelesaikan konflik-konflik kecil untuk kebutuhan tumbuh kembangnya.


    BalasHapus
  5. Main di taman itu memang menyenangkan sekali. Anak juga bisa bebas mengeksplorasi untuk sesuai keinginannya. Apalagi sambil minum susu ya

    BalasHapus
  6. setuju mba mau main di dalam atau luar ruangan butuh interaksi dan pengasuhku masih absen euy buat kasih interaksi tak jarang anakku malas banget main sama pengasuhnya karena membosankan dan tidak bisa kayak aku katanya yang bisa seimbangin dia kalau main :( semoga nih pengasuhnya anak-anak bisa berubah

    btw anakku juga yang pertama selepas ASI kukasih UHT dan sekarang juga paling suka UHT Indomilk ini apalagi akalau rasa stroberi makanya aku stock selalu di rumah mba, ga cuman buat anakku tapi aku juga suka stock indomilk uht yang coklat kemasan 1 liter kemarin baru beli harga promo langsung tak borong wkwkk

    BalasHapus
  7. Kakak Hiya pintar yah, aktif pula.
    Untuk Si Kakak saya juga kasih UHT setelah lepas ASI, anaknya gak mau susu full cream atau yg diseduh2 gitu sih, jadilah yg langsung hap hap aja, praktis, heheheh

    BalasHapus
  8. Gemeessh sama kaka Hiya.
    Eh, manggilnya kaka, bolehkah?
    Hihi...soalnya aku dulu manggil anak pertama dengan sebutan kaka, langsung hamil lagi.

    Senengnya main di taman.
    Anak-anak bisa jadi pemerhati ulung.

    Sehat terus kaka Hiya.

    BalasHapus
  9. Kalau anaknya memang introvert gimana tuh, Mbak? Aku sempat berpikir anakku demikian lho. Setiao kali ketemu orang banyak dia nggak nyaman. Akan tetapi, aku tetap berusaha, paking nggak seminggu 3 kali kuajak keluar, main di luar. Atau nggak ya main ke tetangga saja.

    BalasHapus
  10. Biasanya memang kalau anak menarik diri dari pergaulan dengan teman-temannya dan tak mau main di luar rumah, kita kudu cari tau ada apa nih di balik alasannya itu. Memang anak seumuran Mahira gini belum bisa memberikan alasan dengan tepat karena pilihan bahasa juga masih belum sebanyak anak besar. Kemungkinan dia merasakan hal yang kurang nyaman ya ketika bermain di alam terbuka bersama teman-temannya.

    BalasHapus
  11. ah senangnyaa, main bersama semut dan ranting di luar rumah, asik ya.. di luar bisa banyak hal baru yang bisa diamati dan dilihat, udara juga lebih segar, hihi.. anakku juga minum susu UHT Indomilk Kids Full Cream ini mbak, tapi dia lebih suka yang rasa cokelat ^^

    BalasHapus
  12. aku suka banget ajak bayiku main diluar sejak umur 17 hari bahkan mbak, wkwkwk. ikut ortunya kemping dsb, jd alhamdulillah udah terbiasa banget. Sekarang umur 14 bulan, malah kl seharian di rmh aja, dianya yg bete :) Nah, tar lagi pas usianya udh cukup. boljug nih susu UHT juga

    BalasHapus
  13. Susu uht emang udah yang paaing pas deh kak buat bekal main di luar, praktissss...

    BalasHapus
  14. Main di luar tuh mengasyikkan ya. Ga perlu beli mainan yang mahal-mahal. Cukup cari ranting dan semut.

    BalasHapus
  15. Anak-anakku termasuk penggemar kelas berat susu UHT Mba, hihi. Dari lepas ASI, aku emang kasih susu UHT, eh bahkan dari setahun sih.

    Apakah ini ngaruh dari bundanya yang juga doyan banget susu? Wkwk

    BalasHapus
  16. Bermain diluar rumah memang menjadi aktifitas kegemaran anak-anak ya bun.. selain bisa mengeksplorasi dunia luar, juga bisa bersosialisasi dengan teman sebaya. Biasanya aku juga membawa bekal saat main diluar, makanan dan minuman kesukaan anak, seperti susu UHT Indomilk fullcream ini.. anak anak suka banget

    BalasHapus
  17. Penting banget ya Bun susu untuk perkembangan anak. Apalagi UHT ini. Keponakanku juga disediakan susu UHT sama bundanya.

    BalasHapus
  18. Anak-anakku waktu kecil suka main di luar.. sekarang susahnya minta ampun. Jadi aku harus paksain .. biar menikmati alam luar

    BalasHapus
  19. Wah senengnya anak2 kalo diajak main di luar. Wah anakku juga hobby banget main di luar

    BalasHapus
  20. Anak-anak tuh aslinya suka bermain di luar ruangan ya, tergantung orang tua mau enggak mendampingi. Dibanding kebanyakan anak-anak sekarang yang kecanduan gadget, itu juga peran dari ortu. Kalo aku dulu juga kasih nutrisi yang komplit untuk menemani anak-anak beraktivitas di luar ruangan.

    BalasHapus
  21. Aku dan anak anak jga suka main di luar mba. Ttep menjaga nutrisi juga utk anak anak aktif ya mba. Uht indomilk salah satunya

    BalasHapus
  22. Indomilk ini susunya enak, gak terlalu manis, tapi terasa susunya. ANak2ku juga suka mbak. Wah seru pastinya main di luar. Mengenal serangga2 gtu ya, terutama semut? :D

    BalasHapus
  23. Rara termasuk anak yang nggak terlalu sering main sama anak-anak lain kecuali di sekolah dan tempat ngaji. Karena tetangga memang jarang yg punya anak kecil. Jadilah dia main di sekitar rumah sendiri, kadang juga sama kakaknya.

    BalasHapus
  24. Anakku juga lebih suka main di luar rumah dibanding dalam rumah, Mba. Dia merasa lebih leluasa main di luar rumah :)

    BalasHapus
  25. Main di luar yang kami lakukan biasanya adalah main pasir di pantai Mba. Anakku senang banget tuh, apalagi bila diizinkan mandi di laut, wahhh makin senanglah dia :)

    BalasHapus
  26. Karena anakku masih bayi jadi biasa saya ajak jalan2 aja di luar, hehe. Btw saya juga berencana mau kasih si kecil susu UHT klu sudah lepas dari ASI. Boleh juga nih susu UHT dari Indomilk, apalagi kandungannya tanpa galam guran dan bahan pengawet.

    BalasHapus
  27. senangnya bisa main bareng si kecil. sehat dan sukses selalu ya :)

    BalasHapus