Kamis, 22 Februari 2018

Pengalaman Mengatasi Sembelit Parah pada Bayi / Toddler

mengatasi sembelit pada bayi, mengatasi sembelit pada anak, mengatasi sembelit parah, skin tag di anus bayi, bayi skin tag, bayi ambeien, penyebab sembelit parah pada bayi, solusi sembelit parah pada bayi, buah alpukat untuk mengatasi sembelit pada bayi

Kapan hari aku sudah cerita sekilas disini mengenai gimana ceritanya anakku bisa sembelit parah dan gimana antisipasinya. Meskipun itu tulisan untuk lomba, tapi aku jujur dari hati lho, bahwa memang cerita itu benar adanya dan baby food maker itu bisa menjadi salah satu solusi. Sempat aku berjanji mau “manjangin” cerita karena ada beberapa yang bertanya kepadaku. Oke siap ya aku dongengin.. siapin popcorn.
popcorn time
Boleh browsing dulu apa itu sembelit dan konstipasi. Kita-kita yang dewasa pasti pernah lah ya ngalamin yang namanya sembelit, kecuali kalau situ orang yang sangat rajin makan sayur dan buah dan minum air putih. Orang dewasa kalau nggak bisa pup aja rasanya nggak nyaman banget kan, ndahnio si kecil yang belum bisa bicara.


Penyebab sembelit pada bayi itu ada banyak, diantaranya karena si kecil baru pertama kali makan makanan padat, karena kekurangan cairan, karena minum susu formula, atau memang ada kondisi tertentu. Tapi pada dasarnya, solusinya akan mudah diterapkan jika tahu penyebabnya (sumber link ini).

Kebetulan, 3 dokter yang aku temui sepakat bahwa penyebab sembelit parah di anakku karena tidak cocok dengan mpasi instan. Ada 1 dokter yang aku ajak diskusi di facebook, beliau termasuk yang support mpasi instan karena disana banyak mikronutriens yang dibutuhkan si kecil dan nggak percaya kalau penyebab sembelit Mahira gegara mpasi instan itu. Eum, yasudahlah memang tiap dokter beda-beda ya..
Mahira dan MPASI yang menyenangkan


Gini ceritanya..

Sebelum kejadian ini, aku pernah sekali memberikan mpasi instan, yaitu pas akhir tahun 2016. Momen pergantian tahun itu kami marathon dari Jogja (habis kompre)-Sidoarjo-Lumajang. Benar-benar melelahkan dan saat otw ke Lumajang, aku tidak sempat membuat makanan. Akhirnya aku berikan 1x bubur instan ke Mahira, itupun dia nggak begitu doyan. Sesampainya di Lumajang langsung aku beri MPASI yang alami.

Awal terjadinya sembelit memang karena aku mengiyakan saran dari ibu dan bulek-bulekku untuk memberi MPASI instan ke anakku dengan alasan praktis. Sebetulnya, aku selalu menolak. Suamiku pun awalnya tidak setuju. Tapi gegara awal Januari 2017 lalu aku hanya punya waktu 24 jam di Jogja untuk mengurus keperluan revisi tesis yang panjang itu dan biar bisa segera wisuda, terpaksa aku mengiyakan. Nah ini jangan dicontoh please, se ribet-ribetnya perjalanan kita, selalu ada celah kok. Misalnya, pertama, kalau di kota besar cari olshop yang memberikan jasa MPASI homemade. Ini rupanya ada di Jogja tapi aku nggak browsing, aku baru tau pas kembali ke Jogja di bulan April untuk wisuda.

Lalu yang kedua, biasanya hotel-hotel yang punya dapur bisa kok kita titipin berbagai makanan atau disimpan sendiri di kulkas kamar. Selama aku mobile di Jogja, aku selalu pesan kamar di Puri Chorus Hotel. Soalnya disana harga kamarnya murah plus ada kulkas dalamnya, jadi penyimpanan makanan pun enak. Eh ada hitter-nya juga jadi lebih mudah kalau ngerebus makanan. Berhubung pas revisian aku hanya berdua sama mbak Ifah (suami nggak ikut) aku pesan kamar yang jauh lebih murah yang gak ada kulkas dan hitternya. Praktis, aku hanya membawa buah untuk camilan Mahira.

Disitu lah letak kelalaianku, karena Mahira praktis mengonsumsi MPASI instan kira-kira 4x makan plus camilan biskuitnya. Saat itu aku pakai bubur instan dengan awalan M. Tau lah ya.. itu banyak banget dipakai dan bisa didapat dimana saja.

Seminggu berlalu, anakku belum juga pup. aku was-was banget. sebelumnya dia pernah 4 hari nggak bab karna dia makan daging sapi, tetapi begitu keluar mah lancar-lancar aja dan tanpa nangis. Plus teksturnya pun masih bagus.

Kali ini endak. Singkat cerita, Mahira baru BAB 10 hari sepulang dari Jogja. Kagetnya aku mendapati pup-nya yang besar, sangat padat, dan berwarna hijau tua kehitaman. Kenapa ini?? Apa karena dia terlalu lama tidak BAB atau apa.. Saat itu hari Minggu dan langsung aku bawa ke Dokter Bagas di RSIA Kendangsari. Karena hari Minggu dokter Dini nggak praktik, jadi aku menemui dokter lain dulu. Setelah kami ngobrol dan dokternya memeriksa Mahira, dokter yakin kalau bubur instan itu yang jadi penyebabnya.

“Mungkin pada bubur instannya terkandung sufor mbak atau terlalu banyak zat besinya, jadi nggak cocok di perutnya dia,” begitu kira-kira kata Dokter Bagas.

Begitu pulang dari RSIA Kendangsari, langsung aku buang semua stok bubur instan di rumah. Agak kzl ketika ibuku nggak percaya kalau penyebab sembelitnya adalah bubur instan. Ibu mengatakan penyebabnya ada di aku, lantaran Mahira masih minum ASI.

Ya Allah dibilang begitu aku sedih banget, lho. BAB ku saat itu lancar-lancar saja, dan hey, sejak awal lahir disaat Mahira justru full ASI, aku tetap makan dengan menu normal and everything’s fine. Memang ini tantangannya parenting 3 generasi, ada pola pikir yang susah disamakan karena beda latar belakang, wawasan, dan pengalaman.


Sembelit Parah Sampai Muncul Bintil

Sejak itu, hari-hariku penuh ketegangan. Soalnya gegara BAB-nya keras dan membuat duburnya sakit, dia jadi memilih untuk menahan pup. Akibatnya, sebetulnya 3-4 hari dia sudah ngeden tetapi dia tahan dan akhirnya dorongan dari tubuhlah yang membuat fecesnya keluar di hari ke 7-10. Gilak kan.. BAB kok seminggu dua minggu sekali.
muka bete gegara sembelit parah

Sampai suatu ketika sekitar awal Februari, Mahira ngeden sangat keras. Kalau dulu dia biasa bab dengan kaki yang dibuka lebar, saat sembelit ini karena sakit dia justru merapatkan pantat dan kedua pahanya tanda dia menahan perih. Saat aku bersihkan, ternyata ada bintil yang keluar di luar anusnya.

Aku langsung stres dan marah, tapi tidak tau mau marah ke siapa. Kalau mau menyalahkan keluargaku, juga bukan solusi. Toh bagi beliau yang dulu menyarankan, MPASI instan itu hal yang lumrah. Selain itu, aku tau akupun salah.

Nggak pakai babibu, aku membawa Mahira ke Dokter Dini. Aku ceritakan bagaimana kondisinya dan ya..bisa ditebak bagaimana ekspresi beliau. Sempat aku bagi ceritanya di postingan yang ini.

Dokter Dini memberiku resep Lacto B dan salep untuk mengatasi bintilnya. Kira-kira sampai bulan Maret aku tidak melihat perkembangan yang signifikan. Aku juga sudah menjalani semua saran yang bersifat umum dari mulut ke mulut. Misalnya:

Kasih buah pepaya, bil.
Sudah. Hm, sakjanya justru pepaya bisa membuat sembelit di beberapa bayi, lho.

Makan yang banyak serat bil.. banyakin lemak bil..
Sudah juga. Ah justru aku bingung, harus banyakin serat apa lemak. semuanya punya alasan ilmiahnya :’)

Ikhtiar ke Dokter Spesialis Pencernaan Anak

Aku dan suami berdiskusi dan memutuskan untuk mencari second opinion ke dokter spesialis pencernaan anak. Rupanya, Mamas dapat rekomendasi dari atasannya bahwa dokter spesialis pencernaan anak di Malang dan bisa menangani perkara sembelit-sembelitan ini. Namanya Dokter Satrio.

Tapi ya, beliau di Malang.

Tentu saja aku terkendala berupa izin dari ibuku. Beliau tidak mengizinkanku berangkat ke Malang untuk berobat ke Dokter Satrio. Saat itu aku kzl juga karena ibu justru bertanya kepada temannya mengenai referensi dokter anak (dan itu asal) dibawah jembatan layang Waru. Saat aku cek di mbah google, aku merasa beliau bukan dokter yang aku cari. Thanks God Mahira gak jadi ku bawa kesana, ndilalah aku sempat ngobrol sama beberapa teman dan juga ada driver Uber yang cerita anaknya nggak cocok dibawa ke dokter itu. Aku menghargai bantuan ibu, tapi aku kan sedang mencari dokter spesialis pencernaan anak dan itu pasti tidak banyak.

Aku putuskan untuk mencari tahu sendiri. Alhamdulillah, aku dapat dua nama. Prof Subijanto dan satu lagi, lupa. Seingatku keduanya lulusan FK Unair, aku dapat namanya juga setelah kepoin data-data dokter di databasenya RSUD Dokter Soetomo Surabaya. Setelah searching sana-sini, aku putuskan ke Prof Subijanto di daerah Dukuh Kupang. Alamatnya bisa cek disini. Kayaknya termasuk dokter senior, banyak yang merekomendasikan dan track record-nya bagus.

Disana biayanya memang lebih mahal, aku ingat keluar 450 ribu itu biaya dokter sak obatnya. Agak mencekik ya.. hehe sudah gitu beliau agak ngotot juga untuk menyarankan pakai sufor. Itulah yang membuatku tidak kembali lagi meskipun Prof Dokter meminta untuk kembali 2 mingguan lagi. Tapi meski demikian, aku bersyukur karena dapat pencerahan, rupanya bintil di dubur mahira bukan ambeien melainkan skin tag. Beliau juga minta agar Mahira dipaksa untuk jongkok dan BAB nya harus keluar setiap hari, lah ini yang susah. Untuk urusan ini, aku minta bantuan sama baby walker, karena kalau Mahira lagi duduk di baby walker-nya, dia jadi lebih cepat pup.

Overall menurutku beliau memang dokter yang cerdas serta menangani pasiennya dengan cepat dan akurat. Cuman aku kurang cocok karena beliau permisif dengan sufor dan kekeuh kalau sufor rekomendasinya tidak membuat konstipasi. Err... jujur aja aku sudah parno duluan. Sembelit yang ini aja belom kelar. Setelah aku diskusikan dengan Dokter Dini disini, aku hanya punya satu keyakinan: ASI saja cukup, kalau mau diseling, pakai UHT nggak papa.

“Banyak yang ngalamin kayak gini (skin tag pada anus bayi), mbak,” begitu kata beliau, ah aku jadi agak tenang. Beliau juga meresepkan obat puyer (mungkin isinya AB) dan Interlac. Disini lah aku tercekik untuk kedua kalinya.

Tau interlac harganya berapa? 200 ribuan.
Tau isinya berapa? 5 mili alias hanya SAK JEMPOL. Tapi memang Interlac ini punya banyak keunggulan dibanding probiotik lainnya.

ini lho interlac!!! source: k24


Progress

Interlac yang mahalnya kebangetan itu rupanya cukup membantu. Namun, bulan Agustus aku putuskan berhenti beli interlac. Sakit leher dompetku kecekik mulu ehehe! Selain itu, sekitar bulan Mei, Mahira sudah mulai lebih selow kalau pup.  

Suatu ketika, aku lagi sholat di kamar dan Mahira lagi mainan diatas baby walker-nya. Tetiba aku denger suara dia ngeden, tapi cuman sebentar dan nggak ngoyo. Setelah itu dia main-main lagi. Pas selesai sholat, aku bahagia banget begitu tau dia rupanya sudah bab dan teksturnya mbletrek, tekstur yang sangat bagus dengan warna coklat keemasan. ini yang namanya GOLDEN FECES. Keren ya namanya. 💩💩

Berbagai Tips

Aku yang stress berat waktu itu karena bisnis kehambat, nulis juga gak enak karena anak yang sering merengek dan nggak mau pisah sama aku, akhirnya aku coba untuk searching di Google mencari emak-emak yang senasib. Yah, ada sih berbagai tips dari alodokter, halodoc, meetdoctor dan lain-lain. Semua itu sudah ku coba dan hasilnya nihil. Sebab memang sembelitnya anakku tergolong parah.

Nemu lah aku ke blognya emak-emak yang sama stresnya kayak aku tapi sayangnya aku nggak sempat bookmark nama blognya. Dia bahkan lebih parah karena sembelitnya sampai usia 3 atau 4 tahun gitu. Dia juga memberi tips mujarab berupa susu UHT yang dicampur kanji yang sudah disangrai (sehingga teksturnya lebih kental) sebagai minuman anaknya. Ajaib, sembelitnya berangsur pulih.

Aku mau ikutan nyoba kok ragu ya..




Akhirnya aku coba trial and error sendiri. Berikut percobaanku dalam mengatasi sembelit pada bayi / anak. Semoga bermanfaat yaa:

  1. Jangan dikasih pepaya. Coba baca referensi lain, banyak yang mengatakan pepaya itu justru membuat sembelit pada anak.Anakku pun nggak membaik sembelitnya setelah makan pepaya.
  2. Makan buah naga, pir xiang lie, dan alpukat (kalau bisa alpukat mentega). Ini yang jadi senjata alamiku untuk melunakkan tinjanya Mahira and it works! Kalau makan buah naga kebanyakan, fecesnya jadi agak kemerahan dan ada bintik-bintiknya gitu. Kalau makan alpukat, lama-lama warna pupnya kembali normal. Anyway, saat awal-awal sembelit aku juga memberikan alpukat tapi nggak begitu ngefek. Mungkin karena memang masih banyak zat-zat yang menempel di dinding usus Mahira ya.
  3. Buah plum. Ini aku coba juga berdasarkan tips di berbagai website kedokteran, nitip suamiku beli di Lai-Lai. Ngefek sih, tapi nggak seberapa.
  4. Jagung manis blender kasar. Waah, percaya atau nggak, setelah karbonya anakku aku ganti jadi jagung manis yg aku blender kasar kemudian aku kukus, pupnya jadi membaik lho. Soal tekstur sih belum seberapa, tetapi warnanya sudah nggak lagi hijau kehitaman.
  5. Yoghurt dan Yakult. Kalau yoghurt sih memang saran dokter, cuman gak begitu membantu. Meskipun dokter ga anjurin yakult, tetep aku kasih dikit-dikit karena lumayan ngatasin, tapi ini pas usia mahira sudah diatas 1 tahun ya.
  6. Puding homemade, yang isinya cuman pakai agar-agar plainnya nutrijel lalu bisa ditambah buah naga yang sudah dijus atau air jeruk yang dikasih potongan alpukat. Ditambahin susu UHT dan dikasih daun pandan atau kayu manis.
  7. Susu UHT coklat. Nah ini dia yang bikin babnya Mahira super lancar. Jadi ceritanya, sekitar bulan April-Mei itu dia sudah mulai bagus bab nya dan sudah kempes bintilnya. Tetapi pupnya masih mood-mood-an, kadang bagus tiap hari, kadang 2 hari sekali, kadang 5 hari sekali, kadang seminggu sekali. Begitu pas 15 bulan ku kasih UHT, mulai lancar. Sekitar 17 bulan dia mulai minta UHT Coklat (aku pakai susu ultra as always), aku beri dikit-dikit eh doyan. Akhirnya aku mulai nyetok dan dia boleh konsumsi maksimal 1 kotak kecil sehari. Memang ada rasa coklat dan gulanya ya, tetapi yah gimana dia doyan banget. Itupun kadang-kadang sih, aku tetep utamakan UHT Plain. Plus aku pilih susu ultra karena dia nggak ada pengawetnya dan isinya lebih kental dibanding brand lain. Setelah rutin minum susu ultra coklat, pupnya jadi kayak pas minum ASI dulu, jadi rutin tiap hari kadang-kadang malah sehari 2-3 kali. Kalau dia lagi makan daging sapi aja pupnya kembali susah dan yah jadi 3-5 hari, sesekali dia menangis singkat kalau sembelitnya kumat, tapi bagiku sudah nggak masalah karena selalu bisa keluar dengan baik dan nggak pakai drama.

Dari pengalamanku ini, aku simpulin kalau sekalipun tidak sedikit dokter anak yang menyarankan makan bubur instan (dengan justifikasi pada bubur instan sudah melalui proses fortifikasi dan banyak mikronutriens yang dibutuhkan bayi), buatku tetep yang terbaik yang alami yes! Soalnya dengan asupan yang alami, kalau pun sembelit, lebih mudah diatasi.

Setelah kejadian ini, aku masih kok memberi camilan atau biskuit-biskuit instan tapi aku jadi memilih produk dari brand yang lebih berkualitas seperti Yummy Bites sama hm aku lupa nama snack-nya tapi insya Allah ada beberapa jajan yang enak dan tanpa tambahan pengawet dan zat-zat jahat lainnya di Buchi Kids dan Lai-Lai Malang.

Yah, anakku memang kayaknya bakat banget jadi parlente. Sukanya jajanan mahal.


Bunda ada yang punya pengalaman serupa? Share disini yuk :)


16 komentar:

  1. Wah makasih sharingnya, mbak. Memang kayaknya mpasi alami masih pilihan terbaik ya buat anak. Bisa dicoba nih tipsnya kalau anak mulai sembelit

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, diseling ngga papa sih sebetulnya asal cocok saja :D sip mba semoga bermanfaat ya.. dan sehat selalu untuk si kecil :)

      Hapus
  2. Makasih sharingnya mbk,, saya jg lg kebingungan dan stres bgt. Anak saya sudah hampir sebulan lebih bab nya tidak mormal. 5hari sekali itupun dibantu microlac. Usianya skarang 6bulan. Sebelum mpasi dia sudah mengalami konstipasi. Udh ke beberapa dokter tp ga dpt jawaban yg memuaskan. Interlac sudah dihabiskan sebulan ga ngefek sama skali. Skrang pke protexin infan jg belum ada efek. Dokter satunya bilang krn sufor nya ga cocok. Anak saya alergi susu sapi jd dsaranin soya. Krn bab nya keras dan saya ke dokter sp pencernaan bilang soya dia alergi dan digantilah sama nutrabigen yg rasanya pait bgt dan dikantong jg pahit bgt 300rebong satu kaleng kecil. Tp demi si kecil ga apa2, eh udh abis satu kaleng gada perubahan jg. Sampai skrang sudah mpasi saya masih sembelit. Saya sudah kasi pear xiang lie selama 2hr, buah naga, bahkan olive oil, tetep ga ngefek. Anak saya gada nyeden gt. Entahlah saya sangat bingung mbk,, semoga anak saya bs normal lg percernaanya. Maaf jd curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mba, masya Allah.. semoga si kecil segera bisa normal ya BAB nya dan sehat-sehat.. sudah coba susu UHT kah mba? Sy dengar susu UHT lebih baik kandungannya ketimbang sufor. Lalu coba alpukat mba, rutinkan.. semoga bisa membantu

      Hapus
  3. Mkasih sharingnya mom, sy mengalami hal yg sma, anak alergi parah, sy diet makanan akhir2 ini dy 5 hri atau 6 hri sekali bru pup dan kdng kras smp nangis, mau cb yogurt anaknya alergi ssu sapi, ada saran gak mom? Kalau uht itu ssu spi kan mom?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usia brp mba? Coba beri Lacto B mba (fotonya kayak gambar di atas), harganya sekitar 60 ribu dapat 10 sachet di apotek. 1 hari 1 aja, bisa diminum langsung atau dicampur ke makanannya. Iya betul UHT susu sapi mba, setahu saya, UHT punya nutrisi yg lebih baik daripada sufor :)

      Hapus
    2. 11 bulan mom. Dicoba brpa hari mom baiknya? Sy blm cb lacto b tp kmrn liprolac.

      Hapus
    3. lacto b itu bukan obat kok mba. jadi mau diminumkan tiap hari atau saat perut si kecil bermasalah pun nggak papa. dulu saya disarankan 1 hari 1 sachet gitu. satu bungkus ada sekitar 10 sachet. monggo dicoba beberapa hari dulu insya Allah gpp mom. kalau ragu, bisa konsul ke DSA ya :)

      Hapus
  4. Bund.. maaf salep yg buat bintilnya itu namanya apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah maaf bgt mom saya nggak simpen lagi salepnya karna yg trakhir sudah habis, tapi setau saya itu salepnya nggak bisa dibeli secara bebas. harus dengan resep dokter

      Hapus
  5. Iya nih bun... gegara q kasih bubur instan anakku 1minggu baru bab... babnya gede gede udah gitu ga sebanyaj biasanya... tpi anakku babnya ga tiap hari bun... palinh 2 atau 3 hari baru pup kadang 4 hari udah ke 3 dokter anak hasilnya nihil bun... skrg lg coba minum yakukt... oh iya babyki 10bln dan asi bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga ndak parah ya bund konstipasinya. Coba kasih Lacto B saja mba, yakultnya lebih baik jangan terlalu banyak karena terlalu asam buat lambungnya. selebihnya dibantu makanan dr bundanya karena masih ASI, semoga membantu ya bund dan semoga sehat selalu anaknya :)

      Hapus
  6. Terimakasih banyak mbaa! Ini postingannya sangat meng adem kan hati saya banget. Saya sempet stresss bgt dan depresi. Anak saya umur 2th, dari umur 3 bulan udh kena sufor sampai skrg. Pas umurnya 1th setengah mulai sering sembelit, trus jd nya klo mau buang air kaki nya di silang, lalu di tahan sampai keringet dingin. Paling lama gak buang air itu 5 hari mba. Trus akhirnya saya dapet saran dari dokter anak yg blg untuk ganti sufornya dgn yg mengandung probiotik. Setelah di ganti sufornya, alhamdulillah sekali mbaaa buang air nya skrg sudah mulai lancar, paling lama gak buang air cuma 2 hari. Dan ternyata emg bener, pepaya malah bikin anak saya makin sembelit. Dan susu UHT sangatttttttt membantu bgt betul spt kata mba. Saya terimakasih bgt ya mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mba Okky, saya seneng juga dengernya :D kalau dapet susu yg pas buat anak, kita lega juga ya mba. semoga selalu sehat sekeluarga mba :D

      Hapus
  7. Trima kasih postingannya bund. Semoga anaknya pup lancar trs yah. Anakku usia 18 bulan skrg. Dan msh asi walopun asiku uda agak seret. Dulu pupnya selalu lancar sampai usia 1 tahun pun makan masih diblender dgn nasi putih masih lancar pup. Makan sayur dan buah apapun pup msh lancar. Kira2 setahun lebih aku bertahap ubah tekstur makanannya. Nasinya agak padat ga diblender lg. Stlh bbrp hari tb2 pup ga lancar lgsg sembelit hari itu juga pup keras bgt ga kluar. Besokannya baru kluar. Aku ksh buah2an trs yg bikin pup lancar ternyata ga efek. Pupnya jd jarang2. Bs 3 kdg 5 hr skali. Bahkan prnh seminggu ga pup. Akhirnya aku cb blender lg halusin lg tekstur makanannya malahan aku ganti nasi putihnya ke nasi coklat. Krn aku pkr nasi coklat seratnya lbh bgs drpd nasi putih. Stelah sampe sebulanan pup msh krg lancar kdg 2 hr skali kdg msh 4 atau 5 hr skali itupun ngeden pke drama terus. Uda diksh buah pir xiangli trs ga gt efek. Kdg ksh pepaya itu jg ga lgsg efek. Padahal dulu diksh buah pir, pepaya, naga, alpukat, pisang lancar2 aja. Kemarin uda hr ke 4 anakku tb2 ngeden cm klr darah dan darahnya paling byk yg prnh aku liat slama ini dia sembelit. Dan aku liat pupnya hampir kluar tp ga jd2. Sejak itu aku berpkr sekali2nya ankku sembelit jd keterusan sembelit. Ga tau gimn caranya biar bs balik kyk dl lg lancar tiap hr. Anakku alergi sufor. Prnh aku cb ksh icip susu uht lgsg alergi disekitar mulutnya bintik2. Super galau deh skrg hrs pke cara apa ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai bund, walah kita galau serempak ya heheh.. semoga anaknya sehat2 juga bund setelah ini. apa sudah pernah ke DSA? kalau saya dulu pakai lacto B atau interlac itu cukup manjut, sampe sekarang usia anak 2 tahun lebih juga pakai interlac dan selalu nyetok interlac ama lacto B. yg interlac memang mahal banget si haha tp lebih terasa efeknya..

      Hapus

Follow me @nabilladp