Pengalaman Program Hamil: 4 Hal yang Perlu Bunda Persiapkan

program hamil, cara program hamil, biaya program hamil, vitamin program hamil, review bocah indonesia, program hamil bocah indonesia, tips program hamil, alat pengecek kesuburan, klinik fertilitas surabaya, klinik fertilitas jakarta, klinik fertilitas bocah indonesia, pengalaman promil setelah menikah, pengalaman promil setelah satu tahun, pengalaman promil dengan folamil genio, pengalaman program hamil



Pengalaman program hamil setiap pasutri pasti berbeda-beda. Soalnya, masalahnya pun juga berbeda. Saat anak pertamaku dulu, aku “baru” dikaruniai anak pertama setelah 8 bulan menikah. Itu saja menurut keluargaku, sudah terlalu lama. Sementara menurut dokter kami, itu masih rentang waktu yang normal dan cukup, terutama untuk mempersiapkan kelahiran dan pendidikan anak yang tidak mudah.


Aku ingat betul waktu itu ayahku sudah menawari untuk melakukan program bayi tabung. Waktu itu, tawaran beliau aku tolak. Karena kami masih bisa berikhtiar dengan cara alami. Masalahnya waktu itu sepertinya karena aku dan suami sedang banyak tekanan di kampus, kami sama-sama masih kuliah S2 di Jogja. Jadi, seringkali kami kelelahan karena banyak tugas dan penelitian. 


Tapi, aku tetap berikhtiar untuk melakukan program hamil alami. Dari ikhtiarku itu, ada beberapa persiapan yang aku lakukan dan yang menjadi pelajaran. Selain itu, pada tulisan ini aku juga akan membagikan beberapa informasi penting seputar cara program hamil dari Bocah Indonesia. Kalau kamu belum tau, ini adalah layanan program hamil yang digunakan oleh Wardah Maulina. Sebetulnya aku bukan followersnya Mbak Wardah, tapi, ada temanku yang juga sedang berikhtiar punya anak dan punya masalah kesuburan. Dia sering membagikan stories Wardah dan suaminya dalam memiliki anak.


Dari situ, aku makin yakin dan hanya ingin mengatakan bahwa tidak kunjung hamil karena infertilitas bukan akhir dari segalanya. Harapan itu ada, peluang itu masih terbuka. Kita yang perlu memperjuangkan dan berikhtiar, meyakinkan pada Yang Maha Kuasa bahwa kita siap menerima amanah buah hati yang selama ini kita nantikan.


Upaya Pertama: Persiapan Batin

Persiapan lahir batin ini sebagian besar tentang hal-hal yang tidak terlihat. Ada dua hal yang bisa aku sarankan, pertama menata niat. Coba diskusikan dengan pasangan, kenapa, sih, kita kepengin punya anak? Apakah untuk meneruskan keturunan, untuk menyalurkan perasaan cinta dan kasih kita, menjadi pewaris, ikut-ikutan aja karena ini adalah hal yang umum, untuk mengabulkan keinginan orang tua dan mertua, atau malah untuk tempat kita “bergantung” di masa depan? Setiap orang tua pasti punya alasan tertentu dalam menginginkan buah hati. Tata dulu niat baik kita, lalu alirkan dalam doa.


Kedua, persiapan mental dan stres management. Stres ini bisa berarti stres karena pekerjaan, tuntutan di keluarga, atau karena ada hal-hal di masa lalu yang belum selesai dan menjadi pikiran. Menurutku, lebih baik kita melakukan program hamil dalam suasana hati yang tenang dan tidak terbebani hal-hal yang memberatkan mental kita. Saranku, ada baiknya bunda belajar mindfulness sebelum mulai program hamil. Atau, bisa juga berkonsultasi dulu dengan Psikolog atau Psikiater tentang kondisi mental diri.


Ini adalah hal yang aku sesali ketika hamil anak pertama, nggak belajar mindfull dulu. Entah berhubungan atau tidak, ya, aku hamil anak pertama dalam kondisi agak tertekan karena sedang menggarap tesis dalam waktu yang mepet. Kemudian, aku juga mendapat pengalaman melahirkan yang kurang menyenangkan dan anak pertamaku jadi gampang cranky dan temperamen bawaannya mirip sekali sama aku hehehe. 


Upaya Kedua: Persiapan Fisik

Kalau sudah selesai persiapan batin, kita masuk ke persiapan fisik. Ada beberapa hal nih, pertama mengecek riwayat keluarga, check up ke dokter (dokter kandungan dan dokter gigi), melakukan sejumlah tes dan vaksin jika perlu, lalu mengonsumsi vitamin program hamil sesuai kondisi tubuh.


Pertama, mengecek riwayat keluarga. Salah satu penyebab infertilitas pada lelaki adalah faktor genetik. Mengecek riwayat keluarga seperti ayah, ibu, kakek, nenek, tante, om, dan lain-lain, akan membantu dokter untuk mengetahui kondisi tubuh kita sebelum program hamil. Kalau ada anggota keluarga yang memiliki kondisi medis bawaan, bisa jadi kita pun memiliki peluang dan tantangan yang sama.


Kedua, check up ke dokter Obgyn dan dokter gigi (serta dokter spesialis lainnya jika perlu). Carilah dokter obgyn yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kamu. Aku sempat membagikan beberapa tips memilih dokter kandungan. Dokter yang tepat dan berpengalaman bisa menghemat anggaran sekaligus memudahkan program hamil kamu, lho.


Lha, lalu, kenapa harus ke dokter gigi? Sekilas seperti tidak berhubungan, ya. Tapi, sebetulnya ada kaitan antara kesehatan gigi dan gusi dengan kesehatan ibu hamil dan janin. Ada penelitian bahwa penyakit gusi ada kaitannya dengan kelahiran prematur. Selain itu, ketika kita hamil, kondisi imun tubuh lemah. Sangat mungkin terserang beberpa penyakit. Jika gigi dan gusi tidak sehat, mereka bisa menyulitkan kita saat hamil.


Bagaimana aku tahu? Aku sudah pengalaman, Bund. Rasanya, duuhhh… sudah begitu, obat pereda nyeri untuk sakit gigi saat hamil yang dapat kita konsumsi sangat terbatas. Kalau pun mau cabut gigi atau ke dokter gigi, saat itu aku harus nunggu sampai 4 bulan setelah kandungan cukup aman. Nggak mau seperti itu, kan? Makanya, sebelum promil, usahakan urusan gigi ini sudah beres.


program hamil, cara program hamil, biaya program hamil, vitamin program hamil, review bocah indonesia, program hamil bocah indonesia, tips program hamil, alat pengecek kesuburan, klinik fertilitas surabaya, klinik fertilitas jakarta, klinik fertilitas bocah indonesia, pengalaman promil setelah menikah, pengalaman promil setelah satu tahun, pengalaman promil dengan folamil genio, pengalaman program hamil
Penyebab infertilitas pada pria dan wanita (doc: BocahIndonesia.com)


Ketiga, melakukan sejumlah tes dan vaksin jika perlu. Beberapa tes membutuhkan biaya lebih, seperti tes TORCH. Misalnya nih, kamu ada riwayat beberapa kali keguguran, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk tes TORCH untuk melihat apakah ada kemungkinan virus dan parasit toxoplasma, rubella, CMV, dan virus herpes.


Aku pernah punya pengalaman kurang menyenangkan dengan toxoplasma. Saat aku hamil memasuki bulan ke-3, dokter Enny SpOG di Jogja curiga dengan kondisi janin dan menganjurkanku untuk tes TORCH (kecuali herpes). Benar saja, ternyata ada parasit tokso dalam tubuhku. Takut banget waktu itu, udah kepikiran yang enggak-enggak. Singkat cerita, aku diminta melakukan serangkaian tes lagi dan ternyata yang ada ditubuhku hanyalah bangkai. Jadi, tidak berbahaya dan tidak perlu antibiotik. Syukurlah.


Selain tes, mungkin dokter juga akan menyarankan untuk vaksin. Tergantung kondisi dan lokasi, ya. Misalnya saja ada rencana bepergian ke luar negeri. Dalam musim tertentu,di luar negeri virus flu bisa berbahaya untuk ibu hamil. Maka, dokter mungkin akan menganjurkan ibu yang akan program hamil mengambil vaksin flu.


Keempat, mengonsumsi vitamin sesuai kondisi tubuh. Sebaiknya, vitamin ini ikut saran dokter, ya. Kalau vitamin yang umum seperti vitamin C dan D mungkin bisa kita konsumsi dalam dosis normal. Apalagi saat pandemi seperti ini, Vitamin C, D, dan zinc sudah menjadi kebutuhan untuk melindungi diri.


Upaya Ketiga: Mengatur Ulang Gaya Hidup

Gaya hidup sangat berpengaruh pada kesuburan. Bicarakan dengan dokter atau profesional lain jika ayah atau bunda merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan tertentu; hidup di lingkungan yang penuh tekanan atau kekerasan; atau bekerja dengan atau tinggal di sekitar zat beracun. Beberapa hal terkait gaya hidup yang akan aku bahas di sini adalah konsumsi makanan sehat, diet jika perlu, dan berolahraga. 


Pertama, konsumsi makanan sehat. Tanyakan pada dokter makanan apa yang sebaiknya kita konsumsi untuk mendukung program hamil. Biasanya, kalau lagi promil, dokter akan menyarankan untuk menghindari daging atau makanan laut yang kurang matang, ikan mentah, beberapa jenis ikan yang tinggi merkuri, sayuran mentah, dan lain-lain. Dokter mungkin juga akan menganjurkan bunda untuk mengurangi konsumsi kafein pada teh herbal dan kopi.


Kedua, diet jika perlu. Tanyakan pada ahli gizi atau dokter Bunda. Sebaiknya, berat badan calon ibu hamil tidak terlalu berat (overweight atau obesitas) dan tidak pula terlalu kurus. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes gesatsional. Smeentara kekurangan berat badan, bisa meningkatkan risiko masalah kesuburan, lahir prematur, dan anemia. 


Ketiga, berolahraga. Jika kamu belum terbiasa olahraga, mulailah dari hal-hal yang sederhana dulu. Berhubung lagi pandemi, ya, cobalah home workout selama 15-20 menit per dua hari. Nanti bisa ditingkatkan lagi. Tubuh yang bugar tentu akan sangat membantu program hamil. Ketika nanti sudah hamil, olahraganya bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh dan mengikuti saran dari dokter.


Upaya Keempat: Mengetahui siklus masa subur

Jika kamu memiliki siklus menstruasi yang teratur, biasanya hanya persoalan waktu atau faktor lain. Perempuan yang memiliki siklus haid teratur lebih mudah memprediksi masa subur. Aku dulu sempat menggunakan bantuan alat pengecek kesuburan dan memakai bantuan aplikasi pencatat siklus haid. Kamu bisa juga mencoba memakai kalkulator masa subur yang ada di website www.bocahindonesia.com.


Beda urusan kalau kamu memiliki siklus haid yang tidak teratur dan memiliki beberapa masalah lain. Sebaiknya, konsultasikan ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan USG hingga tes darah, tergantung kondisi pasien.


Bagaimana Jika Aku Ada Kondisi Khusus…?

Kondisi khusus yang bagaimana? Ah, lebih baik jangan tanya ke aku. Aku hanyabisa menyarankan agar kamu dan suami bisa langsung bertanya pada ahlinya, yakni Bocah Indonesia, spesialis fertilitas yang siap melayani program hamil alami, berbantu, dan pemeriksaan kesuburan. Bocah Indonesia ini memiliki beberapa fertility experts yang dapat kamu lihat pada websitenya di www.bocahindonesia.com


Bocah Indonesia ini memang terbilang baru, berdirinya pada bulan Mei 2019 lalu. Yang aku suka, Bocah Indonesia juga memiliki layanan konseling dengan Psikolog. Ini penting, yah, seperti yang sudah aku tulis di atas bahwa kesiapan mental menjadi salah satu bentuk dari upaya pertama dalam program hamil. 


program hamil, cara program hamil, biaya program hamil, vitamin program hamil, review bocah indonesia, program hamil bocah indonesia, tips program hamil, alat pengecek kesuburan, klinik fertilitas surabaya, klinik fertilitas jakarta, klinik fertilitas bocah indonesia, pengalaman promil setelah menikah, pengalaman promil setelah satu tahun, pengalaman promil dengan folamil genio, pengalaman program hamil
Beberapa dokter fertilitas terbaik Bocah Indonesia

Ada beberapa service yang diberikan oleh Bocah Indonesia. Mulai dari infertility diagnosis, IVF, IUI, Fertility Preservation, Male Fertility Services, dan Female Fertility Services. Teknologi yang digunakan pun juga berstandar internasional bersama tenaga ahli dan dokter yang berpengalaman. 


Berapa biaya program hamil di Bocah Indonesia? Nah, kalau soal itu, sebaiknya kamu main langsung ke website Bocah Indonesia (www.bocahindonesia.com), ke Instagram mereka di @bocahindonesia_, atau langsung telp ke hotline mereka di 021-50200800.


Apakah ada teman-teman yang sudah menerapkan beberapa cara program hamil di atas dan berhasil? Ataukah ada yang sedang ikhtiar program hamil dengan metode tertentu? Boleh share di bawah ini, yuk. Aku doakan semoga semua upaya segera membuahkan hasil yang manis, ya :)







18 komentar

  1. waa terima kasih info dan sharringnya yaaa, aku juga rencananya tahun ini mau program, eh nggak taunya malah kasus covid lagi tinggi banget, jadi sepertinya harus diundur lagi, alhamdulillah masih dikasih waktu buat nabung hihi

    BalasHapus
  2. Sip banyak yang mpo ketchup setelah baca blog seperti sakit gigi dan kesuburan. Mpo punya penyakit gusi berdarah nih. Semoga masalah kesuburan tidak menganggu ya buat dapatin anak.

    BalasHapus
  3. Promil dan persiapannya emang fisik, psikis, dan finansial harus siap dengan baik ya mba. Wah, boleh juga rekomendasi buat hitung masa subur, meluncur ke websitenya. Thank you, Mba.

    BalasHapus
  4. jadi inget sama temanku mbak, sudah lama ingin sekali memiliki anak tapi belum juga dikaruniai padahal sudah melakukan promil dengan berbagai macam cara. tapi tetap saja gagal. mungkin temanku itu berada dalam kondisi khusus itu yaa. aku hanya bisa berdoa semoga temanku bersabar karena melakukan promil ini tentu saja menguras perasaan juga yaa.

    BalasHapus
  5. Setelah membaca ini, baru ngeh kalau kesehatan gigi dan gusi memang berpengaruh pada program hamil ternyata, soalnya ada kenalan yg bermasalah dgn mendapatkan momongan, setelah urusan gigi diberesin, Alhamdulillah momongan yg ditunggu akhirnya hadir.

    BalasHapus
  6. Pandemi gini banyak info yg membingungkan pasangan promil. Semoga website ini bisa membantu pasangan yg ingin segera berhasil tanpa menunggu pandemi selesai yg entah kapan.

    BalasHapus
  7. Banyak juga ya persiapan buat hamil. Memang iya sih biar masa hamil jadi lebih bahagia karena itu berpengaruh juga pada janin. Catet deh apalagi soal urusan gigi. Mbakku juga alami itu pas hamil kemarin

    BalasHapus
  8. aduh, jadi pengen promil anak kedua.. #eh

    sungguh, ku kalo liat anak bayik bawaannya pengen banget punya bayik lagi. tapi kalo dipikir ulang kadang ku merasa belum siap mental. huhu

    harus direncanakan dengan mateng nih biar siap segalanya. Apalagi pandemi begini, aku jadi bimbang.

    BalasHapus
  9. sebelum memutuskan hamil memang harus banyak hal yang harus dipersiapin ya mba. Baik secara mental dan fisik kesehatan juga. Suka seneng kebayang pas lagi hamil rasanya momen yang memang tak akan pernah terulang lagi. Dan harus disiapin sebaik mungkin, hamil harus dibikin happy biar bumilnya dan debaynya sehat-sehat ^^

    BalasHapus
  10. untuk mereka pejuang dua garis biru (or merah?), informasi seperti ini akan sangat membantu ya..

    BalasHapus
  11. Kalau mau program hamil memang penting mempersiapkan mental, apalagi kalau program anak kedua atau selanjutnya

    BalasHapus
  12. Kesehatan gigi saat mau hamil dan pas hamil memang penting banget kalau engga jadi masalah aku beberapa kali sempat sakit gigi saat hamil...

    BalasHapus
  13. Senang sekali mendapat tips mengenai program hamil.
    Karena aku sedang mempertimbangkan untuk hamil lagi atau tidak.
    Hehhee...bukan ingin menentang takdir, tapi inginnya kehamilan yang kesekian ini kan direncanakan.

    Benar sekali, persiapan kudu dari mental dan fisik.
    Lalu bismillah, la hawla wa laa kuwwata illa billah...

    BalasHapus
  14. Wah, aku sempat kepo pas denger kabar Wardah Maulina hamil, tapi nggak sampai detail. Alhamdulillah... Ternyata ikut program di Bocah Indonesia.

    Btw aku lagi hamil, nih Mbak. Pas awal2 rasanya udah tenang, sekarang jadi waswas gara2 gelombang covid baru.

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, dari sini aku jd banyak info tentang kesiapan menjadi calon ibu. Memang penting sekali menyiapkan fisik dan mental sebelum memiliki momongan, jangan sampe pengen punya anak cuma gara2 biar gak ini itu diomongin org, takutnya di saat yg gak tepat hamilnya malah anak yg jd korban gak bisa dibahagiain sejak di dalam kandungan. Makasih banyak mbak nab sharingnya, sangat bermanfaat banget buat aku yg baru mau menikah ini. Hehe. 😊

    BalasHapus
  16. Bener lho ini, pas hamil sakit gigi tuh ga enak banget. Mau dicabut juga biasanya ga dibolehin. Makanya memang penting untuk cek kesehatan dan menjaganya sebaik mungkin ketika promil agar saat kehamilan nanti kondisi sang ibu aman terkendali.

    BalasHapus
  17. Informasinya pas banget ini Pewe lagi cari untuk adiknya. Nanti kuinfoin deh ke iparku yang sedang program hamil.

    BalasHapus
  18. Wowww baru tau kalau gigi dan gusi mempengaruhi kehamilan. Kalau gigi sakit memang mengganggu sih, tapi gak kepikiran sampe ke kandungan apalagi bayi prematur. Hmm, klo dipikir2 ada benarnya soalnya ibu hamil gak bisa minum sembarang obat ya

    BalasHapus