Kamis, 20 Desember 2018

,



Belakangan ini sempat tahu video kampanye yang lagi viral nggak?

Itu loh, video kampanyenya salah satu calon presiden yang menurutku ehehe... agak nggak jelas poin yang mau disampaikan apa. Video tersebut menampilkan seorang mahasiswa arsitek yang lulus dengan predikat cumlaude yang kesulitan mencari kerja. Pemuda tersebut sempat berganti-ganti pekerjaan dengan menjadi driver, fotografer, dan lain-lain, dengan dubbing suara kerja-kerja-kerja, namun pekerjaan yang didapatkan tidaklah sesuai dengan gelar di ijazah.

Video ini menimbulkan pro dan kontra, yha lebih banyak kontranya sih. Terutama dari kalangan pekerja lepas, driver, pekerja kreatif, dan arsitek. Sempat rame lah ya di media sosial.

Menurutku sayang banget itu campaign-nya karena nanggung banget. Padahal capres dan timnya bisa membuat kampanye yang lebih positif dan kreatif, misalnya dengan mengunggulkan bahwa lapangan pekerjaan pada era digital ini lebih luas dibanding sebelumnya dan bekerja tidak harus di kantor.

Apalagi sejak ada Google, semuanya seolah bisa dipelajari via mbah legendaris ini, walaupun tetep ya lebih afdhol kalau kita belajar dengan bertatap muka dengan guru.


Banyak Ilmu Bertebaran di Google

Di zaman yang serba ada dan serba mudah ini, rasanya agak aneh kalau kita kesulitan mencari solusi dan mencari tips maupun cara-cara tertentu untuk belajar sesuatu yang baru, apalagi untuk masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan ataupun masyarakat dan generasi yang sudah akrab dengan internet.

Pasalnya, internet kini sangat mudah dijangkau di Indonesia, begitupun sosialisasi tentang penggunaan internet positif. Nyaris apapun bisa kita temukan dengan mengetik kata kunci di search engine. Walaupun ada beberapa search engine, Google seolah menjadi satu-satunya mesin pencari yang dikenal masyarakat modern. Cari apa aja bakal ketemu! Mulai dari mengerjakan tugas, mencari artikel tertentu, mengerjakan penelitian, hingga memulai bisnis bisa kita mulai dari memainkan jari di kolom pencarian Google.

Algoritma Google pun memungkinkan siapa saja bisa berkontribusi dan membuat konten yang berkualitas yang kemudian akan ditampilkan di halaman teratas Google dan pada akhirnya bisa membantu orang banyak, bahkan orang-orang yang tidak dikenal oleh penulis artikel tersebut. Asalkan konten yang ditulis original dan bermanfaat. Selebihnya, kita sebagai pembaca bisa menyaring sendiri mana informasi yang sesuai kebutuhan dan mana yang tidak.

Misalnya saja, aku baru mencari tips tentang usaha kecil-kecilan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Aku ingin mendorong adik iparku untuk mulai mengenal dunia kreatif dan dunia kerja sebelum ia menjadi mantan mahasiswa. Mumpung ia adalah anak muda yang kreatif dan berprestasi, jadi yaa kenapa nggak kita coba aja, kan?


Mencari Berbagai Petunjuk Praktis di Tipsibu.com

Saat aku sedang mencari tips dan artikel tentang bisnis yang cocok untuk mahasiswa dengan modal kecil, aku masuk ke halaman tipsibu.com. Aku berencana mendiskusikan inspirasi-inspirasi yang aku dapatkan di Google dengan adik iparku. Di tahun ini, kebetulan ia sedang mendapatkan beberapa pendanaan dari pemerintah untuk memulai berwirausaha ala mahasiswa. Sungguh kesempatan yang nggak boleh disia-siakan! Hehehe

Di website tersebut, rupanya ada beberapa artikel singkat, padat, dan jelas tentang berbagai tips. Misalnya, tips bisnis untuk ibu rumah tangga, tips seputar finansial, dan tips tentang bisnis ala mahasiswa. Nah, di artikel yang sedang aku baca, beberapa bisnis yang bisa dilakukan mahasiswa dengan modal minim  antara lain menjadi reseller, berjualan pulsa, membuka jasa penulisan lepas, desainer grafis yang bekerja secara freelance, dan bisnis makanan ringan. Aku dulu pas masih mahasiswa, sama sekali gak kepikiran untuk berbisnis hahaha nyesel banget dah. Padahal ada tuh beberapa temanku yang sudah memulai bisnisnya sejak mahasiswa dan memanen buah manisnya sekarang.

Aku rasa website ini bisa jadi rujukan bagi orang-orang yang ingin mencari artikel singkat dan informatif untuk mendapat inspirasi dan memulai sesuatu yang baru. Silahkan mampir aja langsung kesana ya! :D


,

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun,


Beberapa bulan terakhir ini aku kerap terharu melihat si kecil Mahira yang kini telah berusia 2 tahun 6 bulan. Sering aku melihat ia sebagai sosok bayi yang menangis saat pertama kali aku menyusuinya. Tidak jarang pula aku tersentak dalam lamunan, melihat ia dipelukanku dengan berat badan hampir 5x lipat dari berat badannya saat lahir.

“Mahiya mau ditimang, bunda,” begitu pintanya setiap jelang tidur malam.

Aku yang tidak lagi kuat menggendongnya terlalu lama, menawarkan pilihan untuk menimang sebelum tidur. Mungkin ia juga teringat kehangatan tubuhku, mungkin ia juga tidak bisa beranjak dari masa bayi yang serba tergantung kepadaku. Dulu ia hanya bisa menangis dan tertawa tanpa suara, kini ia sudah sangat fasih bercerita tentang apapun yang ia alami dan ia lihat.

Ya.. sekarang Mahira sudah bisa melakukan banyak hal dengan kedua tangannya sendiri.

Membuka kulkas, menggambar lingkaran dan hewan-hewan lainnya (tentu saja hanya dia yang tahu hewan apa yang sedang digambar), menuang air di gelas, memakai sepatu, menggunakan sabun untuk tubuhnya sendiri, dan makan dengan ataupun tanpa alat. Perkembangan kemampuan fisik motorik kasar dan halus Mahira terus berpadu seiring dengan pertumbuhannya, juga dengan kemampuan bahasa, sosial emosi, serta kognitif.

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon


Kalau kemampuan motorik kasar, aku dan suami lebih mudah melatihnya karena Mahira sangat aktif dan suka bergerak dan cepat menguasai gerakan-gerakan motorik kasar. Kadang ia bermain sepak bola dengan suami, memanjat kursi, meja, berjoget, dan sesekali kami ajak ke playground untuk bermain prosotan dan mandi bola.


 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon
Melatih motorik kasar paling asik: mandi bola, sekalian quality time

Nah, kalau kemampuan motorik halus Mahira yang masih menjadi salah satu pekerjaan rumahku. Mahira agak lama belajar permainan yang melibatkan motorik halus, oleh karenanya dia perlu stimulasi. Terutama saat makan sendiri. Dia sering kesulitan mengkoordinasikan tangannya sehingga makanan dan minuman yang ia suap ke mulutnya kerap tumpah. Buatku sih tak mengapa, tapi kadang dia sendiri yang risih.

“Bunda, lap bunda! Bunda, ini tumpah bunda!” ia sangat tidak sabar untuk membersihkan sisa makanan atau minuman yang tercecer. Kadang ia segera mengambil tisu atau memintaku mengelap bajunya.

Aku kemudian tersadar bahwa harus lebih sering mengajaknya bermain yang melibatkan koordinasi antara mata dan kedua tangan. Apalagi saat ini Mahira sudah mau memasuki momen prasekolah, kemampuan motorik halus akan sangat berperan dalam momen makan siang bersama teman-teman sebaya, kemampuan bermain, belajar, serta penyelesaian masalah.

Nah, saat aku asyik melatih motorik halusnya dengan berbagai cara, tanpa aku sadari, aku dan Mahira tengah menciptakan momen berharga yang kelak akan menjadi pondasi kuat untuk masa depannya.


Momen Berharga dengan Bermain Bersama

Permainan untuk  Mahira selalu aku usahakan untuk menyentuh 4 aspek kecerdasan. Namun, beberapa waktu belakangan ini, aku lebih sering memusatkan aktivitas untuk melatih dua hal utama, yakni untuk melatih motorik kasar dan motorik halus. Kalau motorik kasar aku banyak menyerahkannya kepada sang ayah, karena Mahira jauh lebih antusias bermain dengan ayahnya, misalnya main sepak bola, memasukkan bola basket, menendang bola, berjalan-jalan di taman, dan lain-lain. Sementara aku, sering menghabiskan waktu untuk melatih motorik halusnya.

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon


Sebisa mungkin aku hadir dalam proses bermain Mahira. Kebetulan aku bekerja di rumah secara freelance dan memiliki lebih banyak waktu di rumah, sehingga mudah bagiku untuk menemani Mahira saat bermain.

Mainan yang aku berikan ke Mahira mulai dari yang sederhana sampai yang membutuhkan biaya. Apapun itu, yang penting ada aku sebagai bundanya maupun pengasuh yang hadir untuk memantau dan membantu anak menafsirkan konsep dan manfaat permainan yang belum ia pahami.

Permainan motorik halus: main pasir kinetik. bisa beli sendiri dan main di rumah atau main bersama teman-teman di playground :)

menggambar di dinding rumah. tau lah ya anak-anak doyan coret-coret, tinggal kita fasilitasin dan kita temenin :)

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon
lukisan pertama Mahira (sama bunda) hihihi


Permainan yang Mahira sukai ada bermacam-macam. Mulai dari menggambar, melukis, menempel potongan kertas, menempel stiker, bermain pasir kinetik, masak, dan memakai make up. Aku membebaskannya dalam berkreasi, namun kadang Mahira meminta bantuanku untuk melakukan beberapa hal yang ia belum bisa, misalnya menggambar. Aku mengiyakan sembari mengajaknya untuk turut serta. Jadi tangan kami bergerak bersama. Proses bermainku dengan Mahira bisa dilihat divideo ini ya :)



  
Tidak hanya permainan, Mahira juga kerap aku libatkan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, membuang sampah, merapikan pakaian, dan merapikan mainannya. Tentu saja Mahira melakukannya dengan senang hati. Anak-anak tuh pada dasarnya suka banget diberi “tugas” dan diberikan kesempatan untuk berperan. Kalau aku selesai memompa ASI untuk adiknya, Mahira selalu mengambil peran mengambilkan plastik atau botol ASIP dan membawakan ASIP serta peralatan pumping untuk dimasukkan ke dalam kulkas.

“Mahiya aja yang masukin, Mahiya aja yang menutup, Bunda diam aja!” begitulah anak usia 2 tahunan, sudah mulai tumbuh ke-aku-annya dan ada keinginan untuk show off atau pamer bahwa aku bisa, lho Bunda!


Momen Berharga dengan Makan Bersama

Aku dan Mahira kerap bermain di siang hari, sebelum ia tidur siang. Setelah bermain, Mahira mengeluh lapar, namun ia nggak ingin makan makanan yang berat. Biasanya ia meminta nasi saja atau cemilan siang. Sejak usia 2 tahun, Mahira lebih sering meminta untuk makan sendiri saat siang atau sore hari dengan piring favoritnya. Buatku ini anugerah tersendiri, sebab Mahira termasuk anak yang agak sulit beradaptasi dengan proses makan, terutama makan sendiri dengan kedua tangannya.

Saat banyak sekali anak-anak seusia Mahira yang memakai sistem BLW (baby led weaning), Mahira tetap disuapi karena ia tidak mau makan dengan kedua tangannya sendiri. Syukurlah, secara bertahap Mahira bisa menyesuaikan dengan cepat. Betul sekali kata orang, setiap anak memiliki waktunya sendiri-sendiri, tugas utama orang tua adalah memberi stimulasi yang tepat sesuai karakter dan perkembangannya.

Dalam proses pengenalan makanan kepada Mahira, aku juga kerap menggunakan trik khusus agar ia mau lebih lahap dan lebih banyak dalam menghabiskan makanan. Misalnya, dengan memberi contoh saat makan, mengenalkan makanan yang dimakan hewan, mengajak boneka untuk ikut makan, dan memberikan Mahira cemilan yang sehat agar pencernaannya tidak terganggu.

Masih ingat kan cerita lamaku saat proses makannya Mahira yang menyebabkan ia sembelit dulu? Saat itu aku sangat ceroboh membiarkan Mahira makan makanan tanpa melihat komposisi, dan rupanya Mahira sangat tidak toleran dengan kandungan di cemilan instan tersebut. Sejak saat itu, aku sangat selektif dan berupaya untuk memberikan asupan yang ramah dipencernaannya.

Sebab, kalau pencernaan sehat, proses makanpun menjadi lancar dan menyenangkan. Proses stimulasi jadi bisa lebih maksimal dan berkesan!

Cemilan Gluten-Free bikin Bunda jadi Worry-Free

Salah satu cemilan siang yang kuberikan untuk Mahira adalah cemilan Monde Boromon Cookies  yang gluten dan milk-free. Aku senang sekali ada snack buatan Indonesia yang gluten free dan Mahira doyan banget! Ini pas banget buat anak yang intoleran dengan susu sapi/bubuk dan yang sedang membatasi konsumsi makanan yang mengandung gluten.

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon

Cemilan ini bisa aku gunakan untuk siang hari juga sebagai bekal Mahira ke sekolah. Baru-baru ini Mahira menjalani trial di beberapa pre-school dan disana juga ada sesi makan siang bersama. Pas banget kan, siang hari Mahira paling males makan makanan yang berat. Jadi aku membawakannya puding, cookies, roti, ataupun cemilan Monde Boromon Cookies ini agar ia bisa makan sendiri bersama teman-teman sebayanya. 

Cemilan Monde Boromon Cookies ini juga menjadi penunjang dalam melatih motorik halus Mahira, khususnya di tangan dan mulut. Sebab bentuknya sangat mungil, mudah diambil oleh kedua jari, dan sangat pas di mulut toddler. Monde Boromon Cookies ini juga melatih motorik halus di mulut dan lidah. Ehem.. jangankan Mahira, bundanya aja juga doyan banget!

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon
Lucu dan mungil banget khaaan xD

 jual monde boromon, lomba blog monde boromon, boromon cookies ingredients, komposisi biskuit boromon, biskuit sehat yang murah untuk anak, biskuit sehat untuk anak, cemilan sehat murah untuk anak, melatih motorik anak 2 tahun, melatih motorik kasar anak 2 tahun, melatih motorik halus anak 2 tahun, biskuit monde boromon
ea.. ada yang gak tahan nih! hahaha


Selain menunjang programku dalam menstimulasi motorik halusnya, Monde Boromon Cookies yang gluten-free ini bikin aku worry-free alias nggak khawatir bikin Mahira sembelit. Hal ini dikarenakan Boromon punya sejumlah kebaikan untuk anak usia 1 sampai 5 tahunan antara lain mengandung sari pati kentang sehingga lebih mudah dicerna perut, mengandung manfaat madu dan minyak ikan, mengandung DHA.

Bunda juga jadi nggak khawatir soal keamanannya karena Boromon Cookies adalah salah satu produk dari Monde, sudah terdaftar di BPOM RI dan halal MUI. Melihat logo Monde saja aku udah tenang, karena Monde juga menjadi jajanan favoritku dan aku punya kenangan tersendiri saat mengunjungi pabrik Monde yang harum banget di daerah Rungkut, Surabaya! Hehehe.

Hal yang membuat Mahira sangat tertarik dengan Monde Boromon Cookies karena gambar pada produknya sangat cute, rasa Monde Boromon Cookies yang renyah namun lumer di mulut, dan sangat membantu Mahira dalam mengenal beragam tekstur, bentuk, dan rasa makanan. Lumayan banget untuk membiasakan kemampuan makan Mahira.

Kelebihan lainnya? Murah sis! Hanya 12.500 disini. Satu box beratnya 120 gram dan berisi 6 plastik (per plastik beratnya 20 gram) dan terjamin kehigienisannya. Duh, aku mah mudah banget nge-approve cemilan buat Mahira yang bergizi dan murah! Biasanya yang punya komposisi dan manfaat serupa ama Monde Boromon Cookies tuh mahal, lho :D

Senang sekali ya, ternyata banyak pilihan dan kemudahan yang bisa bunda lakukan untuk melatih motorik anak usia 2 tahunan.

Bunda punya cerita apa nih dalam menstimulasi perkembangan motorik si kecil? Berbagi disini, yuk! :)





Referensi:
Sumber foto dan infografis: pribadi
Ebook Melatih Motorik Anak 2-5 tahun Sahabat Keluarga Kemdikbud
Ebook Asyiknya Makan
http://www.parenting.co.id/balita/motorik+kasar+vs+motorik+halus




Jumat, 07 Desember 2018

,



Salah satu tantangan yang sekarang aku hadapi dalam mengasuh dua anak (satu toddler dan satu bayi) adalah manajemen waktu. Si adek minta nenen, eeh kakak minta di pangku lah, minta dipeluk lah, minta diajak mainan lah, dan lain sebagainya.

Padahal di rumah ya banyak mainan dan buku-buku kesukaannya. Tapi si kakak nggak mau tuh hanya sekedar didampingin, tapi maunya terus diajak dan berinteraksi. Kalau sudah gini, bye bye tidur nyenyak! Hehehe. Buibu ada yang ngalamin hal sama?

Belakangan aku sadar kalau si kakak sudah minta sekolah dan aku perhatikan dia mulai suka mainan buka-tutup laci lemari dan berkata, “Mahiya mau bikin kue.” Ooh dia rupanya sedang berpura-pura memanggang kue di oven! Wah, menarik nih! Mahira memang sudah berusia 2,5 tahun, dan rupanya, dia sudah siap untuk dikenalkan dengan aktivitas sehari-hari dan pelan-pelan mengenal profesi.

Apalagi dia juga sering melihat aku atau neneknya berdandan, dia juga sering ngikutin dan minta dipakaikan licip (lipstik!). Kalau lagi masak, dia juga sebisa mungkin ikutan walau cuma melihat-lihat apa yang sedang diproses di atas kompor. Okelah, udah waktunya aku mencari mainan anak untuk usia 3 tahunan. Meskipun belum genap 3 tahun, tapi Mahira mudah memahami cara kerja mainan umum untuk usia 3 tahunan.

Carinya dimana? Shopee, lah! Haha dimana lagiiii.. sebetulnya di dekat rumah ada baby shop yang bisa jadi opsi, tetapi pernah aku bandingkan, beberapa mainan harganya jauh lebih mahal. Gap harganya itu bisa sampai 50-100 ribuan. Yah, kalau lagi ada duit dan kepepet sih aku beli di baby shop, tapi berhubung sekarang pemasukan harus dibagi empat, jadi aku lebih suka mengandalkan Shopee yang ada free ongkirnya!

Aku termasuk user Shopee yang cukup lama. Mulai dari promo free ongkir sepuasnya selama sebulan sampai mulai dikurangin jumlah subsidi ongkirnya dan sekarang justru lebih asyik karena Shopee memberlakukan sistem free ongkir dengan voucher yang bisa diklaim, voucher diskon, dan cashback. Cashback ini sangat bermanfaat karena bisa kita tukarkan voucher lainnya (ada voucher pesawat, hotel, dll) atau bisa jadi sebagai potongan harga. Asli, aku udah berulang kali dapat barang bagus buat suami, anak, dan keperluan rumah tangga dengan harga murah di Shopee! *bangga

Nah, karena kebetulan tanggal 6 Desember kemarin baruuu aja mainan anak usia 3 tahunan yang aku beli sampai di rumah, aku mau ngasih rekomendasi karena kondisi barangnya cukup oke dan tentu saja Mahira antusias luar biasa!


Mainan New Kitchen Set Juru Masak Bangku

Sebetulnya ada banyak produk mainan untuk anak berusia 3 tahun di Shopee. Tapi yaa aku tentu saja pilih-pilih dan cukup memakan waktu lama, karena aku cari yang bagus produknya, bagus rating-nya, dan harganya nggak mencekik dompet. Dan akhirnya ketemu deh di seller istanatoys.com. Seller ini agaknya cukup gede, karena dalam satu toko aja ada lebih dari 4 mainan anak kitchen set.



Pilihanku jatuh ke New Kitchen Set Juru Masak Bangku No. JM 989 yang sesuai dengan kebutuhanku dan si kecil. Tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, dan multifungsi karena bisa dipakai untuk bangku jika ditutup. Harganya? Aslinya 75.000 tapi berhubung lagi diskon 8% harganya jadi 69.000 saja! Pas barangnya sampai, aku cukup puas, yah rating 4 dari 5 lah karena barangnya bagus, lengkap, tidak ada cacat berarti, hanya ada satu perlengkapan yang agak susah dipasangnya dan hal tersebut buatku bukan masalah besar.

Nah dengan begini, Mahira bisa merealisasikan imajinasinya yang selama ini cuma masak di laci lemari hihihi.


Mainan Alat Make Up Anak Hello Kitty The Nail Art (Koper)

Sebelum beli ini, suamiku sempat nggak menyetujui karena dia khawatir Mahira terlalu doyan dandan. Buatku nggak papa sih, siapa tau bisa jadi passion-nya dan siapa tau dia bisa jadi makeup artist, ya kan? Selama tujuannya untuk mendidik, melatih motorik, kreativitas, dan produknya aman, aku sih nggak masalah.



Ketemulah aku dengan produk cosmetics untuk anak di toko yang sama (biar hemat ongkirnya! hehe). Produknya kecil, ringkas berbentuk koper, berwarna pink dan ada Hello Kitty-nya yang dengan mudah memikat Mahira. Dalam caption-nya, seller sebetulnya nggak menjelaskan bahwa produk ini sudah ber-SNI, hanya ditulis aman, begitu saja.
Tapi syukurlah, saat datang, aku lihat pada dusnya sudah ada label SNI dan berbagai keterangan serta warning dari lembaga terkait. Dalam dus tidak dijelaskan komposisi bahan, hanya dituliskan bahwa bahan-bahannya aman untuk anak. Meski demikian, perlu dites terlebih dahulu di tangan karena toleransi alergi anak bisa berbeda-beda. Terdapat juga himbauan di dus untuk tidak menelan printilan produk dan tidak memukulkannya ke anak lain (yaiyalah hehe).
datang langsung dipake! :D



Tips Membeli Mainan untuk Anak Usia 3 Tahun di Shopee.

Karena aku cukup berpengalaman menggunakan Shopee baik sebagai seller maupun buyer, boleh ya kalau aku berbagi tips membeli produk mainan anak di sini:

1. Perhitungkan voucher free ongkir dan cashback. Biasanya, di awal bulan Shopee memberikan beberapa voucher dan tambahan voucher di acara tertentu misalnya 11.11 dan 12.12. Voucher itu baiknya jangan langsung habis di awal bulan gais, nanti kalau tiba-tiba kepengen beli sesuatu agak banyak di akhir bulan gimana? Terus juga perhatikan promo cashback-nya, ada tanggal berlakunya atau tidak.

2. Manfaatkan filter produk. Kalau cari sesuatu, langsung aja ketik di kolom pencarian. Biasanya, aku menggunakan opsi Star Seller dan Terlaris. Kalau aku sedang mencari diapers, aku gunakan fitur Filter di pojok kanan atas untuk mencari yang dikirim dari Jawa Timur biar ongkirnya nggak mahal. Kalau kamu inginnya cari yang termurah, bisa juga pakai fitur harga terendah.
cara menggunakan fitur pencarian di Shopee


3. Cek rating toko. Jangan malas mengecek rating toko dan deskripsi toko. Aku pernah bermasalah dengan toko yang owner-nya galak banget. Tapi syukurlah yang macam ini nggak banyak. Biasanya toko yang ramah dan baik pelayanannya akan memberikan deskripsi yang informatif baik di deskripsi toko maupun deskripsi produk. Aku pribadi jarang belanja di toko yang rating-nya di bawah 4,5.

4. Cek rating produk dan fitur penilaian produk. Meskipun rating toko bagus, kadang ada juga yang rating produknya jelek. Juga bisa sebaliknya, rating toko buruk, tapi rating produk jelek. Tentu faktornya macam-macam ya. Kemudian cek juga seberapa banyak buyer yang kecewa dengan memberikan penilaian bintang 1 sampai bintang 3 dan apa alasan kekecewaannnya. Terakhir, cek juga bagian “komentar dengan foto” untuk melihat real picture produk dari pembeli.

5. Jangan malas mencari bubble wrap atau kardus di toko. Sebagian besar toko mainan menyediakan tambahan bubble wrap dan kardus untuk menambah keamanan. Kadang ada toko yang pelit, kalau buyer nggak nge-ATC (add to cart)  bubble wrap atau dus, ya bener-bener nggak dikasih. Akibatnya, produk bisa aja rusak atau ada cacat. Ada juga seller yang sukarela memberi bubble wrap dan kardus sebagai bonus. Kalau pas di search nggak ada, coba tanyakan apa seller menyediakan bubble wrap gratis.

6. Tinggalkan pesan dengan nada sopan. Aku selalu menulis di note setelah check out untuk meminta seller agar nge-packing produk yang aman. Hal ini dapat meminimalisir kerusakan di perjalanan.

7. Jika ada masalah, selesaikan bersama Shopee. Salah satu keunggulan Shopee adalah dia memiliki sistem penyelesaian konflik yang baik. Aku pernah menggunakan fiturnya dua kali, satu untuk mengembalikan barang yang nggak sampai-sampai tapi akhirnya nggak dikabulkan (ini karena aku gak sabaran hahaha) dan kedua untuk melaporkan seller yang buruk perlakuannya ke buyer.

Yaa segitu dulu ya tips dari aku, semoga bermanfaat buat jamaah emak-emak irit dalam berbelanja namun ramah dalam bersedekah. Hihihi.

Buibu ada pengalaman apa nih belanja di Shopee? Cerita disini juga yuk :)



Senin, 03 Desember 2018

,



Selama 3 tahun ini, sejak menikah lebih tepatnya, hidupku nomaden. Jogja-Sidoarjo-Malang-dan balik Sidoarjo lagi. Penyebabnya ya karena kuliah dan kerja suami yang saat itu belum tetap. Karena hidup di tiga kota/kabupaten yang berbeda dalam waktu yang relatif cukup, aku jadi punya semacan love-hate relationship dengan ketiga kota dan kabupaten di atas.

Tapi kali ini aku ingin membagikan pengalamanku tinggal selama 3 tahun di Jogja.

Aku dan suami pertama kali datang bersama ke Jogja tahun 2014, setelah kami lulus dan kami sama-sama sedang mengikuti serangkaian tes untuk S2. Sebelum menikah, kami sama-sama ngekos. Suamiku tinggal di daerah Kedawung, di sekitar kampus selama kurang lebih 6 bulan. Sementara aku ngekos di Ring Road Utara dan setelah 3 bulan, aku pindah tinggal sendiri di kontrakan yang akan kami tinggali untuk hidup pasca menikah.


Jogja: Yes untuk Traveling, No untuk Living

Harga properti di Jogja terbilang cukup mahal. Tapi kalau cukup jeli, masih bisa kok dapat kontrakan cukup baik dan layak dengan harga 7-10 juta per tahun. Kontrakan pertama kami di depan Pasar Lempuyangan. Susah disebut sebagai kontrakan, lebih tepat disebut sebagai paviliun. Hanya dua kamar, satu kamar mandi, dapur, ruang sempit untuk menjemur baju, dan secara keseluruhan tidak terlalu luas. Tidak ada pagar. Tapi meski begitu, karena cukup tinggi, jadi tidak terlalu panas dan syukurlah daerah yang aku tinggali saat itu terbilang aman dan strategis.

Setelah setahun, kami pindah untuk mengontrak di daerah Sedan, tepat belakang Monjali. Kali ini kontrakan kami berbentuk rumah, berada di samping masjid dan lebih sepi. Rasanya menderita banget saat aku hamil, masih menggarap tesis sementara suami sudah kerja di Malang, nggak boleh nyetir motor sendirian, dan harus tinggal berdua dengan mbak rewang yang juga gak bisa naik motor!

Saat itu gojek belum masuk Jogja, jadi kemana-mana harus naik taksi yang juga susaaaah sekali di telepon. Inilah yang nggak aku suka dari Jogja, transportasi publiknya nggak asik!

Makanan di Jogja? Relatif murah, tapi dengan rasa yang standar jika aku bandingkan dengan cita rasa jawa timuran di Malang dengan harga yang serupa.

Aku juga kurang suka suasana di Jogja yang terbilang sungup atau agak temaram. Kalau malam-malam berkendara di Kota Jogja maupun di daerah Sleman, rasanya agak merinding-merinding gimanaaaa gitu. Hal ini dirasakan juga ama suamiku. Makanya secara keseluruhan, aku merasa kurang nyaman tinggal di kota ini.

Tapi, seperti makan coklat, selalu ada rasa manis yang terselip dibtengah rasa pahit. Selalu ada yang membuatku rindu dengan Jogja.


Cinta yang kami tanam di Jogja... membuat kami selalu ingin kembali ke sana.

Pertama, aku suka dengan atmosfer kreatifitas dan produktifitas masyarakatnya. Saat mengontrak di Sedan, sebagian besar tetanggaku adalah generasi X dan generasi zaman old lainnya. Tapi, semangatnya untuk berkarya dan bekerja luar biasa. Nggak ada ngeluh-ngeluh, energi positifnya sering aku jumpai saat kami shalat berjamaah di masjid depan rumah.

Suatu ketika, aku mampir di rumah bu RT (lupa namanya hiks) di malam hari dan rupanya beliau dan suaminya sedang membuat tempe berbentuk segitiga dan persegi panjang yang biasanya dibuat tempe mendoan. Mereka berdua bercakap-cakap dengan riang, sebuah kemesraan di hari tua yang sangat manis.

Sempat aku dan suami main ke daerah mBantul untuk mencari penjahit dan gawangan (display baju dan jilbab) yang bagus dan murah. Kalau penjahit, kebetulan aku sudah punya kontaknya. Kalau pengrajin, masya Allah, ketemu aja sih setelah muter-muter, hanya dengan modal bertanya sana sini. Sayang sekali aku sudah nggak menyimpan kartu nama si bapak. Bapak pengrajin ini dulunya sering mengekspor kerajinan bambu, namun karena pemimpinnya ganti, kebijakan ganti, rezekinya pun berganti. Hm.. sedih ya. Tapi walau begitu, si bapak nggak surut. Beliau tetap mengerjakan 1-2 pesanan dari warga lokal, termasuk aku.

Kedua, aku punya kesan tersendiri saat tinggal di paviliun di depan Pasar Lempuyangan. Paviliun kami jauh dari kata mewah, lha 10 juta per tahun di daerah kota pula. Tapi, tempatnya sangat strategis dan tetangga kami sangat ramah serta hangat. Dan pasar lempuyangan bener-bener ngangenin. Harganya yang murah abeess, jajanan yang serba ada, dan pilihan lauk-pauk sayur-mayur yang beragam. Mendadak aku jadi hobi masak dan suamiku jadi agak membengkak.

Ketiga, kesan saat kami pindah ke kontrakan di Sedan. Aku mengontrak di deretan rumah kontrakan milik seorang dosen FK UGM dan dokter. Beliau rupanya sangat selektif dalam menerima orang yang akan mengontrak. Alhamdulillah, beliau menerima kami, dengan harga 10 juta per tahun dan dengan kondisi rumah yang cukup baik.

Nama beliau adalah Bu Eti.

Bu Eti sempat bertanya kepadaku, apakah aku sudah hamil? Aku jawab, belum, Bu, mohon doanya hehe. Eh beliau menimpali, “biasanya yang ngontrak disini tuh cepet hamilnya. Mudah-mudahan ya mbak...”

Tiga bulan kemudian, aku positif hamil.

Keempat, aku punya daftar kuliner favorit di Jogja. Meskipun sebagian besar makanan Jogja terasa aneh di mulutku, tapi ada aja bakso dan mie ayam favorit di tamsis, sup merah di tamsis, nasi uduk palagan, onde-onde dan lupis di sepanjang jalan solo, daaan lain-lain. Kangen ngen ngen :’)

Kamu juga punya cerita tentang Jogja? Bagi disini boleh dong J






Follow me @nabilladp