Rabu, 27 Juni 2018

,
hubungan ayah dan anak lelaki, hubungan ayah dan anak perempuan, hubungan ayah dan anak dalam islam, hubungan ayah dan anak yang baik, Hubungan ayah dan anak



Kalau temen-temen sudah baca postinganku disini, pasti paham deh aku termasuk orang yang “banyak bicara” sebelum menikah. Kebetulan, aku tidak melalui proses pacaran yang lazim dilakoni sebagian besar orang. Aku dan suamiku dulu memang kerap menghabiskan waktu bersama, tapi seringnya justru membicarakan project buku, diskusi tentang rumah tangga kelak, terbuka tentang keluarga satu sama lain dan sebagainya. Yah, nongki-nongki berpaedah lah wahaha!

Salah satu topik yang kerap aku ajukan ke mamas yang saat itu masih calon adalah mengenai pengasuhan dan pendidikan anak. Dengan berbagai cara, aku berusaha menggali gimana pandangannya. Buatku ini perihal yang sangat penting, selain karena dia akan jadi bapak dari anak-anak ku kelak, dia juga jadi partner seumur hidup yang akan ku ajak ngobol ngalor ngidul tentang pendidikan anak. Kalau sampe kami punya prinsip yang nggak sejalan, kan berabe.

Nggak sejalan itu kayak gimana?


Misalnya nih, istri penganut rumah tangga modern dengan konsep berbagi tugas antara suami istri, sementara suami penganut rumah tangga konvensional yang gak mau tau urusan rumah dan anak-anak.

Atau contoh kedua, istri ingin anak-anaknya mendapat ASI dan meminta suami untuk menemaninya berjuang. Tapi suami ogah-ogahan, mudah nyerah, dan yess sufor ajalah. Contoh ketiga, istri pengennya anak mondok di pesantren biar pinter, kelak jadi dokter, naiknya helikopter. Sementara suami pengennya anak diarahkan sesuai potensinya.

Beda banget kan? Makanya penting banget, ku kepslok ya, PENTING BANGET punya prinsip yang sejalan sama suami. Prinsipnya aja dulu, soal teknis itu bisa menyesuaikan yang penting suami dan istri memegang nilai-nilai yang sama.

 Prinsip dulu, Teknis kemudian


Suamiku sendiri, secara teknis, bukan tipikal lelaki yang paham banget gimana cara pumping, pijat menyusui, pengolahan MPASI, dll. Ku sodorin buku Ayah ASI cuma dibaca yang ada Ernest Prakasa-nya doang. Gantikan diapers-nya gendhuk? Yah paling banter cuma 5x lah, itupun pas dia masih minum ASI, kan kaga ada bau-baunya. Coba nyebokin di usia 2 taunan gini. Beh, dijamin mabok!

Nyuapin Mahira, juga dia jaraaang banget. Bacain buku? Juga enggak, tuh. Aku kadang khawatir, kalau bonding antara ayah-anak nanti nggak erat gemana ya.. Eh sebentar, pada sepakat kan kalau ayah-anak itu punya bonding yang spesial?

Bolehlah buibu googling sebentar dan cari research tentang hubungan spesial antara ayah dan anak. Tetapi cukuplah aku memberi perumpamaan: Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Ayah adalah panutan pertama anak lelakinya. Kelak, si anak wedhok akan mencari seorang pendamping yang setidak-tidaknya punya karakter kayak si Ayah. Suatu saat juga, si anak lanang akan menjadi imam seperti ayahnya. Kurang lebih begitu, jika ayahnya sukses jadi figur yang baik. Children see children do.
hubungan ayah dan anak lelaki, hubungan ayah dan anak perempuan, hubungan ayah dan anak dalam islam, hubungan ayah dan anak yang baik, Hubungan ayah dan anak
Source: pinterest


Nah, sebelum aku beranjak ke how to…  boleh ya aku mendongen sikit.

Let me be an example. Aku pribadi tidak terlalu dekat dengan ayah, juga tidak terlalu jauh. Sulit bagiku mengingat peran ayah di masa kecil. Peran yang ku maksud disini adalah keterlibatan beliau dalam dunia anak-anak ku di masa silam. Memandikanku, ndulang, mainan bareng, hm.. rasanya endak pernah. Yang ku ingat malah omelan, slenthik-an, dan guyuran air hukuman. Pokoknya, kesan ayah di masa kecilku bener-bener gak menyenangkan.

Masa remaja? Ayah juga rese’ abis. Aku dulu doyan nulis, bikin cerpen. Jelek sih, ya namanya juga newbie. Tapi aku ada impian untuk bikin buku, atau minimal ngirim karya ke majalah-majalah yang sering aku baca. Eh, tiba-tiba aja naskah-naskahku raib. Mendadak ayah muncul sambil membacakan puisi serta naskah cerpenku dengan ekspresi mendayu-dayu yang nggak banget sambil tertawa terbahak. Aku merasa diremehkan, gak dihargai, di ejek, dan lain sebagainya.

Oiya, FYI aku adalah anak tunggal. Dan sumbangnya hubunganku dengan ayah di masa kecil dan remaja, mengiringku untuk mencari “figur lelaki” lain. Serius, aku harus mengakui ini. Eh, btw yang aku rasakan ini juga ada penelitiannya lho secara psikologis! Aku mulai mencari “kakak lanang” hanya untuk curhat, ngobrol, nemenin makan, nonton, dan lain sebagainya. Oh dan yaa, aku juga mencari pacar. Dan saat aku diselingkuhin si mantan itu, ayah malah terbahak-bahak. “Wajar, jenenge ae wong lanang.” (wajar, namanya juga lelaki).

Oh, dem.

Begitu aku kuliah, aku mulai bongkar-bongkar buku. Aku ketemu deh sama beberapa buku-bukunya ayah. Wah, secara beliau wartawan ya, bukunya segambreng! Yang bikin aku kaget, ada buku-buku mengenai kepenulisan yang beliau beri nama “Nabilla”. Aku jadi berpikir apa ayah ingin aku membaca buku ini? Lah kenapa nggak dikasih dari dulu, gengsi atau begimana? Pas kuliah, ibu juga memohon agar aku mencari beasiswa agar bisa meringankan beban ayah yang harus membiayai kuliah plus sekolah adik-adik sepupuku atau membantu ekonomi keluarga adik-adiknya.

Saat itu juga aku makin melek bahwa ayahku seorang pejuang. Tanpa aku sadari juga, aku memilih calon suami yang punya beberapa kemiripan dengan ayah. Pejuang, berasal dari keluarga yang kurang mampu, cerdas, ibadahnya lumayan, teledoran, dan lain sebagainya.

Ayah rupanya jadi orang yang paling kenceng nangisnya pas tau aku di operasi SC, apalagi waktu tau Mahira masuk NICU. Ibu dan mamas aja kaget, gak pernah ayah secara gamblang menampakkan hal tersebut. Kelar lahiran, aku makin sadar bahwa ayahku ini tipikal lelaki konvensional. Kerjaannya ya kerja, kerja, kerja kayak Jokowi walopun ayah gasuka Jokowi. Kerjanya ayah tidak hanya untuk keluargaku, untuk ibu dan aku, tetapi juga untuk keluarga besar ayah dan ibuku.

Nah dari ceritaku di atas, kalau ada pertanyaan apakah ayahku sayang sama aku? jawabannya jelas, sayang banget. Meski demikian, tetap saja ada gap atau kesenjangan antara hubungan kami berdua. Tidak pernah aku bisa dengan gamblang cerita hal yang terlalu pribadi ke ayah, tidak akan pernah. Sebab, ya itu tadi, karena kami tidak dekat. Tapi, kami juga tidak “jauh” karena ya dalam berbagai acara selalu bersama.

Barangkali itulah kesan yang ingin diciptakan oleh ayah dan ibuku terhadap aku, sebuah hubungan murni orang tua dan anak.
hubungan ayah dan anak lelaki, hubungan ayah dan anak perempuan, hubungan ayah dan anak dalam islam, hubungan ayah dan anak yang baik, Hubungan ayah dan anak
Source: pinterest


Mendekatkan Ayah ke Anak


Emak-emak kalau pengen punya bonding erat ama anak sih biasanya mudah ya. Nyusuin, nyuapin, memandikan, nyebokin, dongenin, wah banyak lah! Kalo ayah?? Nah, para bunda dan ayah, kalau ingin lebih ke anak-anak, coba mulai dari sini:

Pertama, bikin patokan. Kita ingin dipandang sebagai apa di mata anak-anak kita? Sebagai ayah dan bunda? Jelas. Sebatas itu, kah? Ada yang ingin menjadi sahabat bagi anak-anaknya. Ada yang tidak sengaja malah jadi pengekang buat anak-anaknya. Patokan ini ibarat grand design peran impian kita di mata anak. Kalau ingin jadi sahabat buat anak, ya mulai memperhatikan hal-hal kecil, sejak dini, dan mendengarkannya. Kalau ingin hanya tampak yang baik-baiknya aja di mata anak, yaudah sembunyikan aja semua rahasia. Semua pasti ada dampaknya, dan tentu saja beda keluarga pasti beda patokannya.

Kedua, terus gandeng suami dan komunikasikan yang baik. Ada temanku pernah cerita, dia juga kepengen suaminya punya “peran” di masa kecil anaknya, tapi karena tuntutan ekonomi keluarga, suaminya nyaris tidak memiliki waktu luang selain weekend. Sesuaikan saja dengan kondisi masing-masing ya buibu. Ingat, teknis bisa menyesuaikan, yang penting prinsip, visi dan misi tetap sejalan. Suamiku misalnya, dah pasti nyerah duluan kalau disuruh ndongeng. Doyan baca aja kagak. Kalau bener-bener ku pasrahin dongeng, ceritanya bakal gak karuan gitu. Nah, akhirnya kami mencari aktivitas yang bisa dilakukan antara ayah-anak, yaitu olahraga dan observasi dunia luar (main di sawah, lapangan, main ama kebo, dll). Win-win solution, kan?

Ketiga, rutin baca. Baca buku, baca artikel di gugel. Kalau perlu, kirim juga link artikelnya ke suami. Pokoknya tiap dapet ilmu baru, usahain segera share ke suami. Bisa via pillow talk atau pas lagi makan bareng gitu.

Keempat, ajak suami ke agenda-agenda “keibuan”. Misalnya, kelas edukASI, kelas parenting, dan lain-lain. Ini ngefek banget lho. Suamiku pernah aku ajak ke rumah dokter Dini untuk diskusi mengenai ASI dan sepulang dari situ dia malah makin sering ngajak diskusi tentang pemberian ASI dan susu-susu lain ke anak. Kalau suami “kurang paham” dan kita dah nyerah mahamin, minta bantuan orang ketiga berupa orang-orang ahli yang dateng di kelas dan seminar “keibuan” ini.

Kelima, tanya referensi yang ia miliki. Jangan jadi Wonder Woman ya. Mbak Gal Gadot aja juga punya bojo, kok! Coba tanya suami, apa punya pandangan untuk sekolah si kecil, dimana, dan dengan sistem yang seperti apa. Ini masih nyambung ke poin komunikasi di atas. Dengan kita tau pandangan suami, kita juga paham apa langkah selanjutnya.

Keenam, boleh lah ngasih sindiran halus. Misalnya, kayak yang pernah aku lakukan ke suami, “Mas, kalau kamu nggak mau ngopeni Mahira, entar kalo dah tua kamu di taruh di Panti Jompo, lho!” Iya, aku bilang gitu sambil sedikit ngancem. Wahahaha.

Ngancem bercanda yaa, biar gak durhaka ama suami! 😂😆

Ketujuh, motivasi ayah agar terus menjadi figur idaman. Seorang ayah akan dilihat anak perempuannya sebagai pelindung, tempat bercerita yang fleksibel ketika sang bunda lagi badmood, tempat dimana ia bisa main seru, dan lain sebagainya. Seorang ayah wajib memberikan hal tersebut ke anak perempuannya, misalnya menemani bermain di playground bersama teman-teman yang lain, hal ini bisa membuat si kecil lebih merasa aman. Bersepeda ke sekolah, melihat binatang, berolahraga bersama, menjadi imam, dan lain sebagainya. Kalau untuk anak lelaki, tugas ayah juga tidak kalah berat. Paling signifikan menurutku adlaah mengajak anak untuk terlibat ke masjid, kerja bakti, ngaji bareng, dan lain-lain.

hubungan ayah dan anak lelaki, hubungan ayah dan anak perempuan, hubungan ayah dan anak dalam islam, hubungan ayah dan anak yang baik, Hubungan ayah dan anak



Senin, 25 Juni 2018

,


Menjadi emak-emak millennials rupanya membuat hasrat untuk traveling semakin tinggi. Apalagi habis baca survei dari Spring Travel Trends yang menunjukkan, minat wisatawan untuk mengunjungi Eropa Timur meningkat sebesar 13 persen pada 2017 (Kompas.com). Hm.. rupanya di kalangan masyarakat kelas menengah Indonesia, popularitas benua Eropa sebagai destinasi wisata juga terus meningkat.

Kalau sebagian besar godaan para bapak adalah emak-emak yang nggak mau nyalakan lampu seinnya saat mau belok, buat suamiku, itu tidak seberapa. Baginya, tantangan terbesar yang pasti bikin dia deg-degan adalah kalau istrinya minta izin buat jalan-jalan lagi. Sebetulnya aku paham banget sih kegundahan hati suami, tapi aku juga yakin dia pasti akan bilang IYA SAYANG. Tanpa pikir panjang dan keburu keinginan padam, aku langsung ngontak suami yang lagi ngantor:

Berhubung aku adalah istri salihah (aamiiin!) aku turutin dong titah suami. Langsung aku buka dan menjelajahi link yang dia kirim dan mencari maksud tersembunyi suami.

Desiran keinginan itu makin meledak-ledak di dada begitu browsing website dan ke-cheria-an pelanggan Cheria Holiday. Sambil tidur-tiduran, aku nostalgia masa-masa kuliah. Saat itu, aku doyan banget traveling baik sendiri maupun dengan rombongan. Ada rasa bangga dan tantangan tersendiri saat menjejak di bumi Allah dengan mengenakan jilbab dan bertemu dengan berbagai macam karakter manusia serta budayanya. Aku masih punya wishlist kota di Eropa yang ingin banget aku kunjungi sejak tahun 2011 lalu, salah satunya adalah Praha.

Aku jadi maklum dan paham dengan tren berlibur di Eropa yang makin meningkat di kalangan masyarakat kelas menengah Indonesia. Lha wong ada travel asik seperti Cheria Holiday yang pas banget untuk muslim traveler.


I Am Cheria! Holiday Halal dengan Hati Tenang, Nambah Wawasan, Dompet Aman.


Kebanyakan traveler suka membanding-bandingkan antara jalan sendirian atau jalan rombongan. Kenapa ya kok dibanding-bandingkan? Padahal keduanya itu seru dan sama-sama menantang, lho! Aku sudah pernah menikmati kesendirian saat traveling di luar negeri, begitupun aku juga sangat sering jalan-jalan bareng rombongan. Traveling bareng rombongan bakal semakin beda sensasinya kalau ketemu sama penyedia layanan Travel Wisata Halal yang amanah dan asik di Jakarta seperti Cheria Holiday. Bisa-bisa malah ketagihan pengen jalan-jalan lagi bareng mereka!


Dari namanya saja, Cheria Holiday sudah menunjukkan energi positif. Sugesti positif itu penting banget lho untuk bekal perjalanan. Kalau ditanyain, “Eh, ke Eropa bareng siapa?” kita bisa jawab, “Bareng CHERIA!” sambil pamerin gigi dan senyum yang lebar.
Keenan dan Pevita saat Umroh dan Ke Turki bareng Cheria Holiday. Videonya Pevita di Turki bisa klik video sebelumnya ya. Sumber: Facebook Testimoni CHeria Holiday.

Testimoni liburan halal bareng Cheria Holiday. Eh ada Aa Gym! :D
Crew Cheria yang selalu Ceria!

Apalagi dengan kenaikan angka muslim kelas menengah di Indonesia yang punya karakter universal, Cheria Holiday bisa menjadi pilihan yang tepat. Sejak tahun 2012, Cheria Holiday hadir dalam rangka memenuhi salah satu kebutuhan umat Islam dalam melakukan perjalanan ibadah, diantaranya memberikan kemudahan memperoleh menu halal di lokasi wisata, akad transaksi yang halal, perjalanan yang halal dengan lancarnya ibadah, dan lain sebagainya. Meskipun tergolong baru, Cheria Holiday sudah melayani ribuan wisatawan dan peziarah dengan komitmen pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan garansi kepuasan.

Kalau umumnya travel halal melayani paket umroh dan haji saja, Cheria Holiday mencakup banyak hal. Diantaranya kebutuhan paket Tour Wisata Muslim di dalam dan luar negeri (dengan puluhan ragam destiansi, tentu saja!), pemesanan tiket hotel, visa, dan kebutuhan perjalanan lainnya baik untuk personal, grup, maupun untuk urusan bisnis atau corporate.

Keunggulan Cheria Holiday dalam hal harga tiket yang bersaing memang tidak mengherankan. Sebab, Tiket Cheria adalah AGEN IATA baik domestik maupun internasional. Sementara untuk layanan Haji Plus dan Umroh, Cheria Holiday merupakan Agen Resmi Madinah Iman Wisata Cabang Jakarta dengan izin resmi Depag No. 1188/2015 dan D/70/2015. Legalitas Cheria Holiday lainnya bisa dilihat di gambar di atas yaa.. Cheria juga mengantongi beberapa prestasi lho, diantaranya ini nih:




Dengan penawaran yang menggiurkan serta destinasi yang beragam, impian yang bisa ku wujudkan dengan Cheria Holiday tentu saja: Paket Tour Halal Eropa Timur! Eh, kalau kamu pengen ke Eropa Barat, Cheria Holiday juga menyediakan Paket Tour Halal Eropa Barat, kok! Saat aku share info ini di Instastory, rupanya banyak yang kepengen traveling bareng Cheria Holiday juga! Ku yakin sih begitu lihat foto-fotoku dibawah ini, pasti langsung pada kepoin websitenya Cheria Holiday. 😁



Dijamin Seru! 4 Negara, 7 Kota, 9 Hari ke Eropa Timur Bareng Cheria Holiday


Paket Halal Tour Eropa Timur dari Cheria Holiday ini sudah terjadwal sampai bulan November 2018 nanti. Mulai dari tanggal 27 Juli 2018, 11 Agustus 2018, 19 Oktober 2018, dan 16 November 2018. Menginapnya pun di Accord Groups Hotel berbintang 3 atau yang setaraf. Tour ini pas banget buat keluarga, buat yang gak mau ribet dalam perjalanan, plus siapapun yang memprioritaskan kenyamanan. Tour ke Eropa Timur ini nanti berlangsung selama 9 hari mulai dari Jakarta – Vienna – Bratislava – Budapest – Salzburg – Hallstatt – Chesky – Kromlov – Praha – Jakarta. Lihat, ada PRAHA disana!
  
Sambil scrolling down web Cheria Holiday dan beberapa website referensi lainnya, aku terus membayangkan kalau aku menjadi bagian dari Wisata Halal ke Eropa Timur bareng Cheria Holiday. Begini kira-kira jadinya, ehem, berandai-andai dulu boleh dong yaa.. hihihi.

Vienna

Ilustrasi lagi jalan-jalan di Vienna! Sumber foto: dreamstime.com, edited by me.

Vienna atau yang dalam bahasa Indonesia lebih akrab dengan nama Wina, adalah kota yang kaya akan sejarah, baik itu dalam arsitektur maupun musiknya. Vienna menjadi kota pertama yang akan kita datangi dengan Cheria Holiday. Siapapun yang melihat kecantikan kota, naluri untuk city tour pasti langsung membuncah! Di Vienna kita bisa mengunjungi Ringstrasse, State Opera House, dan Hofburg Palace, sebuah Imperial Palace yang berfungsi sebagai kantor untuk Presiden Austria, rumah museum, serta pusat konferensi internasional. Jika ada waktu lebih, kita bisa mampir ke museum (ingat, ke Eropa gak lengkap kalau nggak ke museum!) seperti The Museums Quartier, Vienna Art House, Museum Liechtenstein, atau The Museum of Fine Arts.


Halal food? Bersyukurlah Vienna bukan kota yang susah untuk mendapatkan restoran halal. Ada beberapa kudapan lokal halal maupun kedai kebab yang tersebar di Vienna. Mau mencicipi masjid disana pun oke, ada sejumlah masjid seperti Islamic Center Vienna, Masjid Kuba, Masjid Hidaya, Masjid Schura, Masjid Haci Bayram, dan lain-lain. Seusai dari Vienna, perjalanan dilanjutkan ke Bratislava untuk transfer hotel.

Bratislava

Jika aku ke Old Town Hall Bratislava... Sumber foto: tenpennydreams.com , edited by me.

Bersama Cheria Holiday, kita bakal menghabiskan waktu semalam di Bratislava, Ibukota Slovakia. Disana, ada beberapa lokasi menarik seperti Old Town Hall, Katredal St Martin’s, menara Old Town Square, menjajal keunikan stasiun kereta utama, ke Slovak National Theatre, nggak ketinggalan kita juga bisa ke Bratislava Castle.

Uniknya, Bratislava menyediakan The Bratislava Card yang bisa kita beli untuk bisa berkeliling Bratislava lebih hemat dan dapet banyak diskon dari berbagai produk serta destinasi wisata di Bratislava.

 Budapest

Berandai-andai lagi di Fisherman's Bastion Budapest. Sumber foto: dreamstime.com , edited by me.

Merupakan kota ketiga yang akan kita singgahi bersama Cheria Holiday. Di Budapest, kita bisa berkeliling kota mengunjungi Fisherman’s Bastion, Matthias Church, Heroes’ Square, Parliament House, Danube River, Citadel Hill dan Royal Palace. Budapest juga merupakan kota yang cocok untuk berbelanja, tepatnya di sepanjang Vaci Street.
Danube River yang romantis di malam hari. Sumber foto: http://budacastlebudapest.com/open/

Kita juga bisa belajar mengenai persebaran Islam, aktivitas pemeluk agama Islam di Vienna, sekaligus sholat di Islamic Center Budapest. Halal food disana juga cukup banyak ditemui kok. Apalagi ada Cheria Holiday, wes worry free!

Salzburg

Kalau aku ke Mozart Birthplace... Sumber foto: afar-production.net , edited by me.

Hari ke-5 akan kita habiskan di kota Salzburg. Kota menawan di Austria Barat ini terkenal dengan tempat kelahiran Mozart, salah satu komposer musik klasik terbaik di dunia. Kamu termasuk penggemar karyanya? Jangan lewatkan singgah ke Mozart Birthplace yang terletak di No. 9 Getreidegasse yang menjadi rumah sekaligus museum yang paling banyak dikunjungi di Austria. Disinilah Wolfgang Amadeus Mozart lahir pada tanggal 27 Januari 1756. Lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri mengingat Mozart memiliki pengaruh besar dalam dunia musik klasik.
 
Bangunan kelahiran Mozart yang jadi museum terkenal. Sumber foto: salzburg.info
Selain mengenal Mozart, kita juga bisa jalan-jalan di kota yang menawan ini dan mengunjungi lokasi lainnya. Misalnya, Mirabell Garden yang menjadi tempat pertunjukan Sound of Music, atau mengunjungi Hellbrunn Palace (Istana Hellbrunn) yang memberikan atraksi seru berupa tradisi keluarga istana pada abad ke-17 yakni “semprotan” air ke pengunjung di beberapa titik air mancur tersembunyi di istana.

Hallstatt

Ya.. beginilah kalau aku ke The Hallstatter See saat winter. Sumber foto: www.im-salzkammergut.at edited by me.

Merupakan kota yang akan kita singgahi sebelum ke Chesky Krumlov dan Praha. Semalam di Hallstatt bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan apa-apa, lho! Hallstatt punya pemandangan yang sangat indah! Bahkan salah satunya, terdapat The Hallstatt-Dachstein atau Salzkammergut Cultural Landscape yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO (World Heritage Site).

Cuantik banget khaaan! Sumber foto: wallpapersite.com

Disana juga terdapat danau gunung yang spektakuler bernama The Hallstätter See yang memiliki panjang sekitar 8,5 km dan kedalaman hingga 125 meter, dikelilingi oleh lereng berhutan curam, serta menjadi danau yang paling bersejarah di Pegunungan Alpen. Kalau lagi males jalan-jalan, sekedar tenguk-tenguk­ atau bersantai dan menikmati pemandangan aja udah nikmat banget. Apalagi sambil baca buku dan ditemani suami tercinta. Aiihhh...

Chesky Krumlov

Ke Old Town Square di Cesky Krumlov dulu yuk! Sumber foto: thesanetravel.com edited by me.

Di hari ke-7 ini, setelah check out dan sarapan di Hallstatt, destinasi selanjutnya adalah jeng..jeng..jeng.. Praha! YEAY! Tapi, kita mampir dulu sebentar nih ke Cesky Krumlov. Lonely Planet aja mengatakan kalau Cesky Krumlov adalah sala satu kota paling indah di Eropa, masa ga mau mampir sejenak?
Miniatur Praha. Sumber: amdolcevita.com

Banyak yang mengatakan Cesky Krumlov sebagai miniatur Praha. Arsitektur kota yang sangat khas dengan gaya Renaissance dan arsitektur Baroque, termasuk juga keindahan Cesky Castle dan Old Town-nya. Setelah makan siang, baru kita cuss ke PRAHA!

Praha

Charles Bridge yang legendaris ituh.. sumber foto: dreamstime.com edited by me.

AKHIRNYA! Tiba juga kita di Kota Seribu menara. Praha yang sudah berusia 1.100 tahun ini justru terlihat eksotik dari hari ke hari. Sepanjang mata memandang penuh dengan pemandangan indah mulai dari gereja berkubah, menara tua, rumah, bahkan jalanan kota yang layak disebut sebagai salah satu permata arsitektur Eropa. Mau belok kanan atau kiri, arsitekturnya penuh dengan gaya Gothic, Baroque, Renaissance, dan Art Nouveau yang mewarnai kota. Eh, meskipun ada juga lho bangunan modern yang sangat unik dan kontras di tengah gedung-gedung tua yang bernama The Dancing House.


Kalau ke Praha, sudah pasti juga kita akan ke Old Town Square yang menjadi salah satu tempat terbaik untuk mulai menjelajahi kota. Disini, kita bisa menemukan Tyn Curch dan Celementium, juga berbagai gereja tua lainnya, juga tidak ketinggalan Astronomical Clock yang sudah berdiri sejak abad ke-15 silam. Masih tentang kastil, kita juga bisa mampir ke St. Vitus, gereja Kristen terbesar dan terpenting di Republik Ceko. Di gereja ini terdapat menara utama setinggi 87 meter yang menawarkan keindahan kota Praha dari atas.
Klasik dan menawan. Sumber: expedia.ca.

Sempatkan juga untuk take a walk di Charles Bridge yang terkenal memilik patung-patung tua yang indah seperti Kaisar Romawi Charles IV dan John of Nepomuk. Saking tuanya jembatan ini, banyak juga takhayul yang beredar, seperti kalau menggosokkan plakat di dasar patung bisa membantu pengabulan permohonan, dan lain-lain.
Ala Eiffel Paris. Sumber foto: dreamstime.com
Cheria Holiday juga akan mengajak kita ke Petrin Hill yang menawarkan beberapa spot menarik seperti Petrin Lookout Tower setinggi 63 meter yang merupakan miniatur menara Eiffel di Paris. Bedanya, kalau naik ke Tower ini kita bisa lihat panorama Praha yang eksotik itu! Buat yang belum kenyang berbelanja di Vienna, bisa meripit ke Pariszka Street yang udah punya nama (banget!) di kalangan turis untuk belanja barang-barang bermerk. Kalaupun nggak belanja, kita bisa juga foto-foto disekitar jalannya yang menawan.

Anyway, meskipun buanyak banget gereja tua di Praha, populasi muslim di kota ini juga cukup berkembang, lho! Praha adalah rumah untuk dua masjid yakni The Islamic Centre of Prague dan The Mosque di Prague City Center. Halal restoran pun cukup banyak ditemui, mulai dari yang harga kaki lima sampai yang bintang lima.


Pulang ke Indonesia... Bawa Apa Aja?

Alhamdulillah, setelah seharian keliling Praha, kita balik lagi ke negara tercinta. Hm.. buat aku pribadi, jalan-jalan bareng Cheria Holiday adalah salah satu perjalanan terbaik yang pernah aku lakukan. Selain bisa mewujudkan mimpi sejak tahun 2011 lalu, aku juga mengantongi wawasan baru dari segi sejarah, makin banyak berzikir mengagumi ciptaanNya, sekaligus kembali teringat ayat Allah dalam Surat Al-Mulk ayat 15: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

Bangun dari mimpi...

Glotak!

Smartphone yang aku pegang sambil rebahan tiba-tiba aja jatuh. Walah, rupanya aku terlalu jauh berkhayal sampai lupa daratan!

Anyway, kamu juga bisa mengikuti keceriaan Cheria Holiday ini di Instagram Cheria Holiday, Facebook Fanspage Cheria Holiday, Twitter Cheria Holiday, YouTube Cheria Holiday, Website Cheria Holiday dan kontak lengkap Cheria Holiday. Langsung klik aja masing-masing link di atas yes.










Referensi:
Sumber foto ada pada keterangan tiap foto. Edited by bundabiya.com. 
Company Profile Cheria Holiday
https://www.cheria-travel.com/
http://budacastlebudapest.com/open/
https://www.salzburg.info/en/sights/top10/mozarts-birthplace
http://www.home.co.id/read/4522/ciri-ciri-arsitektur-renaisans
https://www.arsitag.com/article/gaya-arsitektur-gotik
https://www.arsitag.com/article/gaya-asitektur-baroque
http://kopikeliling.com/visual/art/sejarah-aliran-seni-art-nouveau-dan-seniman-besar-di-baliknya.html




Follow me @nabilladp