Pengalaman Tiga Kali Treatment di ERHA TP Surabaya saat Pandemi

review perawatan di erha saat pandemi


Pengalaman treatment di ERHA saat pandemi ini mengingatkanku pada fakta bahwa selama pandemi ini aku termasuk orang yang jarang ngemol. Juaraang buanget. Ngemol ya kalau mau beli baju tertentu atau mau ada urusan tertentu seperti treatment di ERHA ini. Karena lokasi ERHA langgananku ada di Tunjungan Plaza Surabaya, mau tidak mau aku harus ngemol, deh. 


Aku menjadi pelanggan ERHA TP Surabaya karena awalnya diajak kerjasama. Mulai dari kerjasama untuk review ERHA Truwhite Activator C Serum dan Treatment Truwhite Ultimate Radiance. Keterusan deh sampai sekarang. Alhamdulillah cocok. Aku juga bercerita tentang pengalaman memakai ERHA di postingan ini. Menurutku, treatment dan produk ERHA cocok untuk kulitku yang berjerawat cukup parah sejak pandemi. Aku sudah nggak berani coba skincare sana-sini, jadi kuputuskan langsung pakai ERHA.


Nah, masalah datang pas pandemi. Krim habis, belum treatment. Aku sampai ditegur dokterku, Dokter Rani, karena beberapa bulan nggak treatment tapi cuma beli krim sekali. Ketahuan dong aku suka malas pakai krim, makanya jerawat nggak ada progress. Hehe.


Akhirnya aku berani perawatan di ERHA TP Surabaya saat pandemi pertama kali itu setelah idulfitri. Kedua, setelah tahun baru. Agak jauh memang, karena waktu itu ada pengetatan di Surabaya. Terakhir, aku menjalani laser treatment pada bulan Juni. Aku akan menceritakan bagaimana protokol kesehatan di ERHA, khususnya di TP Surabaya dan bagaimana ERHA membuat kami merasa cukup nyaman treatment di sana.


Protokol Kesehatan di ERHA TP Surabaya

Ketika pertama kali treatment saat pandemi, aku masih harus membayar sekitar 150 ribu untuk APD berupa baju spunbond warna hijau, masker, dan penutup rambut. Mahal, ya, bok! Tapi waktu itu memang APD masih agak langka. Cuma aku agak sayang aja gitu kenapa semahal ini harganya huhu. Baru deh sekarang sudah agak turun, tapi aku lupa berapa kayaknya sudah di bawah 100 ribu. 


Oh, ya, ada salah satu protokol kesehatan tambahan berupa kumur. Aku diberi satu botol kecil obat kumur gitu lalu aku diminta kumur di wastafel ruangan treatment. Nggak papa, sih, karena setahuku ada penelitian obat kumur ini bisa melambatkan pergerakan virus dan bakteri. Ya anggap saja ikhtiar hehe.


ERHA berkomitmen semua tenaga kesehatan yang bekerja di sana sudah divaksin. Kalau mau ke sana pun kudu bikin janji. Semua pegawai memakai masker, bahkan ada yang melengkapi diri dengan face shield. Ruan dokter juga berbeda, di mejanya itu ada kaca. Dokter juga memakai masker plus face shield.


Saya cukup merasa aman melihat bagaimana protokol kesehatan di ERHA TP Surabaya berjalan. Karena merasa aman ini penting, agar kita juga nyaman saat treatment. Karena sudah pasti kita melepas masker saat treatment, bukan?


Orang-orang yang ke ERHA juga biasanya sudah cukup paham soal physical distancing. Jadi ketika melihat ada sofa dengan lambang X besar, ya tahu itu tidak boleh ditempati. Jadi, ya, sama-sama nyaman aja.


Treatment Peeling di ERHA untuk Wajah Berjerawat

Kalau untuk treatment-nya sendiri, aku rasa standar saja. Aku agak lupa urutan treatment-nya, tetapi wajah kita akan diberi cairan gitu, kan. Nah, aku sempat ada pengalaman buruk ketika treatment kedua, yakni cairan itu sempat masuk ke mataku. Rasanya? PUANAS pol. Sudah begitu Mbak Perawatnya nggak tanggap pula, nggak segera membersihkan atau gimana gitu. Mungkin dokternya mengoleskan terlalu dekat dengan area mata. Tapi secara keseluruhan, kejadian ini nggak parah.


Buat kamu yang berjerawat, aku sarankan treatment ini harus dibarengi dengan penggunaan krim yang disiplin. Karena, kalau nggak disiplin ya sama saja, jerawat akan tetap datang.


Aku merasa mendapat kemajuan yang cukup baik, apalagi untuk standar aku yang nggak tertib pakai skincare dan sering bolos pakai. Bekas jerawatku memudar banget. Jerawat pun kalau datang ya pada saat-saat tertentu misalnya ketika mau menstruasi atau lagi kelelahan.


Treatment Laser untuk Menghilangkan Milia

Nah, kalau treatment ini adalah yang paling anyar aku lakukan. Tujuannya untuk menghapus milia yang ada di wajahku. Kalau kamu belum tau apa itu milia, milia merupakan bintik kecil di wajah. Pada bayi, ada yang berwarna putih. Kalau pada orang dewasa, warnanya biasanya coklat tua dan seperti andeng-anndeng. Biasanya banyak di area atas tulang pipi di dekat mata. 


Penyebabnya ada beragam. BIsa karena salah pakai skincare, tanda penuaan dini, atau karena jarang pakai sunscreen saat keluar ruangan. 


Dokter Rani menyarankan agar miliaku diatasi terlebih dahulu dengan cara laser. Awalnya aku takut yaa, ngeri gitu bayanginnya. Ternyata memang ngeri! Haha. Jadi ada aroma gosong atau kebakar gitu dan kadang terasa clekit-clekit. Tetapi, tentu saja rasa clekitnya nggak para karena sebelum proses laser dilakukan, wajah diolesi obat bius dulu.


Iya, obat biusnya dioles.


Aku pun baru mengalami dan tahu kali ini, bahwa kalau lagi treatment wajah, obat biusnya dioles, bukan disuntikkan. Nggak enaknya, nih, obat itu akan bekerja hingga satu jam setelah treatment selesai. Duh, waktu itu sih nggak enak banget rasanya karena setelah treatment aku belanja sendirian. Dan efek obat bius ini teryata cukup bikin nggak fokus serta sedikit linglung.


Pesan moral: pastikan kalau mau treatment laser, sudah selesai main dan belanja, atau minta ditemani oleh suami atau teman.


Penutup

Itu tadi sedikit pengalamanku saat treatment di ERHA Surabaya saat pandemi. Aku bukan termasuk yang rutin treatment, tetapi, semoga ulasanku yang sedikit ini membantu kamu yaa kalau mau ambil treatment di ERHA saat pandemi dan saat ada banyak pembatasan pasca PPKM ini.


Semoga bermanfaat! Apakah ada dari teman-teman yang sudah mencoba treatment di ERHA saat pandemi? Coba berbagi cerita di kolom komentar, yuk.


1 komentar