Selasa, 12 Juni 2018

Sayang Orang Tua? Yuk, Ajak Mereka Lebih Peduli Dengan Kesehatan Sendi dan Tulang di Usia Senja



Sejak 7 tahun lalu, ayahku selalu mengeluh kalau diajak belanja di salah satu mall besar di Surabaya. “Gempor...” begitu ucap beliau. Gempor itu maksudnya keadaan dimana kakinya terasa sangat sakit sehingga beliau tidak lagi kuat berjalan. Solusinya ya harus duduk  terlebih dahulu atau beristirahat agak lama.

Kondisi ayahku memang sering bikin prihatin. Awalnya, ayah mengalami kecelakaan saat main voli, kemudian sempat pula terjadi kecelakaan yang mengakibatkan lutut beliau terganggu. Aku kurang paham detailnya, yang jelas sejak tragedi itu (sekitar tahun 2000an) hingga saat ini, ayah tidak pernah absen memakai deker di lutut kanan dan kirinya untuk membantunya beraktivitas. Menurut ayah, ada bagian di lutut yang membuat beliau mudah sekali terserang nyeri.

Apalagi ayahku sangaaat gendut! Makin beratlah beban si sendi lutut ini. Selain itu, obesitas pada ayah juga memicu penyakit lain yang muncul, seperti asam urat, jantung, dan diabetes.


Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Usia Muda


Kesadaranku akan kesehatan tulang dan sendi meningkat setelah melihat “penderitaan” ayah yang susah di ajak tawaf keliling mall dan momen pasca melahirkan. Dokter mengedukasi aku bahwa ibu hamil rentan mengalami nyeri tulang dan sendi, karena ada kalsium yang diambil yang dibutuhkan oleh janin. Belum lagi kalau sudah lahiran, aktivitas gendong-menggendong, menyusui, dan pekerjaan, membuat tulang dan sendi semakin rawan mengalami kerusakan dan nyeri.

Aku sadar banget akan hal ini, makanya aku berusaha sebisa mungkin menjaga kesehatan tulang dan sendi selagi usia masih berada di kepala dua. Bukan rahasia kalau makin bertambah umur, kesehatan tubuh dan tulang pasti makin menurun. Satu-satunya hal yang mampu mencegahnya adalah kemauan kuat untuk berubah.


Kalau aku pribadi, aku biasa menjaga kesehatan tulang dan sendi dengan cara:

1. Minum multivitamin.
Baik vitamin C maupun vitamin yang khusus untuk tulang dan sendi. Saat hamil, aku minum vitamin yang diberikan khusus oleh dokter.

2. Berhati-hati saat beraktivitas.
Aku punya riwayat beberapa kali mengalami masalah persendian, misalnya, sendi tiba-tiba nyeri pas lagi naik tangga atau pakai high heels yang nggak cocok. Pernah juga sendi di lenganku mlengse atau bahasa Indonesianya agak bergeser dari tempatnya karena mengangkat koper berat naik turun tangga dan menahan beban motor yang hampir terjatuh. Nyembuhinnya juga nggak mudah, lho. Harus bersabar di bawa ke tukang urut. Mulai saat itu, aku cukup berhati-hati dalam mengangkat benda yang berat.

3. Menjaga berat badan tubuh.
Saat hamil dan setelah melahirkan anak pertama, berat badanku sempat menyentuh angka 85. Berasa jadi anak gajah wahaha. Badan beraat banget, mudah sakit-sakitan dan pikiranpun jadi nggak fresh. Akhirnya, aku coba turunin berat badan sampai ke angka 60an dan berhasil. Tubuhku, khususnya tulang dan sendi, jadi terasa lebih sehat dan nggak mudah nyeri seperti dulu.

4. Mengonsumsi makanan sehat.
Salah satunya, aku mengurangi, bahkan cenderung menghindari terlalu banyak minum soda dan junk food. Sebagai gantinya, aku rutinkan asupan buah, makan-makanan kaya kalsium seperti daging yang berwarna merah, kacang-kacangan, dan sayur. Aku juga mengurangi konsumsi gula serta garam yang berlebihan agar.

Kalau untuk ayahku, kurang lebih beliau juga sedang menjalani aktivitas serupa yang aku jalani. Ayah mulai tergerak untuk lebih semangat memperbaiki kondisi kesehatan tubuh, tulang, dan penurunan berat badannya sejak menderita gejala stroke ringan pada jemarinya beberapa bulan lalu.

Namun, ada satu yang tidak ayah lakukan, yaitu mengonsumsi suplemen. Sebetulnya, sudah berkali-kali aku sodorkan suplemen yang aku pilih untuk ayah konsumsi, namun beliau selalu menolak. Tapi ya... demi kesehatan orang tua, kadang anak perlu keras kepala! Hehehe. Terima kasih untuk Osteokom, telah membantuku berbuat baik untuk ayah di bulan yang baik ini. ๐Ÿ˜


Osteokom, Suplemen Kesehatan Sendi untuk Dewasa Muda dan Orang Tua

Osteokom adalah suplemen untuk kesehatan persendian. Mengonsumsi suplemen di era sekarang bukanlah sesuatu yang langka, lho! Dilansir via Alodokter.com, banyak orang yang mengonsumsi suplemen sendi yang mengandung glukosamin dan kondroitin untuk menjaga kesehatan persendian serta mencegah dan mengurangi nyeri akibat osteoarthritis. Osteoarthritis sendiri merupakan sebuah penyakit dimana sendiri terasa nyeri dan kaku, umumnya menyerang lutut, paha, tulang belakang, maupun sendi di tangan. Sering terjadi pada dewasa muda dengan berat badan berlebih ataupun orang yang sudah lanjut usia.

Sementara, Osteokom sendiri juga mengandung Glukosamin, Kondroitin, dan MSM. MSM inilah yang membuat Osteokom berbeda dari yang lainnya, membuat nyeri sendi lebih cepat sembuh, lebih efektif dalam mengurangi radang, serta menunjang kandungan Glukosamin dan Kondroitinnya agar bisa bekerja lebih optimal. Ntab! Pilihan tepat buat bunda yang orang tua atau keluarganya punya penyakit persendian gini, nih!

Picture Source: freepik.com


Aku yakin, niat baik ku di bulan Ramadhan untuk menunjukkan sayang sama ayah kali ini tidak akan gagal. Sebab, Osteokom cukup terbuka mengenai kandungan dalam suplemen, manfaat serta uji klinis yang telah dilakukan dalam mencegah serta mengobati nyeri sendi. Semua informasi mengenai komposisi, uji klinis, serta berbagai artikel yang bersifat edukatif ada di website Osteokom (http://www.osteokom.com/). Bahkan, disana pengunjung website juga bisa mengikuti Quick Test Nyeri Sendi dan melakukan konsultasi gratis! Kelebihan lainnya adalah suplemen Osteokom ini sudah lolos BPOM dan sangat mudah ditemukan di apotek terdekat.





Lebih jelas mengenai review produk, bisa dilihat di video yang aku buat di bawah ini ya. Oh iya, pada box tertera bahwa Osteokom ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Jadi kalau temen-temen yang lagi hamil, menderita nyeri sendi, dan butuh tambahan suplemen, coba konsultasi ke dokter dulu. Kalau untuk dewasa dan orang tua, insya Allah cocok. Konsultasikan juga ke dokter langganan ya, agar problem kesehatan sendi yang kamu atau orang tua alami bisa segera teratasi dengan baik.



Tips Silaturahim di Momen Lebaran dengan Orang Tua ala Bunda Biya



Hm.. anyway, adakah temen-temen yang orang tuanya punya keluhan yang sama seperti ayahku? Ini beberapa tips dari aku untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang kita kepada beliau saat momen jelang lebaran ini:

Pertama, lebih rutin menanyakan kegiatan beliau. Kalau punya orang tua yang masih bekerja, tanyain kabarnya dan kapan ada waktu untuk family time. Kalau punya aktivitas di rumah, coba sesekali memijit atau bertanya kondisi kesehatan tulang dan sendinya, apakah masih parah?

Kedua, ajak aktivitas atau olahraga bersama. Misalnya, berenang dan jogging bareng. Selain mampu mendekatkan bonding, juga mampu membuat orang tua lebih terbuka dengan kondisi kesheatan mereka. Maklum, kadang ada orang tua yang memilih untuk menyembunyikan sakitnya dari anak-anak, tujuannya biar anak-anaknya nggak khawatir gitu. Padahal, minim komunikasi seperti ini kan malah nggak bagus.

Ketiga, manfaatkan momen. Salah satunya adalah momen berkumpul keluarga di hari lebaran. Misalnya, kalau aku nih, kan sudah punya anak yang juga menjadi cucu ayahku. Sering aku sampaikan ke beliau untuk lebih menjaga dan peduli dengan kesehatan tubuhnya agar diridhai sama Allah untuk mendapat umur panjang yang sehat, penuh manfaat, dan bisa menyaksikan tumbuh kembang cucu-cucunya. Kenalkan juga Osteokom kepada beliau, dengan segala kebaikan pada kandungannya, tidak ada salahnya kan untuk mencoba?

Yuk, lebih peduli sama kesehatan tulang dan sendi kita dan orang tua kita. Biar makin tangguh dan produktif dalam menjalani hidup sehari-hari. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š









Sumber konten:
Website osteokom http://www.osteokom.com/
Alodokter.com
Foto dan ilustrasi: freepik.com
https://hellosehat.com/penyakit/oa-osteoarthritis-pengapuran-sendi/

Artikel ini merupakan artikel dengan kategori berbayar / sponsored post, kolaborasi antara www.bundabiya.com dengan Osteokom.





6 komentar:

  1. Ini mama mertua ku banget nih. Kakinya udh ga kuat kalo harus jalan kaki jauh dan terlalu lama. Pasti sakit. Tp masalahnya mama udh ga bisa sembarangan minum suplemen mba. Skr aja harus rutin fisioterapi di rs, dan obat2an utk meredam nyerinya udh khusus. Makanya kita ga bisa ajak mama mertua traveling yg terlalu capek.

    Beda ama mamaku yg kakinya msh kuat. Tp mungkin krn mamaku rajin olahrgaa dari dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya mba kalo dah parah gitu kudu ngikut apa kata dokter ya. Btw mamanya mba olahraga apa aja mba? Luar biasa lho kalau sudah usia tua tapi masih kuat jalan.

      Hapus
  2. Iya, mba. Bener banget perhatikan kesehatan orang tua salah satu tugas kita yah. Terutama asupan dan pola makan juga harus kita perhatikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyak betul banget mba, meskipun kadang mengontrol ke ortu susah yes hihi tp yg penting sebagai anak kudu terus usaha :D

      Hapus
  3. Saya sudah melakukan semua kecuali olahraga, entah dah saya kok males banget ya klo disuruh senam T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. senam yang asik mba, kayak hip-hop, zumba, yah yang gitu2. kalau aerobik saya juga gak doyan weheheheh

      Hapus

Follow me @nabilladp