Jumat, 30 November 2018

,



Aku dulu mengira orang gemar mengoleksi sesuatu karena suka pada benda tersebut. Itu aja. Makin dewasa aku tau bahwa mengoleksi itu ternyata butuh biaya, tenaga dan kemauan.

Jadilah aku ndak pernah dengan serius mengoleksi apa-apa, karena aku memang jarang sekali sesuka itu ama sesuatu. Suka Coldplay tapi aku gak ngoleksi albumnya juga. Suka pake tas ransel, tapi ya cukup beberapa aja.

Satu-satunya benda dalam jumlah banyak yang ada di rumah ya cuma buku.

Nah, pas lagi keinget buku ini aku jadi inget kalau aku pernah mencoba mengoleksi komik Detective Conan. Mencoba aja lho ya, karena tetep deh nggak bisa istiqomah mengoleksi hehe.

Ada buibu yang sudah punya anak tapi masih suka membaca komik Detective Conan kayak aku?



Perkenalanku dengan komik Detective Conan sudah cukup lama, sejak aku SD sekitar kelas 4. Saat itu aku biasa menonton kartun Conan di Indosiar (agak lupa nih) setiap hari Minggu ya kalau nggak salah. Kemudian ada temen SDku namanya Nindra yang bawa komik Detective Conan cukup banyak, sehingga temen-temenku di kelas bergantian membaca. Aku akhirnya ikutan pinjam dan aku baca mulai episode 1 yang Shinichi Kudo diberi APTX 4869. Wah, aku langsung jatuh cinta!

Pertama, ceritanya sangat menarik dan terus mengundang rasa penasaran. Terbukti kan sampai sekarang komik Detective Conan masih eksis, aku juga terakhir membaca di website manga-manga yang bertebaran di Google, sudah sampai episode 1021 dan sudah hampir menguak siapa orang nomor 2 dan nomor 1 “organisasi hitam” itu.

Kedua, gambarnya proporsional dan tokohnya terlihat ganteng-ganteng hahaha. Sampe-sampe menurutku tokoh animasi sama tokoh Detective Conan real life yang bisa dilihat di YouTube, jauh lebih ganteng yang animasi. Yang real life mah biasa wae~

Ketiga, karena si Aoyama Gosho ini terinspirasi ama Sherlock Holmes, ceritanya jadi mirip-mirip Sherlock Holmes gitu. Nggak boring, penuh wawasan, plot dan kasusnya pun beragam. Mulai dari kasus receh kayak memecahkan kasus ala kelompok detective cilik sampai kasus pembunuhan sadis. Tapi favoritku tentu saja yang melibatkan organisasi hitam seperti Amuro, Vermouth, Gin, Vodka, Kir, dan Rum, juga anggota FBI bu guru Jodie, Akai Shuichi, dan Camel. Nggak ketinggalan episode favoritku juga kalau ada si pesulap fenomenal Kaito Kid!

Keempat, ceritanya kerap menghibur dan bikin ketawa. Kadang juga tiba-tiba aja horor dan terkesan ada makhluk ghaibnya, tapi ternyata bisa dijelaskan secara rasional. Kadang ada sesi romantis dan nakal, kayak waktu si Conan diajak mandi bareng ama Ran. Mana Ran tau kalo itu Kudoooo..

Kelima, setting lokasinya terlihat nyata. Apalagj kalau di movie, mereka selalu mengambil landmark atau lokasi-lokasi tertentu yang kemudian di akhir film ditunjukkan foto asli lokasinya. Buatku ini daya tarik tersendiri, semacam menunjukkan kebanggaan dan kearifan lokal di Jepang. Selain itu sering juga ada budaya-budaya lokal yang diperlihatkan. Sangat menarik!

Sejak aku bisa mengakses movie dan komiknya di Google, aku mulai jarang beli komik fisiknya. Soalnya makin mahal ya, aku ngikutin sejak harga komiknya 8.500 sampe sekarang jadi sekitar 25 ribuan di Gramedia. Selain itu cerita di komiknya udah tertinggal jauuuuhh dibanding di manga hehe.

Kalo buibu pada suka koleksi apa nih? Share di kolom komen yuk


Kamis, 29 November 2018

,


Buibu suka bacain anak buku? Suka dongengin anak? Alhamdulillaaah… ini penting loh dipelihara, agar anak nggak terlalu konsen ama gadgetnya, juga sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan baik saat anak dewasa.

Membacakan buku untuk anak di Indonesia tantangannya agak gede ya. Mulai jenis buku, harga buku yang mahal, sampai sindiran orang sekitar, “ngapain sih dibacain buku, kan belum ngerti?!”

Memang mungkin anak dibawah dua tahun belum sepenuhnya paham konten, tapi bukan berarti mereka tidak bisa menyerap apa-apa dari cerita yang kita bacakan. Mereka juga bisa kok memahami, apalagi jika kita bacakan berulang. Selain itu, membaca sejak dini juga bisa membiasakan anak untuk gemar membaca di kemudian hari. Harapannya, tentu aja anak jadi cerdas, bijak, dan gak mudah termakan hoax (penting).

Berikut adalah buku-buku anak terbaik 2018 ala Bunda Biya:


Buku-bukunya Rabbit Hole

Aku beli buku dari penerbit Rabbit Hole saat sedang flash sale. Sueneng banget ooy! Aku juga sangat bangga ada penerbit buku anak yang bukunya sangat bagus untuk perkembangan emosi anak sejak bayi juga untuk merekatkan bonding dengan ortu. Setauku, Rabbit Hole juga penerbit pertama yang menggunakan buku anak ala buku-buku terbitan luar negeri, seperti ada tambahan kain-kain untuk melatih motorik, halamannya bisa dibuka-tutup, dan lain-lain.
mba devi raisa dan bukunya (source: liputan6)

Desainnya juga sangat bagus, anak mudah mengerti. Aku membacakan buku-bukunya Rabbit Hole sejak anak pertamaku berusia 6 bulan. Awalnya aku bacakan buku yang Cilukba! Dia masih belum begitu paham, tapi ya ketawa-ketawa aja dan sangat antusias. Baru bener-bener paham jalan cerita sekitar usia 18 bulan.

Aku juga sangat suka buku emosi terbitan Rabbit Hole. Buku tersebut menurutku menafsirkan emosi dengan sangat baik dan membantu anak mengenal emosi sejak dini.


Buku "Baby"

Ini buku aku beli di BBW 2018 (link) dan aku jarang sekali nemu buku dengan konten pengenalan aktivitas bayi. Saudaraku pernah mengirim buku tentang adik, tapi buku itu dibawa dari Sydney. Jauh bok haha.

Nah buku pengenalan aktivitas bayi ini lucu sekalii karena serasa hidup, jadi ada figur adik bayi yang bisa kita pindah-pindah gitu sesuai aktivitas. Buku ini juga bisa sangat membantu si kakak untuk mengenal adiknya nanti. Bagus untuk usia di atas 2 tahun.


Buku Opposite

Buku ini juga aku beli di BBW Surabaya 2018. Ini juga menurutku baguuss sekali untuk mengenalkan lawan kata ke anak, membantu dia untuk mengembangkan logika berpikir juga. Sangat mudah dipahami karena bukunya bisa ditarik ulur gitu. Harganya aku lupa sih, tapi seingatku ga sampe 100 ribu. BBW gitu looo..



Board Book dan Sound Book Anak Muslim

Ada dua buku muslim terbitan Indonesia nih. Yang pertama adalah dua buku pemberian Bentang Pustaka Kids. Menyusul Rabbit Hole, Bentang Kids mulai memproduksi buku-buku dengan layout yang lebih interaktif. Menariknya, kontennya tentang anak muslimah. Desainnya bagus, mudah dipahami anak dan clear, seperti desain buku Rabbit Hole.

Kemudian yang kedua, aku diberi oleh Seller di IG @dibalikhalaman . Penerbitnya Gulali Books. Buku ini menurutku sangat bagus dan sepertinya masih jarang banget nih sound book sekaligus board book dengan konten islami. Kalo kamu beli buku ini, bakal dapet tas dengan isi buku, panduan untuk ortu, dan ucapan terima kasih dari Gulali Books.


Buku tentang hewan langka

Ini salah satu buku anak yang sering aku baca dengan Mahira. Aku beli buku-buku ini di Togamas, di bagian buku cerita anak-anak. Buku ini bukan buku board, kertasnya bisa mudah sobek  jadi lebih baik buku ini dibaca oleh anak berusia di atas 18 bulan.

Keunggulan buku ini menurutku ada pada karakter, pesan cerita, dan seri. Buku ini memiliki karakter binatang langka seperti macan tutul, badak sumatera, dan ceritanya pun penuh dengan nilai positif. Kamu perlu lihat bagaimana reaksi Mahira saat aku bacakan buku Badak Sumatera disini. Di bagian akhir cerita, ada kisah menyedihkan tentang jumlah badak Sumatera yang semakin berkurang karena ulah pemburu. Secara tidak langsung, buku ini juga bisa mengajarkan emosi pada anak.

Buibu sudah pernah baca kelima buku di atas untuk anak-anaknya? Share disini dong :)

Rabu, 28 November 2018

,



Challenge hari ini adalah tentang 5 blogger favorit dan kenapa. Baik, tentu saja aku punya jawabannya!

Oh maaf, sebelumnya aku mau jujur dulu.

Sebagai blogger, aku tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk blogwalking. Bukan, bukan karena aku tidak menghargai temen-temen blog lainnya. Tentu saja karena...

Anak-anak, siapa lagiiiii! Hehehe. Anak-anakku masih kecil-kecil yah dan sangat butuh perhatian bundanya walopun sudah ada mbak rewang, tetap pengasuhan utama aku yang pegang. Jadi aku hanya blogwalking kalo pas buka laptop. Kadang blogwalking via henpon, tapi ya jarang-jarang aja karena lebih nyaman pakai laptop.

Meski demikian, aku tetap punya jawaban atas tantangan BPN hari ini.

Favorit 1: Raditya Dika
Entah kamu mengenalnya sebagai apa, tapi sebagai pembaca bukunya Radit sejak SMP (tahun 2005an) di Kambing Jantan, aku mengenalnya sebagai penulis dan blogger. Iya, aku masih ngikutin tulisan-tulisannya di blog (lupa deh, kambingjantan.com atau radityadika.com ya karena udah lama) sampai blio studi di Australia. Setelah itu mulai jarang ngikutin. Blio salah satu orang yang menginspirasiku saat awal membuat blog.

Favorit 2: Trinity
Mbak T nggak pernah gagal bikin aku tertawa karena ceritanya yang aneh-aneh baik di buku maupun di blog. Aku punya beberapa bukunya, tau Mbak T dari temen kuliah, Sista. Pertama baca, bukunya langsung ku balikin ke Sista. Besoknya aku beli sendiri di Togamas hehehe.

Dan gegara mbak T, aku nekat budhal sendirian ke China dan yak ngerasain juga toilet China yang fenomenal itu bahaha. Karena Mbak T nuga, aku jadi mengisi blog dengan cerita perjalanan (sejak 2011 nih!) dan mulai bergabung ke komunitas blogger serta mengikuti travel blogger lainnya.

Mbak T ini blak-blakan dan apa adanya, banyak tips dari Naked Traveler yang aku terapkan semasa doyan jalan-jalan pas kuliah dulu.

Favorit 3: Windy Ariestanty
Pertama kenal Mba W melalui bukunya, Life Traveler dan aku langsung jatuh cinta! Agak melow juga sih bacain bukunya, di dalamnya kan ada sepenggal kisah cinta dan aku baca saat yaaah… begitulah, masa SMA :))

Mbak W karakternya sangat kuat, kemampuan story tellingnya juga selalu menarik untuk terus diikuti. Foto-foto travelingnya juga asik banget dilihat. Nggak ada kesan sombong, show off, justru kita bisa banyak belajar dari mbak W.

Favorit 4: Deddy Huang.
Aku suka cara Koh Huang bercerita. Tulisannya ngalir, sangat enak dibaca. Selain soal tulisan, aku juga suka ngeliatin instastorynya koh Huang. Nggak semua travel blogger bikin ngiri gegara foto-foto ciamiknya, lha beberapa unggahannya Koh Huang di Instastory malah bikin ketawa!

Favorit 5: Puty Puar
Aku jarang baca blognya mbak Puty, tapi karakternya lucu sih ya, dan lebih suka nyimak instastorynya. Blio seorang ilustrator, sering bikin tulisan juga tentang motherhood dan parenting. Yang aku suka dari Mbak Puty adalah beliau konsisten bikin konten, terkesan lembut, sopan, ramah, dan energinya positif terus deh rasanya.

Lha, ini parenting blogger kok lebih suka ngikutin travel blogger sih?

Aku emang dari dulu doyan jalan-jalan, I’ll be back on track soon! Trus, kalo urusan parenting, aku jarang bacain blog orang, kecuali cari referensi pengalaman. Aku lebih suka baca buku, jurnal, atau belajar di Keluarga Kita, karena aku udah cukup panjang nih cari media atau yayasan yang concern di parenting dan alhamdulillah.. ketemu ama Keluarga Kita dan mbak Najeela Shihab. Aku cocok bangey sama prinsip, ilmu, dan hal-hal lain seputar dunia parenting. Kalau disini atau di instagram atau mungkin diskusi sama aku, aku memang banyak belajar dari buku yang aku baca dan materi-materi yang aku pelajari di Keluarga Kita. Pola pengasuhanku, meskipun belum sempurna, mengambil referensi dari mereka.


Selasa, 27 November 2018

,



Thanks to BPN, gegara challenge ini aku jadi menulis tema yang nggak biasa aku tulis, dan jujur aja, nggak terpikirkan untuk ku tulis.

Misalnya aja, tema hari ini: 5 barang yang ada di tas.

Kalau aku terjemahin, ini mirip ama beauty blogger/vlogger, selebgram, atau artis-artis yang suka bikin “What’s on My Bag”. Aku pikir nggak penting banget deh intip-intip isi tasku. Karena barang-barang di tas itu privat yak, dan menunjukkan karakter serta aktivitas seseorang juga. Tapi yaaa untuk challenge ini, okelah! Siapa tau ada manfaatnya yekaaan...

aku dan tas ranselku :))


1. Dompet
Aku termasuk perempuan yang gak bisa kemana-mana gak bawa tas dan gak bawa dompet. Untuk tipe tas, aku suka banget ama tas ransel. Bahkan aku bahagia saat nemu tas ransel untuk keperluan menyusui dan bela-belain beli dengan harga 400 ribuan yang oke dibawa traveling dan bagian bawahnya ada cooler bag-nya.

Dompet ini jelas gak ketinggalan. Walopun isinya gak banyak (misqueen detected), tetep penting karena ada beberapa kartuku disitu untuk transaksi, kartu identitas, dan kartu rumah sakit.

2. Smartphone
Sebagai buibu millennials, barang satu ini sudah pasti nggak ketinggalan yak. Lengkap juga ama powerbank (kalo diperlukan) dan headset (wajib). Headset itu bisa jadi penyelamat banget saat lagi ngantuk, lagi di perjalanan, atau lagi kepengen lihat dan ndengerin sesuatu.

3. Buku
Yah entah buku catetan kecil atau buku bacaan, ini wajib buatku, terutama saat pergi sendirian. Buku yang aku baca biasanya novel, buku parenting, wawasan umum, dan self-help. Lengkap juga bawa bolpen di tas sebagai teman si buku hehe.

4. Tasbih digital
Aku agak risih kalo dibilang alim, religius, dll, juga aku jarang sekali mengupload hal-hal yang berbau aktivitas keagamaan kecuali kalo hal itu berharga buatku. Karena hal ini menurutku sangat privat dan intim. Aku sering khawatir riya’ kalo sharing-sharing gini. Tapi hal ini aku rasa bisa bermanfaat ya. Tasbih digital ini sangat membantu untuk dzikir harian dan untuk shalawat dimanapun kita berada. Karena harganya murah, aku sedia 2 di tas dan 1 di rumah.

5. Make up seadanya
Bedak two-way-cake dan lipstik. Oiya tidak lupa tisu basah dan tisu kering. Walopun aku nggak doyan-doyan amat pake make up, tapi tetep sedia kalo berpergian dan kalau ada event untuk touch up. Kalo ke alpamaret doang mah ya engga haha.

6. Tambahan (khusus berpergian dengan anak)
Susu UHT, diapers, mainan, buku anak, kresek buat wadah diapers anak.

Kalo isi tas kamu apa aja buibu?


Senin, 26 November 2018

,

cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang


Sudah lama kepengen bikin ulasan tentang cafe favoritku di Kota Malang, mumpung lagi nurutin challenge dari BPN juga. Lucu juga sih rasanya, nulis review ini justru saat aku sudah nggak di Malang #kangenMalang.

Anyway, berikut ini adalah beberapa cafe yang sesekali aku datangi kalau lagi butuh inspirasi, sekedar ngeblog, atau ada kerjaan. Buat aku yang bekerja di rumah dengan satu anak, aku tentu saja butuh sesekali mencari suasana baru dalam bekerja. Selain itu, yaah sekalian me time dan hiburan singkat ya. Apalagi sejak hamil, kerja di cafe lebih asik daripada di coworking atau di perpustakaan Malang karena bisa pesen makanan! Hehehe. Meskipun review ini aku spesifikan pada poin kenyamanan untuk bekerja, kelima cafe ini sangat nyaman untuk sekedar ngobrol ama sahabat, pasangan, untuk me time, dan untuk ketemu relasi.

Karena aku ke cafe untuk kerja, aku juarang banget foto-foto di cafe dan seringnya aku datang sendirian. Jadi foto-foto di bawah ini, kebanyakan bukan jepretanku yak. Kriteria cafe kesukaanku untuk bekerja adalah nyaman, wifi kenceng, banyak colokan, deket dari rumah, smoking room terpisah, ada mushola, makanan enak dan gak terlalu mahal.


1. Bureau Coffee

Ini favoritku buangeet dan deket pula dari rumah! Letaknya cukup strategis di jalan Soekarno Hatta. Dari semua cafe yang akan aku review, Bureau ini yang paling sering aku datangin. Mungkin mas-mbaknya sampe hafal ama aku kali ya, karena aku selalu datang di jam yang sama dan duduk di kursi yang sama hehe.
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang


Plusnya cafe ini adalah:

+ interiornya asik banget dan instagramable. beberapa pengunjung yang datang hampir selalu pota-poto, kecuali yang pada asik di depan leptop.
+ banyak yang kesana untuk bekerja atau ngerjain tugas, saking asiknya.
+ makanannya enak-enak serius!! Aku nggak hafal menunya, tapi segala nasi goreng, rasanya enak. Pernah aku diberi yang terlalu asin, dan mereka welcome dengan masukanku. MSG yang digunakan mungkin juga pas, atau mungkin gak banyak pake MSG ya? Karena tenggorokanku nggak pernah mengeluh setiap makan di sini. Cobain juga menu yang harganya 30 ribuan, lupa apa aja, tapi enak-enak juga! Minuman favoritku tentu saja thai tea plus bubble.
+ mas-mbaknya ramah banget.
+ wifi lancar dan kenceng
+ pilihan lagu-lagunya tidak mengganggu dan asik didengar.
+ harga makanan dan minumannya standar, termasuk cukup terjangkau untuk rasa dan rata-rata cafe di Kota Malang.
+ ada mushola kecil, lengkap dengan sajadah dan mukenah.
+ toiletnya wangi, bersih.
+ ruang merokok dan bebas asap rokok terpisah, ada pintunya gitu jadi yang di dalam gak bakal terganggu asap rokok kecuali pintu dibuka.
+ banyak colokan, tapi di meja tertentu gak ada.
+ parkir luas dan lokasi mudah diakses.
+ beberapa kursi sangat nyaman untuk ibu hamil.

Minusnya:
- terlalu sempit ruangannya. cafe ini juga gak ada namanya gitu, karena jadi satu sama distro Sch, letaknya di lantai 2 dan cukup kecil. Meski demikian masih tergolong nyaman sih.
- toiletnya cuman satuuu, nggak enak nih kalo lagi kebelet banget.
- bukanya jam 11-an siang. Aku harap bisa agak pagian gitu, biar gak bentrok ama jam tidur anak hehehe.
- karena sempit, kalo ada anak-anak kuliahan se gank yang lagi nugas di sana, atau ada ibu-ibu arisan rumpik, ramenya bukan main. Kalo udah gitu, udah pasti aku pasang headset.
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang
Diambil dari IG Bureau Coffee

Saking senengnya ama cafe ini, aku punya tempat favorit untuk kerja dan alhamdulillah kerjaan selalu beres kalo aku kerjakan disini. Tempatnya juga sangat dekat dari rumah, jadi nggak beban kalo ninggal anak kelamaan.


2. Vosco Coffee

Juga terletak di Jalan Soekarno Hatta, tapi lebih dekat dengan Masjid Sabilillah dan Pasar Blimbing, jadi menurutku ini agak jauh dari rumahku tapi tetap mudah diakses karena di pinggir jalan raya. Cafe ini banyak dipakai meeting dan ngobrol ringan ama pebisnis dan kata orang-orang yang ngasih review di Google, kopinya enak. Aku manatau yak, soalnya gak pernah nyobain kopi disini hehe.
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang


Aku juga kurang tau apa ada mushola disini, tapi yang jelas Vosco punya beberapa kelebihan yang menjadikan cafe ini sebagai alternatif tempat untuk bekerja:

+ buka jam 7 pagi, atau jam 6 ya? Kalau rumah udah kondusif lebih awal, aku biasanya kesini lebih pagi.
+ ada promo member “Early Riser”. Promo ini untuk mereka yang datang pagi dari awal buka sampai jam 11 atau jam 2 siang gitu, lupa pastinya. Promonya berupa potongan harga untuk makanan, kalau nggak salah sebesar 30%. Lumayan kan?
+ suasananya nyaman.
+ colokan ada, tapi nggak terlalu banyak.
+ ada non smoking room yang terpisah dengan pintu.
+ mbak-masnya ramah
+ ada menu fresh milk kesukaanku.
+ toiletnya ada 2, bersih dan nyaman.
 
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang
Non-smoking room (foto by Galih Pramuditya / Google Business Vosco)
Minusnya:
- makannya biasa aja menurutku, masih enak di Bureau.
- harganya lebih mahal ketimbang di Bureau.
- non-smoking roomnya kecil, lebih luas area outdoor untuk merokok.
- beberapa kursi di non-smoking room agak nggak nyaman untuk bumil dan untuk pakai laptop karena mejanya lebih pendek. Jadi lebih cocok untuk ngobrol asik.


3. Labore Coffee

Masih di daerah Soekarno Hatta, Labore ini lokasinya antara Vosco ama Bureau dan terbilang cukup strategis.

cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang

Kelebihan cafe ini untuk kerja menurutku:
+ Tempatnya bright, clean, dan sangat instagramable
+ Ownernya ramah
+ Menunya beragam
+ Colokan cukup banyak, terbukti banyak yang kesini sambil bawa laptop
+ Wifi lumayan kenceng
+ Ada mushola, tapi lokasinya di atas, tangganya agak sempit dan tempat wudhunya agak sungup / temaram
+ Toilet cewek ama cowok terpisah, toiletnya buersih wangi dan kacanya lebar 😁
+ Mas-mbaknya ramah-ramah, kayak di Vosco, kita datang langsung disambut mau duduk dimana.
 
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang
Diambil dari IG Labore Coffee
Kalo beberapa hal yang kurang aku suka:
Harga makanannya lebih mahal dari Bureau. Saat disana aku biasanya pesan tea dan snack. Dapet banyak, tapi kadang bikin tenggorokanku sakit, tapi aku rasa ini subyektif ya.
- Ada pemisah antara smoking dan non smoking room, tapiiii sekatnya nggak tertutup. Agak terbuka gitu jadi menurutku gak ngaruh, dan untuk orang dengan idung sensitif, aku cukup terganggu dengan asap rokok sesedikit apapun itu.
- Tempat di non smoking room yang ada colokannya terbatas. Di bagian tengah, ada tempat yang nyaman gitu kursinya empuk, nah disitu banyak colokan. Tapi ga enaknya, itu kursi panjang jadi agak kurang dapat privasi dengan orang uang duduk di sebelah kita. Kecuali Kalau rombongan, bakal asik banget sih.


4. Jack's & Co

Ini satu-satunya cafe yang nyaman untuk kerja di daerah Tlogomas, antara kampus Unisma dan UMM. Cafe ini tergolong deket sama rumah sih, dan kebetulan lokasinya dempet ama Superindo hehehe jadi ke Cafe bisa sekalian belanja haha. Oiya pas ke cafe ini aku belum hamil dan selalu pas lagi haid, jadi aku kurang tau ada mushola atau tidak.
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang

+ Banyak colokan.
+ Ada kursi nyaman di pojokan untuk kerja dengan kursi yang empuk dan ada colokannya juga.
+ Kalo pagi agak sepi, nah pas sorean itu cukup ramai oleh keluarga dan mahasiswa.
+ Menunya beragam, ada makanan berat, cake, snack, kopi, susu, teh, banyak lah dan harganya relatif murah. Saat disana aku pesen hot choho, harganya belasan ribu. Pas diminum hujan-hujan hehe. Sempet juga pesen aneka tea yang enak, dan aku lihat di tehnya itu ada labelnya kayaknya termasuk teh premium.
+ Musiknya kadang kenceng banget dan mbak-masnya agak berisik yang mengganggu ketenangan.
+ Ada sudut foto cantik. Kalo tempatnya sendiri gak terlalu instagramable, biasa aja menurutku.
+ Non smoking dan smoking room dipisah dengan pintu. Suka deh.
+ Parkiran luas, free, soalnya gabung ama superindo hehehe.
+ Family friendly.

cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang
Diambil dari IG Jacks & Co Coffee

Yang nggak aku suka…
-     Lalat! Oemji, kok bisa ada lalatnya?!
-     Bukanya lumayan pagi, jam 8an lah.


5. 8 Oz

Cafe paling jauh dari rumah. Aku kesini cuma sekali untuk ikut lomba foto pertama kali (dan kalah! 😂) aku penasaran dengan cafe ini karena reviewnya bagus-bagus semua. Oiya saat disini aku nggak ke toilet dan nggak ke mushola, jadi aku nggak tau kondisi toiletnya gimana dan ada mushola atau tidak.
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang

+ Cafenya homie banget, aku suka dengan tata letak dan dekorasinya. Nyaman!
+ Makanannya enak-enak begitupun kopinya, sempat nyobain kopi yang di pesan adik iparku. Kalo aku ya dimana-mana selalu pesan tea atau milk hahaha.
+ Non smoking dan smoking room dipisah pakai pintu. Di bagian belakang, dekorasi dan suasananya justru lebih nyaman daripada di dalam, karena banyak dedaunan dan anginnya sejuk khas Malang. Sayang tempat itu buat yang smoking.
+ Banyak colokan.
+ Suasana nyaman dan tidak terlalu ramai di siang hari.
+ Tempat duduknya nyaman semua. Juara lah kalo soal kenyamanan! Musiknya juga gak terlalu mengganggu.
+ Family friendly.
+ Wifinya lumayan kenceng.
 
cafe yang bagus di malang, cafe romantis di malang, cafe murah di malang, cafe untuk mahasiswa di malang, cafe untuk mengerjakan tugas di malang, cafe terbaik di malang, cafe dengan kopi yang enak di malang, cafe yang nyaman di malang, cafe yang nyaman untuk kerja di malang
Suasana di 8 Oz Coffe (foto pribadi)
Minusnya:
-     Lokasinya agak sulit dicari, masuk-masuk di dalam perumahan gitulah.
-  Harga makanannya cukup mahal, termasuk premium, bahkan paling mahal dari cafe lainnya yang aku review di atas. Tapi bener-bener sebanding ama kualitas dan rasanya 👌
-     Parkirannya sempit, kalo bawa motor sih mudah. Agak repot kalo bawa mobil.

Yak itu 5 review singkat cafe yang nyaman untuk kerja di malang, juga cafe yang asyik untuk mengerjakan tugas kuliah. Kamu udah pernah nyobain yang mana?



Follow me @nabilladp